Tuesday , 25 June 2019
Home / Breaking News / Sektor Perkantoran Melambat di Tahun 2014, Apa Penyebabnya?

Sektor Perkantoran Melambat di Tahun 2014, Apa Penyebabnya?

businesslounge.com
businesslounge.com

PROPERTI – Tahun 2014 menjadi tahun terberat bagi perkembangan pasar properti sejak sepuluh tahun terakhir. Data yang diperoleh dari Konsultan Properti Jones Lang La Salle pada (21/1/2015), menyebutkan, bagi sektor perkantoran terjadi penyerapan negatif pada kuartal empat di tahun 2014.

Vivin Harsanto selaku Head of Advisory mengatakan, pada kuartal empat tahun 2014, terjadi negatif take-up (penyerapan negatif) sebanyak 2.598 m2 di wilayah Central Business District (CBD).  Ini terjadi akibat efisiensi dan relokasi beberapa penyewa gedung perkantoran CBD ke gedung yang dimiliki sendiri.

Secara menyeluruh penyerapan ruang perkantoran CBD selama tahun 2014 adalah sebesar 48.000 m2. Angka ini terjun bebas dari serapan yang terjadi pada tahun 2013 yakni sebesar 300.000 m2. Hal ini juga terjadi sebab tidak adanya supply di tahun 2014. Meski penyerapannya negatif, occupancy  masih naik sekitar 1% sehingga nilai occupancy pada kuartal empat tahun 2014 adalah sebanyak 94%.

Perkantoran premium menjadi primadona pada tahun 2014 lalu. Penyerapan negatif ini mengakibatkan harga sewa yang mengalami stagnansi, kecuali pada gedung grade B yang mengalami kenaikan sekitar 3% dibandingkan triwulan sebelumnya. Selanjutnya, dari data yang diperoleh JLL, jumlah supply untuk sektor perkantoran di kawasan segitiga emas mendatang adalah sebesar  2,8 juta m2 sampai tahun 2018.

Vivin mengatakan hal ini terjadi lantaran tahun 2014 banyak terjadi beberapa peristiwa yang memberi banyak pengaruh kepada sektor ekonomi secara keseluruhan.

“Tahun 2014 memang menjadi tahun yang bisa dibilang berat, sebab pertumbuhan pasar melambat. Selain karena pemilu, perlambatan ekonomi secara global,melemahnya Rupiah terhadap dollar Amerika, tingginya tingkat suku bunga, serta kenaikan harga bbm yang tidak stabil juga menjadi pemicu terjadinya perlambatan pasar properti di tahun 2014”.

Namun, hal ini berbanding terbalik dengan kondisi pasar yang berada diluar kawasan CBD. Data dari JLL, menunjukkan jika di kawasan TB Simatupang terjadi penyerapan sebesar 42.000 m2. Dengan total penyerapan keseluruhan sebesar 119.000 m2 pada tahun 2014. Ini diakibatkan oleh adanya pasokan baru dengan luas kurang lebih 25.000 m2 di wilayah TB Simatupang. Adapun tingkat occupancy di kawasan TB Simatupang pada kuartal keempat adalah sebesar 91% turun 1% dari kuartal sebelumnya.

Check Also

Progres Meikarta, Konstruksi Empat Tower Selesai dan Lanjut Bangun 52 Lainnya

BERITA PROPERTI – Manajemen PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mengklaim pembangunan Meikarta terus berlanjut meski …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Telah Terbit Edisi Terbaru

Majalah Property&Bank
Edisi. 160

Pesan Sekarang!
close-link