Monday , 22 July 2019
Home / Properti / Apartemen & Perhotelan / Progres Meikarta, Konstruksi Empat Tower Selesai dan Lanjut Bangun 52 Lainnya

Progres Meikarta, Konstruksi Empat Tower Selesai dan Lanjut Bangun 52 Lainnya

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mendapatkan pendanaan senilai US$1 miliar atau setara Rp14,2 triliun (kurs Rp14.273 per dolar AS). Raihan dana dari aksi korporasi tersebut akan digunakan untuk memperkuat neraca keuangan perusahaan dan membiayai sejumlah proyek properti.

BERITA PROPERTI – Manajemen PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mengklaim pembangunan Meikarta terus berlanjut meski kasus hukum tengah membelit proyek properti itu. Bahkan, perusahaan akan melangsungkan penyelesaian konstruksi (topping) atas empat tower proyek tersebut pada 1 Agustus 2019 mendatang.

CEO Lippo Karawaci John Riady mengatakan perusahaan juga akan melakukan serah terima kunci kepada pembeli setelah penyelesaian konstruksi tersebut. Setelah itu serah terima kunci, perusahaan akan melanjutkan pembangunan 52 tower sisa. Pembangunan ditargetkan selesai maksimal pada 2021 mendatang.

“Total ada 56 tower, ini totalnya ada 22.500 unit. Jumlah yang sudah terjual ada 65 persen,” ucap John di Jakarta, Kamis (20/6). Sementara, perusahaan mengharapkan 35 persen unit yang tersisa bisa laris dalam waktu 18-24 bulan ke depan. Dengan kata lain, seluruh unit ditargetkan dapat terjual maksimal pada 2021 mendatang.

BACA JUGA :   Progres LRT Cawang-Cibubur Capai 17 Persen

Grup Lippo, kata John, sudah membuat jadwal bahwa pembangunan 56 tower ditargetkan selesai pada kuartal IV 2020 atau kuartal I 2021. Dalam hal ini, perusahaan membagi tower itu dalam dua distrik, yakni District 1 dan University District. “Ini dibagi dua distrik, masing-masing 28 tower (dari 56 tower),” imbuh dia.

John menegaskan pembangunan ini merupakan arahan dari pemerintah. Beberapa unit sudah dibeli, sehingga perusahaan harus menepati janji pada konsumen. “Nggak terganggu (dengan proses hukum), kami kan mengikuti arahan pemerintah. Kataya disuruh terus jalan, yang penting kan bangun,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Komunikasi Publik Lippo Grup, Danang Kemayan Jati mengatakan pembangunan 56 tower ini dilakukan di atas lahan 84,6 hektare (ha). Lahan tersebut, kata dia, sudah mendapatkan izin resmi dari pemerintah setempat. “Kami bangun di tempat yang sudah ada izinnya,” terang Danang.

BACA JUGA :   Bank BTN Gelar Pameran Di Cibinong

Ia menyebut perusahaan fokus pada pembangunan properti di lahan yang sudah mendapatkan izin. Namun, Danang enggan menjelaskan lebih lanjut proses izin lahan Meikarta lainnya yang mencapai 500 ha. “Total 500 ha itu kan keseluruhan, kami bangun dulu di yang sudah ada izin. Kami bangun dulu apa yang kami janjikan ini,” tegasnya.

Sementara itu, ia tak mengelak jika sempat terjadi pembatalan pembelian oleh sejumlah konsumen beberapa waktu lalu. Namun, jumlahnya lebih kecil dibandingkan dengan tingkat pembelian. Menurutnya, setidaknya ada penjualan sekitar 30 unit-50 unit dalam sebulan.

BACA JUGA :   Cluster Asri di Taman Mini

“Yang beli sama yang mengembalikan banyakan yang membeli, orang yang mengembalikan sedikit karena ada kasus Meikarta jadi dibangun tidak ya, tapi sekarang dibangun,” jelasnya. Sementara, jumlah pembatalan pembelian tak sampai 50 unit. “Tak berpengaruh ke kinerja, itu minor. Penjualan saja sampai 50 unit rata-rata,” jelasnya.

Selain itu, PT Lippo Karawaci Tbk telah mengantongi izin pemegang saham guna menerbitkan saham baru melalui skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue sebesar US$730 juta atau Rp10,22 triliun. Harga pelaksanaan rights issue ditetapkan sebesar Rp235 per saham.

Danang mengungkapkan raihan dana dari aksi korporasi tersebut akan digunakan untuk memperkuat neraca keuangan perusahaan dan membiayai sejumlah proyek properti. Dalam hal ini, manajemen akan mengutamakan proyek Meikarta.

BACA JUGA :   Bangun Pipa Air Bersih, SPS Group Diganjar Award

“Usai memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), rencana rights issue ini tunduk pada pernyataan pendaftaran rights issue dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” ungkapnya lagi. Rencananya, rights issue akan diterbitkan pada semester I 2019.

Artinya, perusahaan paling lambat merilis saham baru itu pada Juni 2019. Danang mengatakan Lippo Karawaci sebelumnya mendapatkan dana segar sebesar US$280 juta atau Rp3,92 triliun dalam bentuk tunai dari PT Inti Anugerah Pratama (IAP) sebagai pemegang saham perusahaan dan anak usaha yang seluruh sahamnya dimiliki oleh IAP.

“Penyetoran lebih awal ini merupakan penyetoran modal di muka untuk bagian hak dari IAP dalam rights issue,” tambahnya. Bila dijumlah, total dana yang akan diraih  Lippo Karawaci mencapai Rp14,14 triliun. Selain proyek Meikarta, manajemen akan melakukan pembayaran sebagian kewajiban utang demi memperbaiki profil jatuh tempo.

BACA JUGA :   Berburu Hunian Jangkung ke Barat Ibukota

Ia memaparkan perusahaan membukukan kenaikan pendapatan 18 persen sepanjang tahun lalu dari Rp10,5 triliun menjadi Rp12,5 triliun. Mayoritas peningkatan itu diraih dari penjualan investasi di first REIT dan divisi Healthcare. “(Dua sumber pendapatan itu) menyumbang hampir setengah dari total pendapatan perusahaan,” sebutnya.

Selain itu, divisi Development berkontribusi sebesar 37 persen dan divisi Komersial 3 persen terhadap total pendapatan Lippo Karawaci. Berkat pertumbuhan pendapatan, laba perusahaan ikut naik menjadi Rp695 miliar dari sebelumnya Rp614 miliar. Pada 2019, dividen pemegang saham tak dibagi dan menahan laba bersih sepanjang 2018. (Artha Tidar)

Check Also

Siap Dihuni ASN, 51 Tower Rusunawa Ditjen Imigrasi Batam Selesai Dibangun

RUMAH SUSUN – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit Edisi Terbaru

Majalah Property&Bank
Edisi. 161

Pesan Sekarang!
close-link