Program BP2BT PUPR Gandeng Bank Dunia | Property & Bank
Sunday , 17 December 2017
Home / Indeks Berita / Program BP2BT PUPR Gandeng Bank Dunia

Program BP2BT PUPR Gandeng Bank Dunia

Rumah Khusus Nelayan di Sulawesi Selatan

Rumah Khusus Nelayan di Sulawesi Selatan

BERITA PROPERTI-Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) melalui Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan menggandeng Bank Dunia  untuk Program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dalam memperoleh rumah bersubsidi. Saat ini Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan tengah melakukan pertemuan dan pembahasan yang intensif dengan Bank Dunia guna mewujudkan program BP2BT.

Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan, KemenPUPR, mengatakan bahwa program dimaksud diperuntukan baik bagi pekerja formal mupun informal yang selama ini memiliki keterbatasan akses ke perbankan. “Kami tengah merancang program bantuan pembiayaan berdasarkan tabungan. Jadi pekerja informal diharuskan menabung terlebih dahulu dengan jangka waktu tertentu sekitar enam bulan sampai satu tahun. Setelah mencapai jangka waktu yang ditentukan maka pekerja informal dapat memperoleh bantuan dari pemerintah berupa uang muka,” ujar Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan, KementerianPUPR, Maurin Sitorus dalam siaran pers.

Kerja sama dengan Bank Dunia ini berupa bantuan untuk pembiayaan perumahan bersubsidi sebesar USD197 Juta. Rencananya Program BP2BT ini akan menargetkan sebanyak 715.000, unit rumah bersubsidi untuk MBR. Rata – rata bantuan yang akan diberikan untuk MBR ini diperkirakan sebesar Rp. 27 juta rupiah per rumah tangga.

“Kami saat ini sedang membahas tentang Peraturan Pemerintah tentang Tapera. Tapera ini harus sudah diimplementasikan pada Maret 2018. Apabila ada masukan dari Bank Dunia, kami persilahkan,” sambung Maurin Sitorus.

Untuk program BP2BT ini rencananya pemerintah juga akan menggandeng beberapa Bank pelaksana. Ada beberapa bank yang berpotensi untuk ikut serta dalam program BP2BT diantaranya, Bank BRI, Bank Artha Graha, dan Bank BTN. Selain itu, Program ini akan melibatkan juga lembaga asuransi atau jaminan lainnya, seperti Jamkrindo.

Task Team Leader dari Bank Dunia, Taimur Samad meminta pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan menyiapkan hal – hal lainnya, seperti Kepmen (Keputusan Menteri), Permen (Peraturan Menteri) maupun SK (Surat Keputusan) dan peraturan lainnya.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*