Tuesday , 11 December 2018
Breaking News
Home / Indeks Berita / Peran Aktif Bangun Infrastruktur, Bank DKI Ikut Biayai 6 Ruas Tol Di Jakarta

Peran Aktif Bangun Infrastruktur, Bank DKI Ikut Biayai 6 Ruas Tol Di Jakarta

Bank DKI Pimpin Sindikasi BPD Pada Pembiayaan
Proyek Pembangunan 6 (enam) Ruas Tol Dalam Kota Jakarta senilai Rp3,9 Triliun

INFO PERBANKAN – Disamping terus memperkuat layanan teknologi perbankan, Bank DKI juga terlibat aktif dalam pembangunan infrastruktur di tanah air. Beberapa waktu lalu, Bank DKI telah berpartisipasi dalam penyaluran kredit pada sejumlah proyek infrastruktur seperti kepada PT Jasamarga Jalan layang Cikampek (JJC) untuk pembangunan ruas jalan tol Jakarta-Cikampek II Elevated Lintas Marga Sedaya untuk proyek ruas tol Cikampek-Palimanan, Marga Bumi Adhikaratya untuk proyek ruas tol Gempol-Pandanan.

Melanjutkan peran aktif tersebut, Bank DKI kembali ikut serta dalam pembiayaan infrastruktur dan pembangunan jalan tol tahap 1 Ruas Semanan – Sunter dan Sunter – Pulo Gebang. Total ruas jalan tol ini nantinya akan dikembangkan sebanyak 6 ruas yang terhubung dengan jalan tol dalam kota Jakarta.

Dalam pembiayaan tersebut, Bank DKI bekerjasama dengan PT JTD Jaya Pratama dengan melakukan penandatanganan perjanjian kredit sindikasi senilai Rp13,7 triliun. Perjanjian kredit tersebut melibatkan 29 Kreditur dengan 6 Joint Mandated Lead Arranger & Bookrunner (JMLAB). Bank DKI mendapatkan porsi penyaluran kredit sebesar Rp500 miliar dan mengkoordinir 16 BPD dengan total partisipasi sebesar Rp3,9 triliun.

BACA JUGA :   HUT ke-57, Bank DKI Bertransformasi Menuju Digital Banking

“Penyaluran kredit tersebut didasarkan pertimbangan bahwa sektor infrastruktur jalan tol merupakan sektor yang potensial serta merupakan infrastruktur yang dibutuhkan dalam upaya pengembangan wilayah dan peningkatan ekonomi. Selain itu penyaluran kredit kepada PT JTD Jaya Pratama juga didasarkan pada reputasi dan kinerja keuangan yang baik serta mempertimbangkan bahwa PT JTD Jaya Pratama merupakan anak perusahaan dari PT Pembangunan Jaya sebagai salah satu BUMD Provinsi DKI Jakarta,” ujar Direktur Keuangan Bank DKI Sigit Prastowo dalam keterangan tertulis.

Ruas jalan tol yang dibangun bertujuan untuk menambah kapasitas jaringan jalan arteri yang ada serta untuk melayani lalu lintas yang lebih lancar dan lebih baik. Seluruh struktur badan jalan dibangun dengan konstruksi Tol Melayang (Elevated), atau dibangun di atas jalan arteri yang sudah ada, serta infrastruktur yang sudah terbangun sebelumnya. Selain itu, ruas jalan tol yang dibangun juga dirancang untuk meminimalisasi pembebasan lahan dan memaksimalkan pemanfaatan ruang infrastruktur kota yang ada.

BACA JUGA :   Tahun Lalu, MTLA Bukukan Laba Rp 271,34 Miliar

Ruas jalan tol tersebut nantinya akan menyediakan berbagai fasilitas terintegrasi yang memudahkan penggunanya untuk mengakses fasilitas transportasi umum. Sistem Bus Rapid Transit (BRT) on the Toll Road merupakan yang pertama dirancang di Indonesia, yaitu jalan tol yang dilengkapi oleh shelter bus sepanjang koridornya. BRT ini terakomodasi dengan tiga koridor, yaitu Blue Line, Red Line, dan Green Line. BRT juga melayani perjalanan jarak jauh dengan jarak antar shelter 3 hingga 4 kilometer.

Dikatakan Sigit Prastowo, hingga November 2018, portofolio kredit sindikasi Bank DKI kepada sektor infrastruktur, transportasi dan kelistrikan mencapai Rp6,14 triliun. Adapun total penyaluran kredit sindikasi Bank DKI per November 2018 tercatat sebesar Rp8,61 triliun.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*