Wednesday , 21 November 2018
Breaking News
Home / Bahan Bangunan / Proyek Infrastruktur Menggeliat, Utomodeck Fokus Garap Dalam Negeri

Proyek Infrastruktur Menggeliat, Utomodeck Fokus Garap Dalam Negeri

Salah satu stasiun MRT di Jakarta yang digarap oleh Utomodeck Metal Works

BAHAN BANGUNAN – Gencarnya pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintah, berdampak positif kepada industri yang terkait. Seperti produsen baja, atap dan dinding metal yang dikenal dengan PT Utomodeck Metal Works. Sejumlah proyek-proyek infrastruktur beserta fasilitasnya di Jakarta maupun kota-kota lainnya di Indonesia menggunakan produk ini.

“Indonesia memiliki kemampuan dalam hal industri baja ringan, khususnya atap. Oleh karena itu, saat ini kami tetap fokus untuk mengembangkan produksi di dalam negeri, meskipun beberapa produk kami sudah dipakai di Timor Leste dan Makau. Kami optimis pertumbuhan bisnis tahun ini akan meningkat,” ujar Direktur Operasional dan Marketing PT Utomodeck Metal Works Anthony Utomo.

Anthony Utomo mengatakan hal tersebut usai workshop (pelatihan) bertema Dry Construction yang digagas Utomodeck Metal Works, Rabu (23/5) di Hotel Ibis Cawang, Jakarta. Pihaknya, kata Anthony, optimis mengalami pertumbuhan sebesar 20% pada tahun 2018. Hal ini berdasarkan, masih banyaknya pekerjaan infrastruktur yang ditangani oleh Utomodeck Metal Works.

Dari pekerjaan infrastruktur yang ada, Anthony mengaku setiap bulan mampu menangani sebanyak 20 proyek yang pada umumnya milik BUMN.  Saat ini, Utomodeck fokus memproduksi atap dan dinding mental, terutama atap tanpa sambungan. Bahkan, atap terpanjang di dunia ada di Indonesia yang dibangun oleh Utomodeck yakni sepanjang 209 meter. Kapasitas produksi Utomodeck saat ini mencapai 5.000 ton per bulan dari sejumlah pabrik yang ada..

“Kita harus menguasai pasar dalam negeri kita sendiri. Jangan sampai produk dari luar negeri yang mendominasi pasar Indonesia. Produk kami hampir 100 persen menggunakan bahan-bahan lokal. Saat ini kami mengerjakan stasiun untuk proyek LRT. Di Palembang kami garap 13 stasiun dan di Jakarta kami bangun lima stasiun,” jelas Anthony.

Produk Utomodeck sudah tersebar hampir diseluruh penjuru nusantara. Terutama dalam tiga tahun terakhir. Sebelumnya, produk Utomodeck cuma dikenal di pulau Jawa karena memang pembangunan lebih berpusat ke pulau Jawa. Namun, belakangan pembangunan infrastruktur yang lebih merata, mendorong produk Utomodeck juga menyebar pemakaiannya.

Disamping mengerjakan proyek-proyek infrastruktur, Utomodeck juga diaplikasikan di proyek lainnya seperti Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di beberapa lokasi seperti Biak, Tanjung Selor dan Merauke, proyek stadion di Papua, Transpark Cibubur, proyek Colomadu, Trans Studio di Bali dan beberapa proyek milik pemerintah lainnya.

Terkait workshop (pelatihan) yang dilakukan oleh Utomodeck, Anthony Utomo menjelaskan bahwa pelatihan ini sebagai upaya dari Utomodeck dalam memberikan informasi dan pengetahuan kepada pihak-pihak yang terkait dengan industri ini, agar memperbarui pengetahuannya. Pasalnya, industri baja dan atap terus berkembang sesuai dengan tren terkini.

“Dengan kondisi yang terus berkembang, kita harus terus melihat kesiapan sumber daya yang ada. Terlebih lagi pemerintah begitu kencangnya melakukan pembangunan infrastruktur disemua pelosok negeri. Oleh karena itu, kami pun menampilkan pembicara yang sangat berpengalaman yaitu Juan Lugo, tenaga ahli yang berpengalaman lebih dari 20 tahun asal Kolombia. Ia berkiprah di Amerika Latin dan Asia Pasifik,” pungkas Anthony.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*