Thursday , 17 October 2019
Home / Sekitar Kita / Pemkot DKI Jakarta Akan Bangun 9 waduk

Pemkot DKI Jakarta Akan Bangun 9 waduk

“Setelah lihat di lapangan, rupanya sungai Cisadane ini sudah tidak bisa menampung air lagi dan pas banjir sudah masuk ke jembatan. Oleh sebab itu sekarang mikirnya normalisasi, sudah bukan sodetan lagi, . Kami tidak ingin membuat warga Tangerang menderita, endaklah. Mikirin banjir sendiri aja pusing kok malah mau nambahin pusing orang lain. Endak,” tegas Jokowi.
Meski demikian, terkait pelaksanaan Jokowi mengingatkan hal itu sepenuhnya merupakan kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU). “Ini sepenuhnya kewenangan Kemen PU. Jangan dikira ini keputusannya ada di saya,” jelas Jokowi dengan mengenakan khas lengan panjangnya, putih.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo kini fokus dalam dua proyek besar. Proyek-proyek pembangunan tersebut diharapkannya dapat menanggulangi banjir yang selalu merendam di hampir seluruh wilayah Ibu Kota. Kemudian, apa saja dua megaproyek Pemprov DKI dalam mengurangi titik banjir?
Pemprov DKI Jakarta bersama pemerintah pusat, yakni Kementerian Pekerjaan Umum, memastikan untuk membangun Waduk Ciawi dan Sukamahi. Jokowi yang ditemui pada Minggu (26/1/2014) kemarin mengatakan, kalau rencana pembangunan dua waduk itu telah berlangsung lama. Sehingga, Pemprov DKI Jakarta tinggal membebaskan lahannya serta Kementerian PU yang akan membangun waduknya.
Kedua waduk tersebut akan dibangun pada tahun 2015 dengan anggaran sekitar Rp 1,9 triliun dari APBN pos anggaran Kementerian Pekerjaan Umum. Sementara Pemprov DKI yang melakukan pembebasan lahan pembangunan dua waduk yang akan dimulai pada tahun ini dengan anggaran sekitar Rp1,2 triliun.
Rencana pembuatan Waduk Ciawi dan Sukamahi itu diputuskan seusai rapat koordinasi Kementerian PU, Gubernur Jawa Barat, Gubernur DKI Jakarta di Posko Pantauan Ciliwung-Katulampa pada Senin (20/1/2014) lalu. Jokowi meyakini keberadaan dua waduk tersebut sangat penting untuk mengurangi debit air dari kawasan hulu yang kerap kali mengakibatkan banjir di Jakarta.
Dengan adanya waduk itu, aliran air dapat dibelokkan ke waduk dan dapat menjadi potensi sumber air baku di wilayah itu. Pembangunan Waduk Ciawi dan Sukamahi diprediksi rampung pada 2018.
Sembilan waduk baru
Tahun ini, Pemprov DKI Jakarta memulai membangun sembilan waduk baru. Pembangunan itu akan penuh dibiayai oleh APBD DKI dan dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta. Rencananya, pembangunan dimulai pada Februari mendatang.
Lokasi penyebaran waduk, paling banyak terdapat di Jakarta Utara, Timur, dan Barat. Meski begitu, Jokowi memastikan, normalisasi waduk yang telah ada juga tetap rutin dikerjakan.
Di sisi lain, Jokowi juga mengklaim telah membebaskan lahan sembilan waduk itu. Sehingga, Pemprov DKI tinggal mengerjakan pembangunannya saja. “Februari ini, bangun dua atau tiga dulu-lah, yang di Rorotan, Marunda, sama di Cengkareng,” kata Jokowi.
Pembangunan tiga waduk di awal pelaksanaan itu direncanakan rampung dalam jangka waktu satu tahun. Sementara penyelesaian seluruh waduk dalam jangka waktu dua tahun. Melalui pembangunan sembilan waduk, normalisasi waduk, serta pembangunan Waduk Ciawi dan Sukamahi, Jokowi meyakini dapat mengurangi hingga 40 persen titik banjir.
“Yang penting, kita jangan masuk ke perencanaan terus, langsung ke pelaksanaan. Anggarannya juga saya enggak hafalin,” ujarnya.
Pembangunan sembilan waduk sebagai alternatif penanggulangan banjir Ibu Kota ini disampaikan pertama kali oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Bahkan, pria yang akrab disapa Ahok itu lebih meyakini pembangunan sembilan waduk lebih ampuh mengatasi banjir dibanding sodetan Ciliwung – Cisadane.
Basuki memprioritaskan pembangunan gorong-gorong dari Casablanca ke arah Kanal Banjir Timur (KBT). Kemudian, penambahan waduk-waduk di Jakarta sebagai penampung air hujan dan pembangunan waduk Ciawi. Waduk yang akan dibangun di Jakarta seperti di Cakung, Cilincing, Kali Tunjungan, Cengkareng, dan Pantai Indah Kapuk (PIK).
Di Kali Tunjungan dekat tol, akan dibangun waduk seluas 90 hektar. Kemudian di Cengkareng, akan dibebaskan lahan untuk dibangun waduk seluas 120 hektar. Kemudian waduk yang dibangun di Cakung dan Cilincing seluas 20 hingga 50 hektar, serta 30 hektar pembangunan waduk di PIK.
Di samping itu, para pengembang yang melakukan reklamasi pantai juga diminta menjalankan kewajiban membuat pulau di atas lahan yang direklamasi. Karena ada aturan dalam Keputusan Presiden, pengembang harus membenahi daratan hasil reklamasi. Mereka (pengembang) akan mengalokasikan anggaran mereka untuk memenuhi kewajiban. Pemprov DKI juga akan membuat waduk di kawasan Halim Perdanakusuma dan Bumi Perkemahan Cibubur.
Pembangunan waduk Halim Perdanakusumah merupakan hasil kerjasama dengan  TNI-AU. Nantinya, DKI hanya mengirimkan alat keruk atau dredger.
Mengapa pembangunan waduk menjadi prioritas? Sebab, ia telah melihat hasil positif dari normalisasi waduk Pluit dan Ria Rio. Basuki mengklaim normalisasi waduk Pluit telah dapat membebaskan Jalan Sudirman dan Jalan Thamrin dari banjir. Sedangkan normalisasi waduk Ria Rio berdampak positif untuk kawasan Pulomas dan Cempaka Putih.
“Nah, nantinya kita akan punya banyak “baskom” untuk menampung debit air dan air hujan yang berlebih,” kata Basuki.

Check Also

Meriahkan Kemerdekaan RI, KaRes Gelar Promo Selama Bulan Agustus 2019

UMUM – Dalam rangka menyemarakan Hari Kemerdekaan RI ke 74 pengembang perumahan, Kartika Residence (KaRes) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 164

Klik Disini
close-link