Tuesday , 11 December 2018
Breaking News
Home / Breaking News / REI Siap Dukung Pemerintah Bangun Hunian Bagi ASN dan TNI Polri

REI Siap Dukung Pemerintah Bangun Hunian Bagi ASN dan TNI Polri

Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata bersama sejumlah pengurus

BERITA PROPERTI – Warga negara Indonesia yang menjadi Aparat Sipil Negara (ASN) dan anggota TNI/Polri, masih banyak yang belum memiliki rumah. Terlebih lagi mereka yang bertugas di pelosok-pelosok negeri atau pulau-pulau terpencil yang jauh dari sentuhan kebijakan. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari pemerintah agar mereka dapat memiliki rumah, khususnya nanti setelah mereka masuk masa pensiun.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata di kantor pusat DPP REI Jakarta, kemarin Rabu (14/11). Ia mencontohkan Aparat Sipil Negara (ASN) dan anggota TNI/Polri yang mendapatkan tugas menjaga mercuar suar di pulau-pulau, yang memang belum memiliki rumah sendiri.

BACA JUGA :   Sold Out, Cluster Teranyar Yang Baru Diluncurkan Paramount

Oleh karena itu, sambung pria yang kerap disapa Eman ini, DPP REI sangat mendukung dan menyambut baik rencana pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo untuk pengadaan rumah bagi Aparat Sipil Negara (ASN) dan anggota TNI/Polri. Hal ini, kata dia merupakan bentuk dari salah satu pelaksanaan program satu juta rumah.

“REI siap menjadi mitra utama pemerintah dalam upaya menyediakan perumahan untuk para ASN dan anggota TN/Polri sesuai dengan skema yang kini sedang digodog oleh pemerintah. Apakah melalui konsep FLPP yang diperluas atau dengan DP nol persen yang secara peraturan sudah bisa dijalankan sejak Kabinet Kerja terbentuk,” tegas Eman.

BACA JUGA :   Pajak Progresif, Eman : REI Siap Beri Masukan

Selain itu, lanjutnya, REI juga siap membantu pemerintah dalam merumuskan skema baru pengadaan rumah bagi ASN dan TNI/Polri, sehingga rumusan skema baru kelak bisa lebih aplikatif. “Kami berterima kasih kepada Menteri PUPR yang selama ini telah melibatkan DPP REI dalam setiap perumusan kebijakan di bidang perumahan rakyat,” ujar Eman.

Menurut Eman, tak kurang dari 900 ribuan ASN dan anggota TN/Polri yang masih belum memiliki rumah dan tersebar di seluruh Indonesia. Angka ini, sambungnya, cukup signifikan dalam rangka mengurangi angka backlog perumahan yang masih belum terselesaikan hingga saat ini.

BACA JUGA :   Bangun Rumah Subsidi, SPS Group Gandeng BPJS Ketenagakerjaan

Sekretaris Jenderal DPP REI Totok Lusida mencontohkan, ASN dan anggota TN/Polri yang bekerja di Surabaya, tak sedikit yang bertempat tinggal di daerah-daerah penyangga seperti Sidoarjo, Gresik maupun kota-kota sekitar lainnya. Padahal, jaraknya ke kota Surabaya bisa mencapai 50 km lebih. Hal ini akan mengurangi produktivitas mereka dalam bekerja.

Namun begitu, Eman dan Totok melihat tekad pemerintah dalam merealisasikan program pengadaan rumah bagi ASN dan TNI/Polri ini sebagai komitmen pemerintah untuk menyejahterakan rakyatnya. Program ini juga menjadi bagian terobosan untuk mensukseskan program sejuta rumah sampai dengan 2019.

Menanggapi seputar DP nol persen, Eman mengatakan bahwa hal tersebut merupakan keniscayaan. Secara peraturan, kata Eman, DP nol persen ini sudah dimungkinkan karena Bank Indonesia (BI) tidak mengatur secara khusus dalam rasio LTV (Loan to Value).

BACA JUGA :   Inilah 42 Penerima Penghargaan IPBA 2016

“BI hanya mengatur LTV 30 persen untuk rumah ukuran diatas 70 meter persegi. Jadi, program DP Nol persen pada dasarnya bukan hal baru. Sebab, sejak awal kabinet Kerja, program ini sudah bisa diwujudkan untuk pengadaan rumah < 70 meter perseg,” ujar Eman lebih lanjut.

Sementara mengenai perpajakan, khusus dalam pengadaan rumah MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah), DPP REI telah mengusulkan kepada pemerintah untuk kebijakan pajak. Yakni, pengenaan pajak terhadap rumah MBR tidak dikenakan penuh terhadap rumah MBR yang melampaui batas atas harga MBR, tapi terhadap kelebihan sampai maksimal 20 persen atas batas MBR.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*