Thursday , 17 October 2019
Home / Indeks Berita / Pilpres Usai, Investor Asing Segera Ramaikan Bisnis Properti Dalam Negeri

Pilpres Usai, Investor Asing Segera Ramaikan Bisnis Properti Dalam Negeri

Investor asing melirik Indonesia sebagai tujuan investasi, khususnya di sektor perumahan. (thejakartapost.com)

BERITA PROPERTI- Sejumlah investor asing ternyata masih tertarik menggarap bisnis properti di Indonesia. Namun, mereka baru akan bergerak aktif usai pemilihan presiden (pilpres) tuntas secara keseluruhan. Vice President Coldwell Banker Dani Indra Bhatara mengatakan, tahun ini investasi asing di sektor properti masih tetap tinggi.

“Kami melihat beberapa pengembang asing mulai masuk ke Indonesia dan saat ini bersiap untuk kerja sama dengan pengembang lokal untuk mengembangkan properti di berbagai lokasi,” seperti dilansir Bisnis.com. Selain itu, Dani menambahkan bahwa saat ini juga mulai banyak pengembang asing yang baru masuk.

Sebagian besar pengembang itu berasal dari kawasan Asia seperti Jepang, Singapura, Malaysia, Korea Selatan, dan China. “Sesudah pemilu mulai bergerak lagi, biasanya sentimennya bergerak positif,” ujar dia. Hal yang menarik, kata Dani, saat ini pendanaan proyek properti juga masih terbuka.

Pengembang lokal banyak yang bisa memanfaatkan kerja sama dengan investor asing untuk sumber dana alternatif. Pihak asing masih melihat Indonesia sebagai tujuan yang menarik karena tingginya potensi pembeli dan imbal hasil investasi yang baik. Menurut Dani, imbal hasil sektor properti di Indonesia lebih tinggi.

BACA JUGA :   Sentul City-Sumitomo Komit Bangun Properti Inovatif

Bahkan jika dibandingkan dengan negara di Asia lainnya. Namun, investor asing masih menghadapi sejumlah kendala, seperti nilai tukar rupiah yang tak stabil dan aturan yang kerap berubah. Selain itu, pencarian lahan yang sesuai dengan rencana pengembangan dan mencari partner yang saling menguntungkan juga dinilai masih sulit.

Hal senada juga diungkapkan Associate Director Investment Service Colliers Indonesia, Aldi Garibaldi. Ia mengatakan kesulitan likuiditas juga menjadi hambatan, karena behubungan dengan kemudahan investor asing menerima imbal hasil investasi.

“Potensi ada, hanya tidak mudah. Indonesia tetap dilirik dan laris. Tapi, investor biasanya lihat Vietnam dulu, baru Indonesia. Sebab melihat pertumbuhan ekonomi dan nilai tukarnya,” jelasnya. Saat ini, Aldi menyebutkan, sektor properti yang menjadi primadona bagi investor asing yang masuk ke Indonesia adalah sektor residensial.

BACA JUGA :   Bantuan Pembangunan Fisik Perumahan 2019 Sebesar Rp 7,57 Triliun

Sedangkan, sektor perkantoran dan kawasan industri baru mulai naik daun. Pengembang asing yang baru saja meluncurkan produk adalah pengembang Singapura, Samanea, yang digandeng CFLD International (Indonesia), untuk menggarap pengembangan pusat perbelanjaan yang bertempat di Tangerang New Industry City (TNIC).

Samanea telah menandatangani persetujuan pembelian lahan seluas 7,6 hektare di Tangerang New Industry City pada 6 April 2019 lalu. Rencananya, TNIC akan dilengkapi dengan infrastruktur kelas dunia dan fasilitas premium yang akan dibangun melalui kerja sama yang berkesinambungan.

Proyek Samanea di Tangerang New Industry City ini juga bertujuan membangun platform yang dapat menghubungkan calon investor lainnya dengan para pedagang dan konsumen sehingga membantu membangun merek dan jaringan operasi mereka di wilayah DKI Jakarta dan seluruh Indonesia. (Artha Tidar)

Check Also

Morotai

Pembangunan 6 Jembatan dan Jalan Lingkar Morotai Maluku Utara Dilanjutkan

INFRASTRUKTUR – Pulau Morotai sebagai salah satu pulau terluar dan terdepan di wilayah perbatasan Indonesia …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 164

Klik Disini
close-link