Sunday , 20 August 2017
Home » Breaking News » Ragusa Sang Es Krim Legenda

Ragusa Sang Es Krim Legenda

ragusa dalam

andarastuti.blogspot.com

Belum punya rencana berakhir pekan minggu ini? Ragusa Es Krim Italia siap mendinginkan akhir pekan Anda di tengah cuaca panas Jakarta yang makin tidak menentu. Terletak di JL. Veteran I, No. 10, Gambir, Jakarta Pusat, membuat toko Ragusa mudah dijangkau masyarakat. Terbukti saat weekend tiba, toko yang tidak begitu besar ini akan sesak dipenuhi pengunjung. Begitu memasuki toko yang berdiri sejak 1932 silam ini, pengunjung akan merasakan sensasi vintage kota Jakarta.

Meja kayu yang dipadukan dengan kursi rotan dan foto hitam putih di dinding menambah kesan ke-jadul-an dari toko ini. Sejauh mata memandang hanya perabotan kuno yang terlihat. Secara keseluruhan, interior toko Ragusa relatif rapi dan bersih. Selain nuansanya yang unik, kualitas ek krim Ragusa tak perlu dipertanyakan lagi. Es krim ini mengaku tidak menggunakan bahan pengawet. Tak heran jika proses mencairnya es dirasa sangat cepat.

Menu yang disajikan berupa es krim dengan rasa cokelat, vanila, mocca, stroberi, nougat, durian, dan rum raisin. Terdapat beberapa kombinasi es krim lainnya, seperti Banana Split, Tutti Frutti, Spaghetti Ice Cream, dan Chocolate Sundae. Selain es krim, ada pula minuman yang menyegarkan, seperti Es Klamud, Lemon Squash, Lemon Tea, serta Orange Float. Harga es krim dan minuman di Ragusa sekitar 15.000 sampai 35.000 rupiah per porsinya. Ragusa memang tidak menyediakan menu makanan,tapi tak perlu khawatir karena di depan toko terdapat cukup banyak penjual makanan seperti Otak – otak, Sate, serta Mie.

Agar nuansa “Jadul” Ragusa makin terasa, ada baiknya mengetahui sejarahnya terlebih dahulu. Mengutip dari Wikipedia, Ragusa didirikan oleh dua orang berkebangsaan Italia yang bernama Luigie Ragusa dan Vincenzo Ragusa. Mereka datang ke Jakarta pada tahun 1930-an untuk belajar menjahit di daerah Jakarta Pusat. Setelah lulus, kedua bersaudara tersebut pergi ke Bandung dan bertemu dengan seorang wanita Eropa yang memiliki peternakan sapi dan memberikan banyak susu sapi kepada mereka. Susu sapi tersebut dimanfaatkan Luigie dan Vincenzo sebagai bahan untuk membuat es krim Italia yang ternyata banyak disukai.

Luigie dan Vincenzo mulai menjual es krim mereka di Pasar Gambir (Jakarta Fair) sejak tahun 1932. Namun karena tempat tersebut hanya ramai setahun sekali, mereka membuka kafe di Citadelweg (sekarang Jalan Veteran I no. 10), Jakarta Pusat pada tahun 1947. Pada tahun 1945-1972, penjualan es krim ini sempat menurun karena banyaknya pelanggan warga negara asing yang pulang ke negaranya. Setelah periode tersebut, penjualan es krim baru mulai meningkat dan stabil kembali.

Salah seorang dari saudara Ragusa, yaitu Francesco Ragusa menikah dengan anak perempuan Yo Giok Siang yang bernama Liliana. Pada tahun 1970-an, Ragusa bersaudara dan Liliana pindah ke Grottaglie, Taranto, Italia dan menyerahkan usaha es krim mereka ke adik Liliana yang bernama Buntoro Kurniawan (Yo Boen Kong) dan istrinya Sias Mawarni (Lie Pit Yin).

Share artikel ini dengan teman