Wednesday , 28 June 2017
Home » Properti » Apartemen & Perhotelan » Properti Di Jabodetabek Diprediksi Tetap Tumbuh

Properti Di Jabodetabek Diprediksi Tetap Tumbuh

Para pembicara diskusi Indonesia Housing Forum: Peluang dan Tantangan Industri Properti di Jabodetabek Semester II-2017.

Para pembicara diskusi Indonesia Housing Forum: Peluang dan Tantangan Industri Properti di Jabodetabek Semester II-2017.

BERITA PROPERTI – Pengamat, perbankan dan pengembang sepakat dan optimis bahwa industri properti di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabotebek) segera tumbuh. Hal ini karena didukung oleh terkendalinya tingkat inflasi 5,1% persen dengan nilai tukar rupiah yang bercokol di level Rp13,200 per dollar Amerika Serikat.

Pengamat Properti dari Savills Indonesia Anton Sitorus mengatakan, dibutuhkan kreatifitas dan inovasi dari para pengembang dan perbankan untuk terus membuat industri properti bertumbuh. Menurutnya, industri properti butuh waktu 1 – 2 tahun ke depan untuk men-judge harga agar sesuai dengan daya beli masyarakat.

“Stagnansi pasar saat ini lebih disebabkan harga jual propeti yang masih belum terjangkau oleh mayoritas konsumen. Selain itu, masalah lain yang juga ikut memperlambat sektor properti adalah harga jual tanah yang terus melambung akibat ulah para spekulan,” ujar Anton Sitorus dalam diskusi Indonesia Housing Forum: “Peluang dan Tantangan Industri Properti di Jabodetabek Semester II-2017”, di Hotel Ambahara, Jakarta Selatan, Selasa (23/5) lalu.

Padahal, jika dilihat dari kebutuhan hunian yang masih tinggi, peluang untuk berkembangnya sektor properti tetap besar. Menurut data, tahun 2015 lalu, kesenjangan antara kebutuhan dan pasokan rumah masih sebesar 11,38 juta unit. Sementara perbankan juga memberikan kemudahan dengan bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) single digit dan down payment (DP) ringan hingga di bawah 5%, bahkan ada yang berani menawarkan DP 0%.

“Industri properti nasional ke depan bakal tumbuh sebesar 12-13% seiringdengan kian jelasnya tanda-tanda perbaikan ekonomi. Bila optimisme industri properti secara bertahap dan konsisten bisa diwujudkan mulai paruh kedua tahun ini, diharapkan backlog rumah akan tuntas pada 2030 mendatang,” kata Kepala Divisi Konsumer PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Sutadi Prayitno.

Selama ini, kata Sutadi, pihaknya terus berupaya mengatasi stagnasi pasar yang terjadi di beberapa wilayah. Selain menawarkan program-program yang lebih kreatif dan inovatif kepada nasabah, kini layanan KPR Bank BRI juga menyebar lebih luas ke hampir 500 kantor cabang di seluruh Indonesia. “Tahun lalu angka KPR kami masih sebesar Rp400 – 500 miliar per bulan, selama empat bulan ini rata-rata mencapai Rp850 – 950 miliar per bulan,” sambung Sutadi.

Sementara itu, Wakil Pemimpin Divisi Penjualan Konsumer PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Yuki N Winanto mengatakan, bagi industri perbankan, saat ini prosentasi KPR merupakan yang terbesar dibandingkan dengan kredit sektor lainnya. Ia membenarkan bahwa selama ini antara satu bank dengan lainnya menawarkan KPR dengan platform dan bunga yang berbeda.

“Hal ini karena sumber dana yang didapat masing-masing bank juga berbeda. Mustahil bank mau merugi, memberikan kredit dengan bunga dibawah cost off fun (biaya dana) yang mereka dapatkan dari pihak ketiga,” tegas Yuki.

Sedangkan di mata pengembang, suhu politik yang kerap dianggap menganggu aktifitas bisnis, sejatinya tidak berlaku bagi sektor properti. “Salah besar jika menganggap kondisi pasar properti sangat tergantung pada kondisi politik, ekonomi, dan daya beli masyarakat. Hal ini karena properti merupakan instrumen investasi jangka panjang,” ungkap Direktur Marketing Kingland Avenue@Alam Sutra Bambang Sumargono.

Ia menggambarkan, dari sisi ekonomi, belum lama ini hasil audit laporan neraca keuangan Indonesia mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari lembaga survei internasional, sehingga masuk dalam kategori investment grade. Daya beli justru jauh diatas ekspektasi dengan menembus angka gini ratio sebesar 121,5% dibandingkan negara lain yang berada dibawah 100%.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*