Sunday , 20 August 2017
Home » Breaking News » Permintaan Ruang Kantor di CBD Menurun

Permintaan Ruang Kantor di CBD Menurun

www.ciputranews.com

www.ciputranews.com

Terbatasnya ketersediaan ruang kantor baru di wilayah Central Business District (CBD) Jakarta menurun. Angela Wibawa selaku Head of Markets dari Jones Lang LaSalle (JLL) mengatakan, “Penurunan permintaan ruang kantor di CBD menunjukkan penurunan sebesar 37 % atau sekitar 13.400 m2 dari triwulan sebelumnya.” Hal ini disebabkan oleh terbatasnya ketersediaan ruang perkantoran baru,namun secara keseluruhan tingkat hunian perkantoran di CBD masih tinggi yaitu di sekitar 94%.

Sedangkan harga sewa rata-rata ruang kantor di CBD tidak mengalami banyak perubahan yang signifikan yaitu sekitar 1,7 %. Hal ini terjadi karena penyesuaian kenaikan kurs mata uang dollar Amerika terhadap rupiah pada harga sewa gedung perkantoran premium dan Grade A.

Namun, untuk tingkat penyerapan ruang kantor diluar CBD terjadi kenaikan yang cukup signifikan, yakni sebesar 38.900 m2. Ini merupakan penyerapan yang cukup tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya dan setara dengan penyerapan yang terjadi pada tahun lalu dalam periode yang sama. Tingkat penyerapan diluar CBD terjadi pada perkantoran dalam kategori Grade C.

Secara kumulatif penyerapan bersih (Net Take-Up) ruang perkantoran diluar CBD tahun 2014 sampai dengan triwulan III 2014 adalah sebesar 78.000 m2. Adapun tingkat hunian perkantoran di luar CBD masih stabil pada tingkat 90%. Pasokan baru ditandai dengan adanya 3 gedung perkantoran grade B dan C di Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat.

Share artikel ini dengan teman