Thursday , 17 August 2017
Home » Breaking News » SK Keluar, APERSI ‘Pede’ Targetkan 130 Ribu Rumah

SK Keluar, APERSI ‘Pede’ Targetkan 130 Ribu Rumah

Pengukuhan pengurus DPP Apersi periode 2016-2020 yang dihadiri oleh Menteri Hukum & HAM Yasonna Laoly, Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Dewan Penasehat DPP Apersi Osman Sapta

Pengukuhan pengurus DPP Apersi periode 2016-2020 yang dihadiri oleh Menteri Hukum & HAM Yasonna Laoly, Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Dewan Penasehat DPP Apersi Osman Sapta

BERITA PROPERTI – Pasca keluarnya Surat Keputusan (SK) Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Nomor AHU-0000269.AH.01.08.Tahun 2017, yang melegitimasi keberadaan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI), akan memberikan dampak positif kepada program pembangunan sejuta rumah.

Pasalnya, sebagai organisasi yang anggotanya didominasi oleh pengembang rumah sederhana, APERSI memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) itu. Terlebih lagi, anggota APERSI banyak tersebar di sejumlah daerah dan wilayah di Indonesia.

“Setelah keluarnya SK dari Menkumham tersebut, maka kami optimis dengan meningkatkan target membangun sebanyak 130.000 unit rumah murah bagi masyarakat menengah bawah pada tahun 2017. Sebelumnya kami menargetkan 120.000 unit rumah pada tahun ini. Sedangkan pak Wapres minta kami membangun 200.000 unit rumah,” ujar Ketua Umum DPP APERSI Junaidi Abdillah saat buka puasa bersama sejumlah media, Senin (29/5).

Untuk mencapai target tersebut, kata Junaidi, pihaknya sudah melakukan sejumlah langkah strategis dan melakukan pertemuan dengan stakeholder properti termasuk dengan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Ia yakin target yang diinginkan oleh wapres tersebut bisa terpenuhi, asalkan didukung oleh pemerintah dan seluruh stakeholder perumahan. Terlebih lagi, adanya SK ini menjadi stimulan dan penambah energi untuk membangun rumah bagi masyarakat bawah.

“Sejak terpilih dalam Munas APERSI ke V lalu, kami pengurus sudah melakukan berbagai langkah, baik internal maupun eksternal, termasuk juga melakukan rekonsiliasi dengan rekan-rekan di luar APERSI ini. Kami juga sudah melakukan pemetaan terhadap masalah-masalah yang menjadi hambatan bagi pengembang dalam membangun rumah sederhana,” kata Junaidi.

APERSI, lanjut Junaidi, tidak akan mungkin bisa mencapai target pembangunan rumah tersebut dengan jalan sendiri sementara pihak lain mengerem. Ia mencontohkan bisa saja pemerintah daerah yang mengerem dengan sejumlah peraturan yang menyulitkan. Atau bisa juga dari pemerintah pusat melalui perpajakan yang memberatkan maupun perbankan dan pihak-pihak terkait lainnya.

Hingga semester pertama, Junaidi mengakui pembangunan untuk rumah murah masih lambat. Meski begitu, ia mengklaim sudah membangun sebanyak 30.000 unit rumah sederhana di berbagai wilayah di Indonesia. Jumlah tersebut, terbanyak disumbangkan oleh pengembang APERSI yang ada di Jawa Barat.

Sementara itu, Sekjen DPD APERSI Daniel Djumali menyampaikan, hingga saat ini tercatat sebanyak 3700 anggota APERSI di seluruh Indonesia yang terbagi dalam 29 DPD. Dari total anggota tersebut, tercatat 1500 yang aktif. Selebihnya, terhitung aktif jika sudah memperoleh lahan atau lokasi dan segera melakukan pembangunan.

Daniel juga menambahkan, rekonsiliasi dengan anggota APERSI diluar kepengurusannya, tetap akan dilakukan karena merupakan salah satu rekomendasi dari MUNAS beberapa waktu lalu. “Kita berharap kedepan tidak ada lagi perbedaan dan hanya ada satu APERSI,” ujar Daniel yang sudah aktif di pengurus pusat APERSI sejak beberapa periode.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*