Monday , 19 November 2018
Breaking News
Home / Breaking News / REI : Libatkan Swasta Bangun Hunian TOD

REI : Libatkan Swasta Bangun Hunian TOD

Ketua DPD REI DKI Amran Nukman

BERITA PROPERTI – Pembangunan infrastruktur di Indonesia saat ini begitu gencar dilakukan oleh pemerintah dibawah pimpinan Presiden Joko Widodo, termasuk juga didalamnya pengembangan hunian berbasis TOD (Transit Oriented Development). Namun, sayangnya hampir semua pengerjaan proyek infrastruktur dan hunian tersebut digarap oleh perusahaan plat merah atau BUMN.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPD REI DKI Jakarta Amran Nukman angkat bicara. Dirinya berharap pembangunan sejumlah hunian TOD yang dalam beberapa waktu terakhir ini diluncurkan, dapat melibatkan pihak pengembang swasta. Karena menurutnya, pengembang swasta nasional juga memiliki kemampuan untuk terlibat dalam pengembangan proyek hunian strategis tersebut.

“Dengan keterlibatan pengembang swasta nasional, maka bisa mendorong percepatan pengadaan hunian bagi masyarakat yang saat ini memang menjadi salah satu program nasional. Pengembang swasta selama ini sudah menunjukkan kemampuan dan komitmen membantu pemerintah dalam membangun hunian bagi MBR,” ujar Amran dalam keterangan resmi.

Dikatakan Amran, kalau pemerintah sudah memberikan proyek infrastruktur 100 persen kepada BUMN, pola itu jangan lagi dipakai untuk mengembangkan proyek hunian di stasiun – stasiun Kereta Api. Ada baiknya, melibatkan pengembang swasta nasional tapi bukan pengembang swasta asing.

Selain proyek hunian berkonsep  TOD yang sudah diluncurkan di sejumlah lokasi beberapa waktu lalu, pemerintah masih merencanakan beberapa titik lagi. Data dari Kementerian BUMN menyebutkan, telah menyiapkan sebanyak 210.000 unit rumah susun di 74 stasiun kereta api Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi yang merupakan hunian konsep TOD.

Perlu dilakukannya pembagian pengerjaan infrastruktur dan proyek hunian TOD tersebut juga disorot oleh KADIN. Untuk menggerakan ekonomi Jakarta yang juga sekaligus pemerataan ekonomi, perlu adanya sinergi antara BUMN-Swasta Nasional, sesuai dengan Rekomendasi pada Rakornas 2017.

“Dengan sinergi, akan membuat sirkulasi ekonomi menjadi merata ke dunia swasta dan masyarakat umum. Kadin sebagai wadah dunia usaha sangat konsern untuk menggerakan ekonomi Jakarta, termasuk menggerakan kegiatan usaha UMKM di Jakarta. Jadi, dalam pembangunan ekonomi semestinya tidak hanya untuk BUMN saja, tapi juga menetes sampai UMKM,” tegas Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Eddy Kuntadi.

Ketua Umum Housing Urban Development (HUD) Institute, Zulfi Syarif Koto juga sependapat, pihak swasta harus dilibatkan dalam pembangunan hunian bagi masyarakat di perkotaan ini. Menurut Zulfi, banyak pengembang swasta, terutama angggota REI yang berminat dan mampu untuk membangun itu. ”Kemen ATR sudah mengeluarkan Permen tentang TOD sekitar bulan Agustus lalu, dan bisa menjadi pedoman daerah untuk merevisi,” kata Zulfi.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*