Sunday , 17 November 2019
Home / Indeks Berita / Penghuni Perumahan Tukang Cukur Di Garut Dapat Bantuan PSU

Penghuni Perumahan Tukang Cukur Di Garut Dapat Bantuan PSU

Rumah Komunitas Tukang Cukur
Pemerintah bangun PSU di perumahan komunitas

RUMAH RAKYAT –Direkorat Jenderal Penyediaan Perumahan, Kementerian PUPR akan memberikan dukungan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) untuk mendukung perumahan berbasis komunitas seperti perumahan khusus tukang cukur di Garut, Jawa Barat. Saat ini sedikitnya telah terbangun sekitar 100 unit rumah bersubsidi untuk para tukang cukur yang tergabung dalam Persaudaraan Pangkas Rambut Garut (PPRG) di Desa Sukamukti, Banyuresmi, Garut.

“Kami siap mendukung PSU untuk perumahan berbasis komunitas. Salah satu bantuan PSU yang akan kami kembangkan untuk Perumahan Berbasis Komunitas seperti yang dilakukan di PPRG Garut,” ujar Direktur Rumah Umum dan Komersial Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Mochammad Yusuf Hariagung di Jakarta dalam keterangan tertulis.

BACA JUGA :   Perbaiki 492 Sarana Prasarana Umum, Rehabilitasi NTB Terus Dilakukan

Yusuf Hariagung menambahkan, pemerintah tidak hanya membantu PSU untuk perumahan berbasis komunitas, tapi Perumahan Skala Besar dan Perumahan Umum juga akan mendapatkan  bantuan PSU sebanyak 100 persen sesuai pengajuan rumah yang diusulkan dan meniadakan kebijakan 30 persen dari daya tampung perumahan.

Lebih lanjut, Yusuf menyatakan,  Pemerintah tidak dapat berdiri sendiri dan memerlukan peran Pemerintah Daerah dalam memastikan program yang ada dapat berjalan dengan baik di daerah. Untuk itu dirinya meminta perwakilan Pemerintah Daerah dapat memberikan memberikan perhatian khusus terhadap pelaksanaan Bantuan PSU di daerah sebagai wujud Pemerintah hadir pada masyarakat dalam penyediaan rumah murah dan terjangkau.

“Penyaluran PSU seperti jalan lingkungan, penyediaan jaringan air bersih dan tempat pembuangan sampah terpadu. Adanya bantuan PSU juga diharapkan dapat membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk dapat memiliki rumah bersubsidi dengan harga yang terjangkau,” terangnya.

BACA JUGA :   Paramount Land Gelar Seminar Properti Di 10 Kota

Sebagai informasi, pada tanggal 19 Januari 2019 lalu Presiden Joko Widodo melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan rumah bersubsidi bagi para tukang cukur di Kabupaten Garut. Para tukang cukur yang tergabung dalam Persaudaraan Pangkas Rambut Garut (PPRG) tersebut dapat memiliki rumah tipe 30/ 60 dengan angsuran Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) hanya Rp 800.000 per bulan.

Presiden menjelaskan, angsuran yang harus dibayarkan oleh anggota PPRG sekitar Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta per bulan. Adapun harga jual rumah sesuai harga jual rumah bersubsidi yang telah ditetapkan pemerintah.

BACA JUGA :   Menteri PUPR : Alhamdulillah, Prasarana Arus Mudik Tahun Ini Tidak Ada Masalah

Pembangunan rumah PPRG di Garut ini rencana akan dibangun sebanyak 500 unit. Untuk tahap pertama akan dibangun 150 unit. Pembangunan rumah untuk para tukang cukur tersebut merupakan bagian dari Program Satu Juta Rumah yang menjadi salah satu program penyediaan perumahan di Indonesia. Pemerintah ke depan juga akan  menyiapkan bantuan perumahan di provinsi dengan menggandeng komunitas – komunitas masyarakat.

Sementara itu, perwakilan PT Mitra Budiman selaku Pengembang Perumahan PPRG, Agus Rusyanto menyatakan, saat ini sudah terbangun sebanyak 99 unit dan sudah terealisasi akad kredit sekitar 76 unit. “Jadi ada ready stock rumah sekitar 23 unit di sini. Harga jual Rp 138 juta sesuai ketentuan harga rumah bersubsidi pemerintah,” terangnya.

BACA JUGA :   Intiland Mulai Jalankan Program Rumah Layak

Untuk mewujudkan rumah yang nyaman bagi para penghuninya, pihak pengembang ke depan akan mendukung pembangunan fasilitas umum (Fasum) dan fasilitas sosial (Fasos) serta tempat pelatihan tukang cukur, balai pertemuan warga, museum tukang cukur, dan masjid. “Kami berterimakasih atas perhatian pemerintah terhadap penyaluran bantuan PSU untuk perumahan tukang cukur ini,” terangnya.

Salah satu penghuni Perumahan PPRG Garut, Hendrik yang berprofesi sebagai tukang cukur menjelaskan, dirinya bersama isteri dan anaknya sudah tinggal di sini sekitar lima bulan. “Saya dan keluarga sangat senang bisa tinggal di sini. Betah intinya dan adem rasanya. Dulu keluarga saya tinggal di kampung tidak jauh dari sini yakni di rumah orang tua saya.,” terangnya.

BACA JUGA :   Tinggal Di Rusunawa Dapat Membentuk Karakter Sosial Generasi Muda

Dirinya menjelaskan, saat ini dirinya membeli rumah tersebut melalui skema kredit bersubsidi.  Biaya angsuran per bulan sekitar Rp 1,2 juta. “Alhamdulillah saya yang hanya tukang cukur bisa beli rumah di sini. Saya kredit rumah ini selama 15 tahun,” terangnya.

Check Also

Bank DKI Annual Report

Sukses Jalankan Keterbukaan Informasi, Bank DKI Raih Annual Report Awards

KINERJA BANK – Bank DKI berhasil meraih tempat kedua dalam Annual Report Award 2018 pada …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 165

Klik Disini
Cover Majalah Property&Bank edisi 165
close-link
INFO LEBIH LANJUT KLIK DISINI!
close-link