Sunday , 24 February 2019
Breaking News
Home / Apa Kabar / Politik Properti dan Sumber Dana Murah

Politik Properti dan Sumber Dana Murah

Cover Property&Bank edisi 156

APA KABAR – Pembaca, apa kabar Anda semua? Kembali kita bersua dalam ruang baca Anda. Harapan dan doa kami semuanya bisa mengawali tahun 2019 ini dengan semangat yang kuat dan lebih sukses. Aaminn.

Pemilu serentak 17 April 2019 tinggal menghitung hari. Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta Anggota Dewan yang dilaksanakan pertama kalinya bersamaan sekaligus, diyakini tidak membawa pengaruh yang besar. Meski ada sebagian pengusaha, investor dan pembeli melakukan aksi wait and see, bisnis properti dan perumahan tanah air dipastikan tetap berjalan normal. Kedewasaan masyarakat dalam berdemokrasi dalam beberapa Pemilukada membuktikan, berjalan aman meski ada muncul beberapa ketidakpuasan.

Ketua Umum DPP REI, Soelaeman “Eman” Soemawinata menegaskan, tahun politik tidak memiliki pengaruh yang besar terhadap ekonomi. “Bagi kami pengusaha, tekanan dari sektor keuangan atau pun pajak, lebih memberatkan dibanding tahun politik,” tukasnya. Eman merujuk data terus menggeliatnya perekonomian sejak awal tahun 2018 lalu. Pertumbuhan kredit perbankan di akhir 2018 dan awal 2019 yang terus menanjak naik membuktikan analisa Eman.

BACA JUGA :   Eureka Group dan Top 100 Property&Bank

Eman juga mensinyalir banyak pengembang yang sudah ambil ancang ancang sejak 2018 lalu untuk meluncurkan proyek barunya. Harapannya pada tahun politik 2019 ini sudah bisa berjalan dan memasuki pasar. Eman yakin, sesuai peran strategis industri properti, baik dalam penyediaan rumah untuk rakyat, penyediaan inftastruktur, peningkatan PAD dan pajak, properti akan terus meningkat ada atau tidak adanya tahun politik.

Selain itu, masih besarnya kebutuhan rumah untuk tempat tinggal yang belum terpenuhi serta kebutuhan akan ruang bisnis dan lainnya, membuat permintaan terus bertumbuh, seiring kebutuhan yang tetap tinggi. Pembangunan infrastruktur yang masif juga membuat terus berkembangnya Kawasan baru dan meningkatnya permintaan. Sejumlah wilayah yang kini terbelah oleh dibukanya jalan tol atau LRT, turut mendongkrak kenaikan nilai properti dan terbukanya Kawasan hunian dan bisnis baru.

BACA JUGA :   Berbisnis Dengan Hati dan Penantang Pasar

Yang menarik disigi di tengah tahun politik ini adalah, munculnya gairah sejumlah pengembang properti dan perumahan mencari alternatif permodalan dari sumber jangka panjang yang murah. Salah satunya dari Pasar Modal.  Jika sebelumnya didominasi oleh pengembang papan atas dan pengembang plat merah, kini pengembang menengah pun ramai ramai melirik pasar modal guna berburu dana murah. Mulai dibukanya pengetatan regulasi bagi emiten yang akan melantai, membuat kini banyak perusahaan properti yang melirik.

Apalagi saat ini, menurut data BEJ,  dari sekitar Rp 800 T market capiltalisation  perusahaan yang melantai di bursa, perusahaan sektor properti baru tercatat 52 perusahaan, atau sekitar Rp 264 T. Baru sekitar 33% dari seluruh perusahaan yang melantai. Masih ada sekitar 3 sampai 4 kali perusahaan properti yang berlum terkonsolidasi. Artinya, masih terbuka sangat besar bagi perusahaan pengembang properti dan perumahan untuk menjual saham dan mendapatkan dana murah di Pasar Modal. Bersama Vier Corp, perusahaan sang legenda pasar modal yang siap menjadi stand by buyer bagi saham-saham properti yang akan IPO, Majalah Property&Bank akan menggelar sejumlah workshop bersama sejumlah asosiasi terkait untuk memperkenalkan peluang menjual saham di bursa bagi perusahaan properti, perbankan dan produsen bahan bangunan yang tertarik melantai di bursa saham. Menyitir tagline sebuah maskapai penerbangan, setiap pengembang properti kini bisa IPO. Salam sukses !

Pemimpin Redaksi Property&Bank
Indra Utama

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*