Thursday , 17 August 2017
Home » Breaking News » Penjualan Lesu, Agen Ramai-ramai Pasarkan Properti Asing

Penjualan Lesu, Agen Ramai-ramai Pasarkan Properti Asing

Senior Manager Sales and Marketing MRCB Land Kenneth Khoo (paling kiri), Managing Direktur ERA Max Lukas Bong (dua dari kiri) dan Direktur ERA Vigo, Riduan Goh (paling kanan) usai menjelaskan KL Nine

Senior Manager Sales and Marketing MRCB Land Kenneth Khoo (paling kiri), Managing Direktur ERA Max Lukas Bong (dua dari kiri) dan Direktur ERA Vigo, Riduan Goh (paling kanan) usai menjelaskan KL Nine

PROPERTI-Laporan dari Bank Indonesia mengatakan pertumbuhan ekonomi tidak akan melebihi 5% pada kuartal ini. Konsultan properti Cushman& Wakefield melaporkan pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 4,8% sampai 4,9%.

Melambatnya pertumbuhan ekonomi juga akibat dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika yang mengalami depresiasi sebesar 8,4%. Hal ini menyebabkan pertumbuhan konsumsi di berbagai sektor ikut menurun, termasuk juga industri properti yang terkena imbas. Akibatnya, sejumlah agen properti mengeluhkan sepinya penjualan properti dalam negeri sejak kuartal kedua tahun 2015.

Beberapa agen properti mengatakan banyak calon pembeli yang masih ragu untuk berinvestasi kembali di bidang properti khususnya dalam negeri. Padahal  sekarang banyak developer ataupun penjual yang memutuskan untuk menurunkan harga atau memberikan kemudahan mencicil tanpa bunga hingga 60 kali pembayaran.“Kebanyakan para calon pembeli masih berhati-hati ketika hendak menginvestasikan uangnya ke properti,” kata Yuliarta Sianturi selaku Director of  The Premium Property.

Kondisi seperti ini mendorong agen properti untuk memasarkan properti di luar negeri yang belakangan memang marak ditawarkan untuk konsumen di Indonesia. Seperti yang dilakukan agen properti ERA Vigo dan ERA Max yang menawarkan apartemen KL Nine yang terletak di Kuala Lumpur, Malaysia. Proyek ini dikembangkan oleh Malaysian Resources Corporation Berhad (MRCB Land).

Managing Direktur ERA Max Lukas Bong mengatakan, pada saat properti lokal yang masih belum bergairah ini, agen properti harus tetap mencari ide dan strategi supaya tetap bisa jualan. Sehingga tak sedikit agen properti memutuskan untuk menjual properti luar negeri. Umumnya mereka memasarkan properti yang paling banyak diminati adalah yang ada di Malaysia, Singapura dan Australia.

“Meski saat ini kami sedang tangani beberapa proyek properti di luar negeri, tetapi kami tetap fokus untuk jual properti dalam negeri. Sama halnya dengan properti dalam negeri, untuk properti yang ada di luar negeri juga harus dilakukan survey sebelum dipasarkan kepada konsumen yang ada di Indonesia. Kami juga harus sangat selektif untuk mewakili keinginan konsumen kami,” ujar Lukas Bong yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Arebi DKI Jakarta.

Menurut Lukas, kebanyakan pembeli merupakan pembeli baru yang hendak beli properti diluar negeri. Oleh karena itu, agen properti sangat berperan untuk memberikan informasi kepada konsumennya sebagai pertimbangan saat ingin membeli properti diluar negeri.

Banyak konsumen dalam negeri yang tertarik untuk membeli properti yang jaraknya tidak terlalu jauh seperti di Malaysia, Singapura dan Australia. Dari sisi harga, properti di Malaysia ditawarkan berkisar Rp 1 Milyar, sedangkan Australia Rp 5 Milyar. Dan untuk harga properti di Singapura sudah mencapai rp 10 Milyar bagi pembeli yang bukan warga Singapura.

Dengan harga yang tidak begitu mahal dan tidak berbeda dengan yang ada di Jakarta, kecenderungan konsumen di Indonesia memilih properti di Malaysia. “Kita tahu bahwa dalam satudekade terakhir, Malaysia menjadi satu tempat yang menarik untuk orang Indonesia berinvestasi. Selain untuk pendidikan anak  juga untuk wisata medis,”ungkapnya.

Lukas melanjutkan, banyak orang Indonesia yang menjalani pengobatan di Malaysia yang kualitasnya sama seperti rumah sakit di Singapura namun harga sedikit lebih murah. Apalagii saat ini juga banyak pilihan rumah sakit berkualitas selain di Kuala Lumpur seperti di Johor. Menurutnya, jika dilihat dari segi bisnis pun menjual properti Malaysia tidak jauh beda dengan menjual properti lokal. Lebih kepada alternatif melayani permintaan dari konsumen saja. “Bagi agen properti, merupakan sebuah kebanggaan jika bisa memasarkan properti luar negeri,” tegasnya. 

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*