Sunday , 24 March 2019
Home / Properti / Apartemen & Perhotelan / PPRO Bangun Apartemen Tana Babarsari, Proyek Akuisisi Di Yogyakarta

PPRO Bangun Apartemen Tana Babarsari, Proyek Akuisisi Di Yogyakarta

Direktur Realti PT PP Properti Tbk (PPRO) Galih Saksono menjelaskan apartemen terbaru di Yogyakarta

BERITA PROPERTI – Daerah Istimewa Yogyakarta masih dikenal sebagai kota pelajar, meskipun belakangan sejumlah kota-kota di Indonesia juga fokus mengembangkan diri sebagai alternatif pilihan seperti Bandung atau Malang. Perguruan tinggi dan universitas yang ada di Yogyakarta memang lebih lengkap dan banyak pilihan.

Hal ini mendorong PT PP Properti Tbk (PPRO) untuk mengembangkan apartemen sebagai pilihan bagi mahasiswa di Yogyakarta. Diperkirakan, ratusan ribu mahasiswa baru yang datang ke kota gudeg ini setiap tahunnya. Mereka berasal dari berbagai wilayah di Indonesia dengan latar belakang ekonomi berbeda.

“Jumlah mahasiswa di Yogyakarta sekitar 350.000 lebih yakni gabungan antara Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Kondisi inipun seolah menjadi tambang emas bagi developer properti untuk membangun apartemen, yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung mahasiswa generasi milenial,” ujar Direktur Realti PT PP Properti Tbk (PPRO) Galih Saksono dalam siaran tertulis.

BACA JUGA :   Intiland Bagikan Dividen Rp51,33 Miliar

PPRO telah memperkenalkan proyek apartemen terbaru di Yogyakarta yang ditujukan untuk mahasiswa yang merupakan proyek akusisi dari pengembang lokal. Galih mengakui, sebenarnya PPRO sudah lama ingin masuk ke Yogyakarta. Hanya saja pihaknya sangat menghargai moratorium yang ada di daerah tersebut..

Dikatakan Galih, PPRO punya konsep apartemen dengan diferensiasi tinggi yang telah dikembangkan di beberapa kota di Indonesia. PPRO telah mengembangkan apartemen pertama di Indonesia yang bebas anti narkoba besutan PPRO, yakni Evenciio (Depok). Kemudian dilanjutkan apartemen The Alton (Semarang), apartemen Begawan (Malang), Louvin (Jatinangor, Bandung), apartemen Mazhoji (Depok).

“Seperti menemukan jodohnya, usai mengakuisisi salah satu pengembang swasta Yogyakarta, kami berkomitmen mengembangkan hunian buat mahasiswa di Yogyakarta dengan konsep apartemen yang bebas penyalahgunaan narkoba,” lanjut Galih. Sebagai anak perusahaan dari BUMN terkemuka PT PP (Persero) Tbk. Galih menambahkan PPRO adalah satu-satunya anak perusahaan BUMN yang sudah menjadi perusahan terbuka.

BACA JUGA :   Jakarta Garden City Kian Agresif

Sebagai bentuk upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), lanjut Galih, PPRO memang merancang program untuk membantu Badan Narkotika Nasional (BNN) mencegah dan memberantas narkoba di lingkungan apartemen, terutama produk-produk apartemen PPRO yang membidik segmen mahasiswa. Upaya ini pun diapresiasi dalam bentuk penghargaan dari BNN pada puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2018 di Sukabumi, Juli 2018 lalu.

“Apartemen yang berlokasi di kawasan Babarsari bernama apartemen Tana Babarsari dan merupakan apartemen pertama di Yogyakarta yang berkonsep anti penyalahgunaan narkoba. Investasi yang ditanamkan sebesar Rp 150 miliar,” imbuh Galih. Secara korporasi pihaknya tahun lalu telah melakukan kerjasama dengan BNN.

Project Director apartemen Tana Babarsari PPRO Rudi Wahyu PW mengatakan, ada tiga ciri utama kota ini yakni kenyamanan, kemudahan dan keramahan. Terinspirasi dari kota yang  sering membuat kangen banyak orang ini, apartemen Tana Babarsari dibangun dengan nuansa premium millennial student apartment yang nyaman, mudah dan ramah.

BACA JUGA :   Grand Dadap Residence Target Serah Terima 2017

Lokasi Tana Babarsari sangat dekat bandar udara Adisucipto, kata Rudi dan beberapa universitas ternama seperti UGM, UPN, Universitas Atmajaya, STT Nasional dan STIE YKPN, pusat perbelanjaan, hotel, rumah sakit  adalah fasilitas-fasilitas penunjang yang melingkari apartemen Tana Babarsari.

“PPRO tidak sekadar menciptakan konsep arsitektur dan desain ruang bagi sebuah hunian mahasiswa namun berusaha agar setiap bangunan diciptakan dapat menjadi tempat yang nyaman, menyelaraskan kehidupan mahasiswa saat sedang belajar dengan memberikan fasilitas-fasilitas penunjang,” ujar Rudi.

Selain itu, tambah Rudi, sejumlah fasilitas seperti co-working space with hi-speed wifi, modern and etnical amphitheatre, comfort jogging track, challenged mountain bike track, e-library, swimming pool, dan sky garden melengkapi apartemen ini.  Apartemen ini juga sepenuhnya memberikan dukungan terhadap upaya bisnis start up dilakukan mahasiswa. Sehingga apartemen menyediakan co working space bagi mahasiswa yang hobi berbisnis terutama digital.

BACA JUGA :   Astra Modern Land Luncurkan Matana, Cluster Kedua Di Asya

“Apartemen Tana Babarsari juga telah bekerjasama dengan kelompok usaha Kompas Gramedia kelak menyediakan lebih dari 7.000 judul buku yang dapat didownload gratis oleh para penghuninya. Kami pun sangat menyesuaikan dengan budaya Yogya, termasuk dari sisi bangunan akan ada konsep seperti batik menjadi khas Yogja,” katanya.

Seluruh perizinan apartemen ini sudah selesai dan telah memiliki IMB tertanggal 17 Juli 2017. Izin itu didapatkan karena pihaknya melakukan akuisisi terhadap salah satu pengembang swasta yang sebelumnya sudah memiliki izin bangunan sejak lama. Ia optimis produk teranyar PPRO ini mendapat sambutan yang antusias dari masyarakat Yogyakarta dan kota-kota sekitarnya.

“Puluhan unit dari dua tipe yang ditawarkan yakni tipe 1 bedroom dan 2 bedroom telah dipesan. Tak hanya lewat pameran di Mal, open table di kampus-kampus. Beberapa konsumen datang langsung ke  site proyek dan marketing office  guna ingin mendapatkan penjelasan rinci dan memesan unit-unit apartmen Tana Babarsari,” papar Rudi.

BACA JUGA :   PPRO Rilis Apartemen Mahasiswa Di Malang

Dirinya optimistis pelaksanaan groundbreaking dalam waktu dekat, unit-unit di Tower 1 Tana Babarsari akan terserap habis dari total 262 unit yang dijual di tower 1. Dari tiga tower yang dibangun, di area ini PPRO akan mengembangkan sekitar 700 unit apartemen,  tipe 1 bedroom dengan luas 21 m² dan 2 bedroom dengan luas 44,75 m². Harganya berkisar 400 jutaan dengan empat tipe cara kemudahan pembayaran yakni tunai keras, installment 24x, installment 36x dan kredit pemilikan apartemen (KPA.

Check Also

Skema KPBU Guna Percepatan Pembangunan Infrastruktur Terus Didorong

INFRASTRUKTUR – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melakukan pembangunan infrastruktur …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Telah Terbit Edisi Terbaru

Majalah Property&Bank
Edisi. 157

Pesan Sekarang!
close-link