Wednesday , 21 November 2018
Breaking News
Home / Properti / REI Banten Bentuk Pokja Untuk Sejuta Rumah

REI Banten Bentuk Pokja Untuk Sejuta Rumah

Soelaeman Soemawinata, Direktur PT Alam Sutera Realty Tbk dan Ketua DPD REI Banten

Soelaeman Soemawinata,
Direktur PT Alam Sutera Realty Tbk dan Ketua DPD REI Banten

PROPERTI-Jika melihat data dari BPJS Ketenagakerjaan Banten, terungkap bahwa dari satu juta peserta, 50% merupakan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sementara data lain menjelaskan bahwa 25%-nya atau 250.000 jiwa belum memiliki hunian. Padahal, DPD REI Banten memprediksi bahwa jumlah defisit hunian (backlog) bisa melebihi angka tersebut.

Oleh karena itu, REI Banten terus melakukan percepatan untuk mendukung realisasi Program Sejuta Rumah yang merupakan terobosan pemerintah Jokowi-JK untuk menekan backlog tersebut. Sejumlah pengembang yang tergabung dalam Realestate Indonesia (REI) Banten berinisiatif dengan membentuk empat tim khusus kelompok kerja.

Menurut Ketua DPD REI Banten Solaeman Soemawinata, sepanjang tahun 2015 ini, REI Banten menargetkan pengembangan 10.000 unit hunian murah. REI telah merencanakan membangun 5.000 unit hunian bersubsidi yang terdiri dari 4.000 unit rumah tapak dan 1.000 rumah susun sederhana milik (rusunami).

“Jadi, kami bentuk 4 tim yang terdiri dari kelompok kerja yang menangani segi suplai, kelompok kerja segi penjualan, kelompok kerja segi perizinan, dan kelompok kerja sisi pendanaan. Ke 4 tim tersebut memiliki tugas masing-masing yang pada akhirnya memberikan hasil yang positif terhadap program sejuta rumah di Propinsi Banten,”jelas Solaeman saat berbuka bersama wartawan, Senin (13/7/2015).

Ditambahkan Soelaeman, ribuan unit rumah murah yang ditargetkan oleh REI Banten akan dibangun di beberapa tempat. Ia merinci, pengembang-pengembang REI Banten akan membangun 3.000 unit rumah murah di Maja, 1.000 unit di Ciujung, dan 1.000 unit di Serang.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*