Wednesday , 28 June 2017
Home » Properti » Apartemen & Perhotelan » Jakarta Timur Berkembang Karena Infrastruktur

Jakarta Timur Berkembang Karena Infrastruktur

Salah satu cluster di Jakarta Garden City.

Salah satu cluster di Jakarta Garden City.

INFRASTRUKTUR – Jakarta Timur dulu dianggap kurang prospektif namun kini terus menunjukkan eksistensinya. Hal ini sejalan dengan pembangunan infrastruktur yang digalakan pemerintah Jokowi, kawasan Jakarta Timur terus bersolek dan siap mendulang potensi besar. Diyakini potensi perkembangannya akan luar biasa.

Menurut Ali Tranghanda  CEO Indonesia Property Watch (IPW), pembangunan infrastruktur disertai harga tanah yang relatif masih rendah dibandingkan wilayah Jakarta lainnya. “Sehingga memberikan peluang tumbuhnya pasar properti lebih tinggi di Jakarta Timur,” imbuh Ali.

Selain itu kondisi harga tanah yang relatif masih rendah dibandingkan dengan wilayah Jakarta lainnya, memberikan peluang bertumbuhnya pasar lebih tinggi. Hal ini membuat pasaran harga tanah perumahan di Jakarta Timur jauh tertinggal dibandingkan wilayah lain, yaitu rata-rata sebesar Rp7,9 juta per m2, dibandingkan Jakarta Barat Rp13,2 juta/m2, Jakarta Utara Rp 17,1 juta/m2, Jakarta Selatan 17,9 juta/m2, dan Jakarta Pusat Rp 18,7 juta/m2.

 ”Beberapa pengembang di wilayah ini masih menawarkan harga rumah di kisaran Rp 1 – 2 miliar yang terbilang masih cukup rendah untuk ukuran rumah di DKI Jakarta,” kata Ali.

Dengan munculnya potensi pembangunan infratstruktur di koridor timur Jakarta, maka pergerakan harga tanah di Jakarta Timur mulai terlihat. Berdasarkan analisis yang dilakukan dalam 3 tahun terakhir, pertumbuhan harga tanah perumahan di Jakarta Timur menempati urutan tertinggi sebesar 5,58 persen per tahun.

Dibandingkan Jakarta Selatan sebesar 4,19 persen, Jakarta Pusat 4,19 persen, Jakarta Barat 4,15 persen, dan Jakarta Utara 2,85 persen. Beberapa wilayah di Jakarta masih diwarnai koreksi harga dikarenakan kenaikan yang terlalu tinggi dalam periode 2010-2012.

Potensi juga muncul melihat arah pergerakan masyarakat dari arah Cikampek sebesar 32,76 persen, menjadi yang tertinggi pergerakan masyarakat ke arah Jakarta. Selain terjadi kemacetan, kondisi ini menyimpan potensi yang luar biasa. Masih belum terkoneksinya ruas-ruas tol di koridor timur membuat banyak potensi pasar properti yang belum muncul di Jakarta Timur. “Namun demikian dengan terhubungnya tol Cakung ke Cilincing-Tanjung Priok akan memberikan potensi yang luar biasa bagi pertumbuhan pasar properti di wilayah sekitarnya,” jelas Ali.

Ali juga mengatakan, meskipun wilayah lainnya masih berpotensi untuk berkembang namun dengan harga tanah yang sudah tinggi maka perkembangan properti lebih ke arah vertikal. Namun untuk pergeseran pasar perumahan landed sangat dimungkinkan ke arah koridor timur Jakarta. Potensi yang cukup besar dengan hadirnya jalur Mass Rapid Transit (MRT) di Jakarta Selatan, masih belum dapat mengalahkan potensi Jakarta Timur.

Dalam perkembangannya, kata Ali, selain pasar perumahan landed yang masih terbuka lebar di Jakarta Timur, khususnya di segmen menengah atas, pasar apartemen dan komersial pun akan semakin berkembang mengejar ketinggalannya dibandingkan dengan wilayah lainnya.

Sebagai salah satu arah pelebaran wilayah dari Kelapa Gading yang terus mengarah ke timur melewati Pulogadung dan Cakung, Jakarta Timur juga menyimpan potensi arah perkembangan dari CBD Jakarta yang terus mengarah ke Cawang ke arah jalur Light Rail Transit (LRT). Melihat hal tersebut maka hampir sebagian besar kawasan Jakarta Timur mempunyai potensi yang tinggi.

Ali menambahkan, dipastikan para pelalu pasar properti akan menjadikan Jakarta Timur sebagai salah satu pertimbangan utama dalam melengkapi portofolio investasinya, tidak terkecuali para retailer internasional seperti Lulu Hypermarket, Aeon Mall, IKEA, bahkan pengembang luar negeri Hongkong Land mulai masuk ke wilayah ini.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*