Friday , 18 October 2019
Home / Indeks Berita / Pembangunan Bendungan Karalloe di Gowa Akan Selesai Tahun 2020

Pembangunan Bendungan Karalloe di Gowa Akan Selesai Tahun 2020

Progres Pembangunan Bendungan Karalloe di Gowa

INFRASTRUKTUR –  Pembangunan bendungan Karallloe di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan merupakan salah satu dari program pembangunan 65 bendungan yang bertujuan menambah tampungan air sehingga kontinuitas suplai air irigasi ke sawah terjaga.

“Pembangunan bendungan akan meningkatkan kapasitas tampungan air sehingga kontinuitas suplai air irigasi ke sawah terjaga. Saat ini dari 7,3 juta hektar lahan irigasi, hanya 11% yang mendapatkan jaminan air dari bendungan. Melalui program pembangunan 65 bendungan maka akan bertambah menjadi 19-20%,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Progres pembangunan yang berlokasi 137 Km ke arah Tenggara Kota Makassar ini mencapai 50 persen dan ditargetkan selesai pada Mei 2020. Pengerjaan bendungan terbagi dalam dua paket yang konstruksinya mulai dikerjakan pada Desember 2013.

Paket I mencakup pembangunan bendungan utama, bangunan pelimpah, relokasi dan rehabilitasi jalan menuju bendungan, dan terowongan pengelak. Realisasi pengerjaan fisik paket I telah mencapai 79,9 % dengan target selesai akhir tahun ini. Biaya pengerjaan Paket I bersumber dari APBN pada tahun anggaran jamak (2013-2019) sebesar Rp 568 miliar.

BACA JUGA :   GT Cikarang Utama di Relokasi, BPJT Jamin Tidak Ada Perubahan Tarif

Paket II merupakan lanjutan paket I yang dianggarkan sebesar Rp 657 miliar bersumber dari APBN TA 2008 – 2020 (multi years). Pekerjaan paket II meliputi timbunan tubuh bendungan, proteksi galian, intake, instrumentasi, hidromekanikal, serta pembangunan instrumen yang bersifat mekanikal dan elektrik dengan progres konstruksi 25,2 persen. Seluruh  paket dikerjakan oleh kontraktor PT Nindya Karya (Persero).

Bendungan Karalloe memiliki kapasitas tampung 40,53 juta m3 dengan luas genangan 145 hektare. Manfaatnya akan dapat mengairi daerah irigasi seluas 7.004 hektare, sumber air baku dengan kapasitas 440 liter per detik, pengendali banjir dengan kapasitas 2.020 m3/detik dan memiliki potensi pembangkit tenaga listrik sebesar 4,5 megawatt.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Hari Suprayogi mengatakan pekerjaan bendungan sempat tertunda 3 bulan karena terdampak banjir bandang pada akhir Januari 2019. Pekerjaan konstruksi dialihkan untuk bersih-bersih dan pemulihan bangunan yang rusak pascabanjir selama 3 bulan.

BACA JUGA :   Perlancar Arus Mudik 2019, Tol Cijago Seksi II Dibuka Fungsional Selama 8 Hari

“Tetapi pekerjaan lain terus kita kebut, misalnya pembebasan lahan saat ini sudah 93,88 persen atau 216,48 hektare dari 230, 59 hektare lahan yang dibutuhkan,” ujar Hari Suprayogi dalam siaran resmi. Selain bendungan Karalloe, Kementerian PUPR melalui Ditjen Sumber Daya Air telah membangun bendungan lain di Sulawesi Selatan, diantaranya Bendungan Paselloreng dan Pamukkulu.

Bendungan Paselloreng memiliki luas genangan 169 hektare dengan kapasitas tampung 138 juta m3 untuk mengairi 7 ribu hektar sawah. Bendungan Pamukkulu dengan luas genangan 126 hektare, kapasitas tampung 97,3 juta m3. Manfaatnya akan mengairi irigasi seluas 6.256 hektare, sumber air baku sebesar 0,13 m3/detik, dan mengurangi banjir 2,5 m3/detik.

Check Also

Morotai

Pembangunan 6 Jembatan dan Jalan Lingkar Morotai Maluku Utara Dilanjutkan

INFRASTRUKTUR – Pulau Morotai sebagai salah satu pulau terluar dan terdepan di wilayah perbatasan Indonesia …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 164

Klik Disini
close-link