Sunday , 22 September 2019
Home / Nasional / Ekonomi / Saham IPO Kerap Sundul ARA, BEI Kaji Perubahan Sistem Auto Rejection

Saham IPO Kerap Sundul ARA, BEI Kaji Perubahan Sistem Auto Rejection

BEI Kaji Perubahan Sistem Auto Rejection (finansialku.com)

EKONOMI – Minat perusahaan untuk go public kian bertumbuh. Tahun lalu, emiten baru di Bursa Efek Indonesia (BEI)  mencetak rekor terbanyak setidaknya dalam 20 tahun terakhir. Tapi, euforia penawaran perdana saham kepada publik alias initial public offering (IPO) dibayangi maraknya pergerakan harga tak wajar di hari perdana.

BACA JUGA :   Inovasi Sangat Penting Di Era Industri Properti Milenials

Tak sedikit saham pendatang baru menyundul batas atas penolakan order otomatis oleh sistem di BEI alias auto rejection atas (ARA). Dari 56 saham IPO, 19 saham melesat hingga terkena batas atas penolakan. Lalu, 25 saham lagi hampir menyentuh ARA. Lonjakan harga saham pun kerap berlanjut selama beberapa hari setelah listing.

Bursa Efek Indonesia pun akhirnya mengkaji penghentian perdagangan secara otomatis (auto rejection), bagi pergerakan harga saham, pada hari pertama emiten baru di pasar modal, yang selama ini sebesar dua kali dari batasan biasa.

BACA JUGA :   Progres Sejumlah Proyek Yang Positif, Dorong Saham Pollux Melambung

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Bursa Efek Indonesia (BEI) Laksono Widodo mengatakan, jika perubahan ketentuan ini merupakan bagian inisitif bursa untuk merevisi Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas.

Dalam aturannya, pergerakan harga saham perusahaan tercatat di pasar modal sudah diatur sesuai auto rejection atas (ARA) dan auto rejection bawah (ARB). Selama ini, sistem auto rejection atas pergerakan harga saham di bursa, diatur dengan batasan maksimal naik dan turun dalam sehari sebesar 35%.

Pegerakan ini khusus bagi saham yang memiliki rentang harga Rp50-Rp200, lalu 25% bagi saham antara Rp200-Rp5.000, dan 20% bagi saham di atas Rp5.000. Untuk perdagangan perdana saham yang baru dicatatkan, berlaku dua kali lipatnya, yakni masing-masing 70% untuk Rp50-Rp200, 50% untuk Rp200-Rp5.000, dan 40% untuk saham di atas Rp5.000.

Dia mengungkapkan sejauh ini, bursa tengah mengkaji kemungkinan untuk menyamakan saja aturan auto rejection, bagi saham emiten lama maupun emiten baru. Bursa memandang pembedaan tersebut tidak terlalu relevan.

BACA JUGA :   Property&Bank dan Vier Corp Gelar Workshop Cara Mudah Lakukan IPO

“Kajiannya belum fix, tetapi arahnya sepertinya tak akan dibedakan lagi,” tutur Laksono, pekan lalu. Sebelumnya, dia menuturkan kajian ini kemungkinan tak dilanjutkan bila sistem electronic bookbuilding nantinya terealisasi. Sistem ini akan mengatur pembagian penjatahan saham yang lebih transparan di pasar perdana.

Dengan demikian, saham tak hanya dikuasai beberapa pihak tertentu, yang justru memudahkan terjadinya manipulasi harga. Kenaikan harga saham yang baru menggelar Initial Public Offering (IPO), sering kali disebabkan adanya diskon yang cukup besar pada harga penawaran di pasar perdana dibandingkan nilai intrinsik perusahaan.

Sehingga harga saham cenderung diapresiasi tinggi di hari pertama. Sepanjang 2018, hampir semua saham baru mencatatkan auto rejection atas (ARA) pada hari pertama perdagangan di pasar sekunder. Kenaikan harga yang tak wajar bahkan berlanjut pada beberapa hari setelahnya.

BACA JUGA :   Dua Tahun Pimpin REI, Eman : Tujuh Program Sudah Dijalankan

Aksi ini menyebabkan saham-saham tesebut terkena status Unusual Market Activity (UMA) dan suspensi. Rencana perubahan Peraturan II-A ini mencakup rencana penghapusan batas bawah harga saham di bursa, yang kini sebesar Rp50. Bursa masih belum menemukan model pengaturan yang tepat untuk hal ini.

Bersama dengan rencana penghapusan batas bawah Rp50 itu, bursa perlu juga mengatur tentang fraksi harga dan auto rejection, bagi saham-saham yang harganya di bahwa Rp50. (Artha Tidar)

Check Also

Hapus Pengurusan IMB Yang Rumit, Dorong Saham Properti Makin Menarik

EKONOMI – Harga saham properti mulai bergeliat pada perdagangan pada Rabu (18/9) pagi. Sejumlah regulasi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit Edisi Terbaru

Majalah Property&Bank
Edisi. 163

Pesan Sekarang!
close-link