Saturday , 20 April 2019
Home / Breaking News / Penataan Kawasan Kota Lama Semarang Ditargetkan Rampung April 2019

Penataan Kawasan Kota Lama Semarang Ditargetkan Rampung April 2019

Kota Lama Semarang yang terus berbenah

INFRASTRUKTUR – Penataan kawasan Kota Lama Semarang, Jawa tengah terus dilakukan guna mewujudkan kota tersebut menjadi kota pusaka yang layak huni dan berkelanjutan. Penataan Kota Lama Semarang dilakukan sejak tahun 2017 dan ditargetkan rampung akhir April 2019 dengan total anggaran Rp 183 miliar yang dikerjakan oleh PT. Brantas Abipraya.

“Progresnya saya kira bagus, sudah 80 persen lebih dan akan selesai pada akhir April 2019. Penataan dilakukan agar kawasan lebih tertata, nyaman dan bisa menjadi tujuan wisata. Selama ini, wisatawan yang datang ke Semarang lebih banyak memilih berkunjung ke Candi Borobudur atau Pulau Karimunjawa,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau pengerjaan Penataan Kawasan Kota Lama Semarang (KKLS), beberapa waktu lalu.

Basuki berpesan dalam penyelesaian pengerjaan tetap memperhatikan kebersihan kota dan berhati-hati agar tidak merusak situs budaya yang ada di Kota Lama. “Ini merupakan pekerjaan seni, sehingga perlu diperhatikan detil dan kerapihannya. Kebersihan juga diperhatikan, nanti disemprot air lagi seluruhnya,” ujarnya.

BACA JUGA :   Kementerian PUPR Dorong Pemda Bangun Hunian Untuk ASN

Kawasan Kota Lama Semarang dikenal memiliki bangunan bersejarah dengan arsitektur bergaya Eropa. Dulunya, kawasan ini pernah menjadi pusat kegiatan perekonomian pada masa Hindia Belanda. Basuki mengatakan dengan dilakukannya penataan kawasan ini nantinya akan dapat menata prasarana dan sarana kawasan. “Seperti utilitas saluran PDAM, kabel telfon dan listrik yang tidak tertata akan dibuat lebih rapih melalui pemasangan Box Utility,” katanya.

Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya juga memberikan fasilitas tambahan diseputar kawasan Kota Lama Semarang seperti tempat duduk panjang, tempat sampah, juga lampu penerangan jalan utama  dan trotoar. Penataan lainnya meliputi pekerjaan jalan, dan perbaikan drainase, halte hingga 2 kolam retensi Berok dan Bubakan yang akan dipompa dan dialirkan menuju kali Semarang.

“Kita tata dan kembangkan kawasan Kota Lama Semarang. Nantinya akan menjadi kawasan wisata yang bisa mewadahi berbagai kegiatan masyarakat, seperti Car Free Day,  festival kuliner, maupun event berbasis budaya,” tambahnya.

BACA JUGA :   Sanyo Jadi Aqua Japan, Kuasai 10% Pasar Elektronik

Selain Kota Lama Semarang, Kementerian PUPR juga tengah melakukan revitalisasi Pasar Johar yang juga merupakan bangunan bersejarah Kota Semarang. Revitalisasi dilakukan pasca kebakaran tahun 2015 lalu yang menghanguskan dua pertiga bangunan pasar. Pembangunan kembali akan dimulai tahun 2019, dengan biaya diperkirakan sebesar Rp 174,12 miliar. “Revitalisasi bangunan yang di depan dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang dan bagian bangunan bersejarah dikerjakan oleh Kementerian PUPR,” kata Basuki.

Turut hadir mendampingi Menteri Basuki, Direktur Jenderal Cipta Karya Danis H. Sumadilaga, Dirjen Sumber Daya Air Hari Suprayogi, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Ruhban Ruzziyatno, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah VII Achmad Cahyadi, Direktur Utama PT Brantas Abipraya Bambang Esti Marsono, dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja.

Check Also

BCA Dinobatkan Sebagai The World’s Best Banks 2019 versi Forbes

INFO PERBANKAN – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dinobatkan sebagai The World’s Best Banks …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Telah Terbit Edisi Terbaru

Majalah Property&Bank
Edisi. 158

Pesan Sekarang!
close-link