Thursday , 17 August 2017
Home » Indeks Berita » PT Bhakti Bumi Mandiri Kembangkan Bumi Indonesia

PT Bhakti Bumi Mandiri Kembangkan Bumi Indonesia

Emil Salim bersama manajemen Bhakti Bumi Mandiri

Emil Salim bersama manajemen Bhakti Bumi Mandiri

INSPIRASI – Melihat potensi yang besar terkait bumi Indonesia, PT Bhakti Bumi Mandiri ingin kembali membangkitkan kembali swasembada pangan dengan menjadikan setiap propinsi di Indonesia sebagai kawasan pangan. Mengingat saat ini tak sedikit pangan yang diimpor dari negara tetangga. Bandingkan dengan Jepang dan Thailand yang sektor pertaniannya sudah maju

Konsep integrated farming system adalah sistem pertanian terpadu yang akan dihadirkan di setiap daerah di Indonesia. Komunitas Bumi Indonesia akan memberikan pendampingan dari proses hulu hingga hilir kepada masyarakat untuk menciptakan kawasan pertanian terpadu di daerahnya.

“Proses pendampingan itu mulai dari menyediakan lahan, menyediakan benih, memproduksi dan mengolah hasil panen, membranding dan mengemas produk, hingga memasarkan ke pasar nasional dan mancanegara. Kami juga akan membantu permodalannya,” jelas Direktur Utama PT Bhakti Bumi Mandiri John Turnip.

Segmen yang digandeng untuk menerapkan integrated farming system adalah seluruh Pondok Pesantren (Ponpes) di Indonesia. Sebagai pilot project, komunitas Bumi Indonesia akan menyasar Ponpes di daerah Banten, yang kini jumlahnya mencapai 1.200 ponpes, dengan nilai investasi sebesar Rp 2 triliun.

Anak-anak muda lulusan sarjana dan berprestasi yang ada di komunitas Bumi Indonesia akan mendampingi para santri dan masyarakat dalam menjalankan sistem pertanian terpadu. Sebagai tahap awal, digelar sosialisasi tentang integrated farming fystem. Selanjutnya, pada pertengahan November ini, komunitas Bumi Indonesia sudah akan melakukan survei tentang kebutuhan masing-masing Ponpes di wilayah Banten, untuk kemudian diterapkan integrated farming system.

Pada sistem pertanian ini, Bumi Indonesia menggabungkan kegiatan pertanian, peternakan, perikanan, dan kehutanan, dengan jenis tanaman dan ternak yang berbeda-beda tergantung kebutuhan masing-masing daerah. Bumi Indonesia juga akan menghadirkan pusat pelatihan guna melatih santri dan masyarakat untuk bisa mengolah panen menjadi produk yang siap jual. Misalnya, dengan mengedukasi mereka bagaimana mengolah tomat menjadi saus, membranding dan mengemasnya sehingga siap jual, serta membantu memasarkannya lewat koperasi.

Sementara, salah satu pembicara Bapak Lingkungan Hidup Prof Dr Emil Salim berharap, Indonesia Mandiri bisa menjadi program yang merangkul petani tanpa mengesampingkan keramahan lingkungan.

“Karena itu, saya berharap peranan ulama bahwa Banten bisa menjadi contoh bagi provinsi lainnya di seluruh Indonesia. Buktikan bahwa Banten bukan Kalimantan, Riau, Jambi,” tutur Emil. Prof Emil pun berpesan, agar Bumi Indonesia bisa menjadi motor pengerak anak muda Banten menjadikan pertanian Banten lebih maju dari daerah lainnya.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*