Sunday , 20 August 2017
Home » Nasional » Ekonomi » Serpong Masih Diserbu Broker Properti

Serpong Masih Diserbu Broker Properti

Jika bicara properti, Serpong merupakan salah satu magnet dalam bisnis property di wilayah penopang Jakarta. Bagaimana tidak? Saat ini perkembangan Serpong tidak hanya sebatas BSD dan sepanjang jalan raya Serpong, tetapi melebar ke wilayah Puspitek, Legok, Kelapa Dua. Hal ini juga dibarengi oleh harga tanah yang semakin tinggi di wilayah tersebut.
Dalam jangka panjang, pergeseran akan terjadi selaras dengan rencana akses tol yang sekiranya akan melintasi Serpong-Balaraja. Ruas tol itu akan melintasi enam kecamatan di wilayah Selatan hingga Barat Kabupaten Tangerang, yaitu Cisauk, Legok, Curug, Panongan, Tigaraksa, dan Balaraja.
Inilah yang lagi-lagi akan menjadi kekuatan perkembangan bisnis property di wilayah Serpong. Tak hanya Serpong saja yang menjadi surga dalam bisnis property, tetapi juga mencakup wilayah sekitarnya seperti, Alam Sutra, Gading Serpong , BSD , Paramount dan lainnya.Harga property di Serpong saat ini sudah sekitar Rp 10 juta sampai Rp 15 juta per meter persegi.
 “Kenaikan harga tanah di wilayah Serpong saat sudah mencapai 1000%,”ungkap Tirta Setiawan kepada Property&Bank. Saat ini kisaran harga apartemen di Serpong dimulai dari Rp 200 juta sedangkan untuk  landed house harga awalnya mencapai Rp 1 Miliar – Rp 2 Miliar.
Dengan melonjaknya bisnis property di wilayah Serpong, tentunya juga akan berimbas pada bisnis agen property. Saat ini kantor agen property dengan berbagai brand telah tersebar di wilayah Serpong. Hal ini menunjukkan bahwa Serpong menjadi wilayah yang sangat prospektif di dalam bisnis ini.
Tirta Setiawan, selaku Chairman PRO/MAX , mengungkapkan,perkembangan bisnis agen property di wilayah Serpong dan sekitarnya menunjukan nilai yang fantastis. Saat ini kehadiran agen property di Serpong mencapai lebih dari 100 kantor. Mantan Ketua AREBI ini juga akan menargetkan 10 kantor PRO/MAX di wilayah Serpong dan sekitarnya.
Rita Megawati selaku franchise LJ Hooker Serpong mengatakan, bisnis property di Serpong mulai melejit pada tahun 2007. Dan puncaknya ada pada tahun 2010 hingga 2012 dan berlanjut sampai hari ini.
“Dulu, agen property yang ada di wilayah Serpong bisa dihitung menggunakan jari, tetapi saat ini agen property khususnya di wilayah Serpong sudah sangat menjamur,” ungkapnya kepada Property&Bank.
Meskipun begitu, Rita menambahkan bahwa persaingan dalam bisnis merupakan hal yang biasa. Ia melihatnya justru sebagai suatu kemajuan dalam bisnis yang sudah ia geluti sejak tahun 2002 ini.
“Pada dasarnya, persaingan dalam bisnis adalah hal yang biasa, bagaimana kita sebagai pemilik bisa mengemas produk kita dengan baik saja lalu kita bisa beriringan dengan para agen broker lain dalam menjalankan bisnis ini,”ujarnya.
Saat ini LJ Hooker telah memiliki 5 kantor di wilayah Serpong dan beberapa kantor lainnya yang berada di wilayah Tangerang. Selanjutnya, LJ Hooker akan berencana membuka satu kantor lagi di daerah BSD. Rita melihat prospek bisnis ini masih akan berada dalam prospektif yang bagus .
Selain Serpong, Rita juga melihat bahwa wilayah lain yang prospektif adalah Bekasi. Karena Bekasi sudah mulai dilirik para developer besar. Hal inilah yang akan mendorong perkembangan wilayah tersebut.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*