Wednesday , 19 February 2020
Home / Indeks Berita / Pengembang Harap Wamen PUPR Paham Sektor Perumahan

Pengembang Harap Wamen PUPR Paham Sektor Perumahan

Gedung PUPR
Kementerian Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)

BERITA PROPERTI – Mantan Bupati Jayawijaya sekaligus politisi PDIP, John Wempi Wetipo, ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pada Jumat (25/10). Wempi diminta memacu pembangunan infrastruktur wilayah timur Indonesia serta membantu pengawasan proyek infrastruktur yang masih berjalan.

Sebelumnya, Wempi menjabat Bupati Kabupaten Jayawijaya selama dua periode antara 2008 dan 2018. Pria kelahiran 15 September 1972 ini memiliki latar belakang sebagai politisi. Ia meniti karir sebagai pegawai negeri pada 1996, secara perlahan karirnya mulai menanjak hingga ditunjuk sebagai Kepala Bidang Pariwisata Kabupaten Jayawijaya.

BACA JUGA :   Makin Banyak Gedung Pencakar Langit Di Negara Berkembang

Ditunjuknya John Wempi Wetipo menjadi Wamen PUPR, ditanggapi oleh sejumlah pengembang dengan berbagai reaksi. Sekretaris Jenderal DPP Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida mengatakan, sebagai Wamen PUPR, harus memiliki kompetensi di bidang perumahan secara spesifik. Siapapun figurnya, dirinya berharap orang tersebut sangat paham dalam sektor perumahan di tanah air.

“Bidang perumahan di Indonesia itu luas, dan butuh profesional yang berkompeten. China jadi negara yang besar, karena atensi sektor propertinya sangat serius. Jika Wakil Menteri PUPR punya kompetensi di sektor perumahan, tentu ini menjadi hal yang positif bagi sektor perumahan,” tegas pria asal Surabaya, Jawa Timur ini, saat dihubungi Property&Bank.

Walaupun begitu, menurutnya ini keputusan pemerintah, namun Alumni Fakultas Farmasi Universitas Airlangga ini berharap agar Wamen terpilih bisa mengikuti irama industri properti di Indonesia dengan baik. “Bahwa ada tensi untuk fokus pembangunan Indonesia Timur, tapi kan Indoneisa itu luas. Ya kita liat saja nanti gimana kerjanya,” tukasnya.

BACA JUGA :   Aktif Pameran, BTN Incar Kenaikan 24 % dari Non Subsidi

Hal senada juga disampaikan Ketua Umum Himpunan Pengembang Pemukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra), Endang Kawidjaja. Terpilihnya Wempi memicu isu keberpihakan soal perumahan. “Apapun latar belakangnya sang Wamen, jika dia tak memiliki keberpihakan kepada sektor perumahan, ya pasti akan sulit nantinya,” jelas Endang.

Jika kompetensi Wamen tak cukup baik di sektor industri perumahan, Endang khawatir ini akan mengganggu keharmonisan di kementerian terkait, lantaran menjadi ada dua kebijakan dari level pimpinan. “Tanpa keberpihakan yang solid, potensi gesekan terkait kebijakan bisa saja terjadi di level pimpinan,” sambung Endang.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengembang Properti dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah menyampaikan hal yang berbeda dengan Totok Lusida dan Endang Kawidjaja. Menurut Junaidi, penunjukkan Wempi adalah hal krusial yang memang harus segera dilakukan Kementerian PUPR.

BACA JUGA :   AREA Dorong Kompetensi Agen Properti

“Kementerian PUPR itu masalahnya sangat komplek dan sepatutnya ada Wamen. Tak menjadi masalah sih soal latar belakangnya, apalagi Wamen ini pernah jadi bupati, tentunya paham sektor perumahan masyarakat MBR. Ya harapannya Wamen terpilih, harus konsentrasi dibidang perumahan,” ungkap Junaidi, lewat pesan singkatnya.

Wempi mulai menajak karirnya usai berpartisipasi dalam pemilihan Bupati Jayawijaya pada 2008. Dalam pesta demokrasi itu, ia unggul. Sebagai bupati, Wempi berhasil memprakarsai Festival Budaya Lembah Baliem. Ia juga menerima penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait manajemen keuangan di Kabupaten Jayawijaya.

BACA JUGA :   BCA Sukses Sabet Tiga Penghargaan Internasional di Asiamoney Awards

Atas prestasinya itu, ia kembali terpilih memimpin Kabupaten Jayawijaya pada 2013 dengan perolehan suara mutlak lebih dari 91 persen. Pada 2018, ia berpartisipasi dalam pemilihan gubernur Papua tetapi kalah dari petahana Lukas Enembe karena ia hanya mengantongi suara sebesar 32,5 persen.

John merupakan Alumni Akademik Parawisata di Manado, Sulawesi Utara. Lalu ia kembali melanjutkan studi di Fakultas Hukum Universitas Cendrawasih, Jayapura. Ia bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Jayawijaya. Tak puas dengan gelar S1, Jhon meneruskan Studi S2 di Universitas Udayana, Bali. (Artha Tidar)

Check Also

Resmi Beroperasi di Indonesia, Sigfox Bidik Sektor Properti

Resmi Beroperasi di Indonesia, Sigfox Bidik Sektor Properti

BERITA  PROPERTI – Sigfox Indonesia secara resmi mulai beroperasi dengan meluncurkan jaringan 0G untuk Internet …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 168

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link