Saturday , 25 January 2020
Home / Indeks Berita / Perbaikan Darurat Tanggul Bendung Grobogan Selesai Dalam Tiga Hari

Perbaikan Darurat Tanggul Bendung Grobogan Selesai Dalam Tiga Hari

Tanggul Bendung Glapan Grobogan
Proses perbaikan darurat tanggul Bendung Glapan, Kabupaten Grobogan

UMUM – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengintruksikan agar perbaikan darurat tanggul Bendung Glapan, Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah yang jebol akibat hujan lebat pada Rabu (8/1/2020) malam selesai dalam tiga hari ke depan. Hal tersebut dikatakan Menteri Basuki untuk mengantisipasi perkiraan BMKG yang menyatakan potensi curah hujan tinggi masih akan berlangsung hingga Februari 2020.

“Ini harus segera diselesaikan dalam waktu dua tiga hari ini, kita tutup dulu sementara, nanti permanennya akan kita lanjutkan. Untuk bantuan penanganan, saya akan tunjuk langsung BUMN Karya untuk mengerjakannya, karena ini merupakan kondisi darurat,” kata Menteri Basuki saat meninjau lokasi tanggul Bendung Glapan, Sabtu (11/2) lalu.

BACA JUGA :   Jalan Trans Papua Ruas Jayapura-Wamena Terus Ditingkatkan

Setelah perbaikan sementara selesai, Menteri Basuki mengungkapkan akan segera melanjutkan perbaikan permanen tanggul bendung tersebut pada tahun 2020 ini. “Untuk perbaikan permanennya sudah kami siapkan desainnya, saat ini dalam proses lelang. Keduanya sedang kami kerjakan dan harus cepat diselesaikan,” ujarnya.

Menurut Menteri Basuki, secara umum kondisi banjir di Kota Semarang sudah jauh berkurang dari tahun-tahun sebelumnya setelah Kementerian PUPR secara bertahap dan terpadu melakukan penanganan banjir Kota Semarang mulai dari hulu seperti pembangunan Bendungan Jatibarang hingga ke hilir seperti pembangunan kanal banjir, normalisasi sungai, tanggul rob, stasiun pompa, kolam retensi, termasuk bendung gerak di Kanal Banjir Barat (KBB).

BACA JUGA :   Jelang Asian Para Games 2018, Wisma Atlet Akan Di Kelola INAPGOC

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Ruhban Ruzziyatno mengatakan, jebolan di Bendung Glapan tepatnya pada tanggul sebelah kiri disebabkan meluapnya aliran air Sungai Tuntang yang berasal dari hujan di hulu dengan curah hujan yang tercatat mencapai 57mm/jam.

Menurutnya untuk penanganan kontruksi yg dilaksanakan yakni tanggul darurat sepanjang kurang lebih 30 meter menggunakan pancang bambu dan diisi geobag. “Saat ini penanganan darurat lapangan sedang dilaksanakan oleh tenaga kerja sebanyak 50 orang dan akan ditambah lagi sebanyak 100 orang. Sedangkan untuk alat berat yang dikerahkan sebanyak 3 excavator,” kata Ruhban.

BACA JUGA :   Kembangkan Mixed Use, Sinar Mas Land Dan Kawan Lama Group Kerjasama

Sedangkan untuk perbaikan permanen, akan dilakukan perbaikan kembali ke kondisi semula ditambah dengan peninggian parapet agar saat curah hujan tinggi, air tidak kembali melimpas. Ditargetkan konstruksi dapat dimulai sekitar April 2020 dengan perhitungan kebutuhan biaya semula untuk rehab intake dan jaringan irigasi di sisi kiri Bendung Glapan (Daerah Irigasi Glapan Barat) sebesar Rp 34 miliar dan dan sisi kanan (DI Glapan Timur) sebesar Rp 77 miliar. Dengan adanya tanggul yang jebol, maka biaya konstruksi akan dihitung ulang sesuai kebutuhan.

Bendung Glapan merupakan bendung peninggalan Belanda tahun 1852 untuk mengairi saluran irigasi. Bendung tersebut memiliki lebar 90 meter dengan kapasitas debit untuk DI Glapan Barat sebesar 13,57 m3/detik dan DI Glapan Timur sebesar 11,71 m3/detik untuk mengairi irigasi seluas 8672 ha.

Check Also

Logo Baru, Meikarta Giat Rampungkan Seluruh Tower Di District 1

Properti : Tahun 2020, Meikarta tampil dengan semangat baru melalui hadirnya jajaran manajemen dan logo …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 167

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link