Friday , 20 September 2019
Home / Nasional / Ekonomi / Pilpres 2019 Lancar dan Aman, Emiten Properti Bakal Kembali Bergairah

Pilpres 2019 Lancar dan Aman, Emiten Properti Bakal Kembali Bergairah

Saham properti diprediksi kembali menarik untuk dikoleksi (poto : katadata.co.id)

BERITA PROPERTI – Usainya agenda pemilu 2019, di atas kertas akan menggairahkan lagi industri properti, mengingat para investor properti tak lagi dihadapkan kondisi yang membuat mereka bersikap wait and see. Analis Maybank Kim Eng Sekuritas Aurellia Setiabudi menyebut, agenda pemilu sangat dinantikan calon pembeli properti.

Saat hasil pemilu terlihat, investor diperkirakan mendapat kepastian langkah kebijakan ekonomi pemerintahan terpilih untuk lima tahun mendatang. Ia memprediksi, penjualan properti akan meningkat setelah libur lebaran. Meredanya kekhawatiran investor terhadap sentimen pemilu membuat emiten di sektor properti lebih leluasa.

Pihak emiten bisa mempertimbangkan untuk mengembangkan proyek properti yang ditujukan untuk segmen pembeli akhir atau end-user dan investor. Sejauh ini, pelaku usaha properti memprioritaskan proyek untuk kalangan end-user yang notabene permintaannya selalu ada dan tak terpengaruh sentimen pemilu.

BACA JUGA :   Dikunjungi Donald Trump Jr, Saham Properti Perusahaan Hary Tanoe Sempat Naik

“Pada intinya kenaikan permintaan dari calon pembeli end-user dan investor adalah sinyal yang positif di sektor properti,” ungkap Aurellia, Jumat (28/4). Setali tiga uang, Analis Danareksa Sekuritas Victor Stefano bilang, berakhirnya pemilu akan meningkatkan lagi minat investor properti.

Ia pun menilai, emiten properti sebenarnya dapat kembali melirik peluang untuk menggarap proyek ruko dan apartemen pada semester dua nanti. Kedua jenis bangunan ini secara historis diminati pembeli dari kalangan investor. Namun, perlu diingat, karena mayoritas investor properti sempat wait and see sebelum pemilu.

Dalam hal ini, masih banyak ruang atau unit apartemen dari emiten properti yang belum terjual, sehingga industri apartemen masih oversupply. “Harga apartemen pun sulit naik secara signifikan jika kondisinya masih oversupply,” ujarnya, akhir pekan lalu. Di sisi lain, penjualan rumah tapak untuk pembeli akhir masih cukup stabil.

BACA JUGA :   Rayakan 25 Tahun, ERA Apresiasi Top Broker

Didukung kebutuhan tempat tinggal, ekspektasi stabilnya tingkat suku bunga acuan tahun ini menjadi katalis positif bagi industri rumah tapak. “Kemungkinan permintaan yang lebih tinggi rumah tapak datang di tahun depan usai suku bunga acuan benar-benar turun,” jelas Victor.

Ia menjagokan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) lantaran valuasi harganya masih menarik. Namun, saham emiten seperti PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) pun patut dilirik .

Aurellia juga menjadikan SMRA sebagai saham sektor properti pilihan di tahun ini dan merekomendasikan beli dengan target Rp 1.550 per saham. Hal ini ditopang rencana emiten tersebut yang lebih banyak menjual properti di segmen menengah ke bawah yang potensi permintaannya masih besar. (Artha Tidar, dari berbagai sumber)

Check Also

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono

Sah, Anggaran PUPR Di 2020 Sebesar Rp 120,21 T, Khusus Perumahan Rp 8,48 T

EKONOMI – Alokasi anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam RAPBN TA 2020 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit Edisi Terbaru

Majalah Property&Bank
Edisi. 163

Pesan Sekarang!
close-link