Monday , 19 November 2018
Breaking News
Home / Indeks Berita / Pilih Pergi Liburan Atau Beli Rumah?

Pilih Pergi Liburan Atau Beli Rumah?

Pengunjung memadati booth-booth di hari terakhir IPEX 2017

TIPS&TRIK – Beberapa hari lalu, pemerintah telah mengumumkan soal hari libur nasional dan cuti bersama untuk 2018. Wah, 2017 saja belum selesai lho.

Dikutip dari rumah123.com, ada kabar gembira buat kamu para generasi milenial yang memang doyan piknik dan berwisata. Wisata bagi generasi milenial memang penting. Mereka memilih untuk piknik dan mencari pengalaman ketimbang memiliki rumah.

Ada sejumlah hari libur nasional yang berdekatan dengan akhir pekan alias sabtu minggu. Ada juga hari libur nasional yang berselang satu hari dengan akhir pekan. Nah, ini hari kejepit yang dinanti. Kamu hanya perlu mengambil satu hari cuti dan selanjutnya kamu bisa libur empat hari beruntun.

Setiap bulan kecuali Juli, September, Oktober ada hari libur dengan skema di atas. Kamu bisa berlibur setidaknya tiga atau empat hari. Libur tiga empat hari? Wah, saatnya kamu menyiapkan tas dan koper nih. Kamu mau ke mana? Yogyakarta, Bali, Lombok, atau mungkin ke Raja Ampat di Papua?

Kalau ke luar negeri, sepertinya tiga empat hari bisa dihabiskan di Singapura, Malaysia, atau Thailand? Kalau liburan ke Eropa, Jepang, atau tempat lainnya, kamu harus menambah cuti lagi.

Kalau mengkalkulasikan jumlah libur ini ada pada Januari (libur 3 hari), Februari (libur 3 hari), Maret (libur 6 hari), April (libur 4 hari), Mei (libur 8 hari), Juni (6 hari libur), Agustus (libur 3 hari), November (libur 4 hari), dan Desember (libur 8 hari), maka jumlahnya mencapai 45 hari libur.

Wow, kamu punya waktu libur hingga 45 hari lho. Mudah-mudahan cuti kamu disetujui atasan ya. By the way, perhitungan ini mengabaikan kalau kamu mungkin lebih memilih mudik Lebaran, puasa Ramadan, libur Natal, atau libur keagamaan lainnya.

Seandainya ada perhitungan sederhana soal liburan ini, berapa banyak sih yang kamu habiskan? Seandainya, kamu berlibur seorang diri menuju ke tempat yang sama (misalkan Bali) dan menginap di hotel yang sama, maka jumlahnya bakal mencengangkan lho.

Kamu pergi dalam sembilan perjalanan. Jika tiket pesawat ke Bali diasumsikan Rp1 juta sekali terbang, maka kamu akan menghabiskan Rp18 juta pulang pergi. Jika melihat harga tiket pesawat di situs perjalanan Traveloka, harganya terentang dari Rp519 ribu hingga Rp4 juta.

Kalau melihat situs yang sama, kamu bisa mendapati kalau harga menginap di hotel berbintang lima terentang dari Rp700 ribu hingga Rp9,6 juta. Seandainya kamu bisa mendapatkan harga menginap di hotel dengan harga Rp1 juta per malam. Ya, kalikan saja Rp1 juta dengan 45 hari, hasilnya adalah Rp45 juta.

Jadi biaya berwisata kamu pada 2018 nanti bisa mencapai Rp63 juta, hasil dari tiket senilai Rp18 juta dan hotel sebesar Rp45 juta. Ini hanya asumsi saja, bisa saja lebih besar atau lebih kecil.

Ini juga belum menghitung biaya makan lho. Kalau kamu makan per harinya selama berwisata mencapai Rp300 ribu (3 kali makan per hari, setiap makan Rp100 ribu), berarti kamu menghabiskan uang Rp10,5 juta. Biaya ini juga tidak menghitung kalau kamu doyan wisata kuliner.

Semua ini pun belum menghitung biaya pengeluaran lainnya seperti oleh-oleh, biaya sewa mobil, transportasi dari dan ke bandara, serta biaya lainnya. Belum lagi kalau kamu doyan berbelanja. Waduh, bisa jadi biayanya akan besar sekali.

Pernah membayangkan kalau uang Rp73,5 juta ini dialihkan untuk membeli hunian (apartemen atau rumah). Kamu sudah bisa mendapatkannya uang muka (down payment) lho.

Nah, kalau kamu sebagai generasi milenial masih merasa kesulitan mengumpulkan DP, coba cek berapa biaya jalan-jalan dalam setahun? Coba kamu alihkan untuk membeli hunian dan mulai berinvestasi properti.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*