Saturday , 22 July 2017
Home » Indeks Berita » Saatnya Bidik Properti Berpotensi Di Bekasi

Saatnya Bidik Properti Berpotensi Di Bekasi

Edward Kusma, direktur Vida Bekasi (paling kanan) menjelaskan masterplan Vida Bekasi.

Edward Kusma, direktur Vida Bekasi (paling kanan) menjelaskan masterplan Vida Bekasi.

BERITA PROPERTI-Angin segar bagi industri properti pada semester II-2016 semakin bertiup kencang. Seiring penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) menjadi 6,5% dari 6,75% dan penerapan 7 days repo rate 5,25%, kini bank-bank diyakini mulai merencanakan untuk menurunkan suku bunga KPR menjadi single digit.

Ditambah lagi telah disetujuinya RUU Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty menjadikan pasar properti yang sebelumnya lesu, kini mulai bergairah. Banyak uang yang sebelumnya berada di luar negeri akan datang ke dalam negeri. Para pemilik uang itu tentu tak takut lagi menginvestasikan uang tersebut. ”Mereka tentu ingin berinvestasi properti. Ini cukup masuk akal dengan harga properti yang sedang bagus-bagusnya,” ujar Edward Kusma, General Manager Gunas Land.

Pembelian rumah, apartemen, maupun hunian lainnya, bisa berjalan lancar ketika banyak pemilik uang yang sebelumnya menaruh uang di luar negeri mulai melirik dalam negeri, lanjut Edward.

Tak terkecuali kota Bekasi. Kota berpenduduk 2.5 juta ini menjadi incaran para investor terutama kawasan Narogong atau koridor Narogong-Cileungsi. Kawasan ini diyakini akan tumbuh pesat seperti Serpong dahulu. Kawasan ini menyimpan banyak potensi yang sayang dilewatkan oleh para peminat properti.

Vida Bekasi, kawasan mixed-use 130 hektar di jalan raya Narogong, dikembangkan dengan visi sustainable living bersiap meluncurkan cluster terbarunya BOTANICA, sebuah konsep hunian yang memiliki kebun tanaman pangan seperti pohon buah, tanaman bumbu serta herbal. “Kami ingin penghuni merasakan kebaikan alam dan tidak perlu jauh untuk mencarinya. Anak-anak dapat bermain di taman sekaligus memetik buah yang dihasilkan seperti mangga, rambutan atau jambu. Atau jika ingin memasak, tinggal petik daun kemangi atau belimbing sayur dari kebun belakang rumah. Tentu, pengalaman seperti itu sudah langka di jaman sekarang,” ungkap Edward.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*