Thursday , 24 October 2019
Home / Breaking News / Pemerintah dan REI Siap Dukung Investor Asing Garap Properti Di Indonesia

Pemerintah dan REI Siap Dukung Investor Asing Garap Properti Di Indonesia

FIABCI APCER
(ki-ka) Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid dan Presiden FIABCI Mr. Waleed Mousa

BERITA PROPERTI – Ketertarikan investor asing untuk masuk ke Indonesia dan berinvestasi menggarap sektor properti dalam negeri, merupakan hal yang harus disikapi dengan positif. Oleh karena itu, Realestat Indonesia (REI) menyambut baik keinginan investor dari luar negeri tersebut dan siap untuk berkolaborasi mengembangkan investasi properti di Indonesia.

“Mereka yang berasal dari luar negeri, mungkin saja memiliki keahlian dan menguasai teknologi dalam mengembangkan properti, bidang perencanaan bahkan keuangan. Tapi, ketika investor tersebut masuk ke daerah-daerah yang memiliki potensi untuk dikembangkan, mereka tidak menguasai kondisi daerah tersebut baik budaya maupun kebiasaan dan kearifan lokalnya,” ujar Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI) Soelaeman Soemawinata, Jum’at (13/9).

BACA JUGA :   Program Infrastruktur Tingkatkan Konektivitas Antar Desa di Provinsi Bengkulu

Pada acara FIABCI – Asia Pasific Regional Congress (APREC) 2019 di Hotel Borobudur, Jakarta itu, Soelaeman Soemawinata yang akrab disapa Eman mengatakan, pengusaha-pengusaha lokal lah yang memahami bagaimana pasarnya daerah masing-masing. Maka, investor asing perlu bersinergi dengan pelaku usaha yang ada di tanah air.

Lebih lanjut, Eman mengatakan, REI juga siap mendukung pemerintah dalam pembangunan Program Satu Juta Rumah yang juga diminati oleh investor asing untuk menggarapnya. Saat ini, kata Eman, kebutuhan rumah yang cukup banyak di Indonesia merupakan pasar yang potensial untuk para pengembang.

BACA JUGA :   KHI Luncurkan Sayana Apartments Rp290-jutaan

“Kami tidak melihat adanya investor asing yang ingin masuk berinvestasi di sektor perumahan bukan menjadi ancaman. Sebab, mau tidak mau mereka harus mempelajari dan membuat perencanaan yang matang dan kami juga siap berkoordinasi dengan para investor tersebut agar program satu juta rumah bisa lebih baik lagi,” terang Eman.

Menanggapi ketertarikan investor asing terhadap Program Satu Juta Rumah yang dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid mengatakan, akan berdampak positif untuk mendorong pembangunan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) itu.

BACA JUGA :   Rumah Aman Saat Mudik Dengan Perangkat Schneider

“Sudah banyak investor asing yang dating kepada saya untuk berinvestasi di sektor properti khususnya pembangunan rumah untuk MBR,” ujar Khalawi Abdul Hamid. Adanya Program Satu Juta Rumah, kata dia, dinilai para investor sangat positif. Hal itu dikarenakan kebutuhan rumah untuk masyarakat di Indonesia masih cukup tinggi.

Beberapa investor asing yang menyatakan minatnya untuk berinvetasi di sektor properti, ujar Khalawi berasal dari Korea, Cina dan sejumlah negara lainnya. Meskipun demikian, pihaknya berharap adanya investor asing yang mulai melirik bisnis properti jangan dianggap sebagai ancaman bagi pengembang perumahan di dalam negeri.

BACA JUGA :   Pemda Diminta Evaluasi Pembangunan Perumahan

“Invetor dari Korea, Cina dan sejumlah negara lainnya sangat berminat sekali untuk membangun rumah untuk MBR. Mereka tertarik dengan program pemerintah Indonesia yang mendorong pembangunan rumah untuk masyarakatnya. Sebab di negara lain program seperti itu belum ada,” terangnya.

Guna mengundang masuknya investasi di sektor properti, terang Khalawi, pemerintah juga terus berupaya mempermudah perizinan. Adanya PP Nomor 64 Tahun 2016 tentang Pembangunan Perumahan untuk MBR dinilai akan mampu mendorong capaian Program Satu Juta Rumah di Indonesia.

BACA JUGA :   Penghuni Perumahan Tukang Cukur Di Garut Dapat Bantuan PSU

Khalawi menambahkan, pemerintah juga tetap otimis target Program Satu Juta Rumah ini bisa mencapai angka 1,25 juta seperti yang telah ditetapkan sebelumnya. Apalagi saat ini pengembang di Indonesia seperti Realestat Indonesia (REI) juga aktif dalam menggandeng kerjasama dengan pihak luar.

Sementara itu, Presiden Federasi Real Estat Dunia atau The International Real Estate Federation (FIABCI) Mr. Waleed Mousa menyatakan, pihaknya sangat mendukung berbagai terobosan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk membangun rumah bagi masyarakatnya. Perumahan merupakan sektor yang sangat penting untuk masyarakat Indonesia karena jumlah populasi yang cukup banyak sehingga membutuhkan hunian yang layak.

“Program Satu Juta Rumah di Indonesia ini sangat menarik karena pemerintah ikut turun tangan dalam pembangunan rumah bagi masyarakatnya. Banyak pengembang melihat potensi di sektor perumahan di Indonesia,” terangnya.

Check Also

Jokowi Resmi Umumkan Kabinet, Lima Menteri Merupakan Peraih IPBA

NASIONAL – Presiden RI (2019-2024) Joko Widodo pagi ini, Rabu (23/10) resmi mengumumkan nama-nama menteri …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 165

Klik Disini
Cover Majalah Property&Bank edisi 165
close-link