Monday , 19 November 2018
Breaking News
Home / Breaking News / Solusi Pembiayaan UMKM, REI Dan Jamkrindo Kerjasama Penjaminan

Solusi Pembiayaan UMKM, REI Dan Jamkrindo Kerjasama Penjaminan

Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata (dua dari kiri) dan Dirut Perum Jamkrindo Randi Anto (tiga dari kiri) usai penandatanganan

BERITA PROPERTI – Salah satu permasalahan pengembang, terlebih mereka yang membangun rumah sederhana saat ini adalah pembiayaan. Hal inilah yang akhirnya mendorong Persatuan Perusahaan  Real Estate Indonesia (REI) dan Perusahaan Umum (Perum) Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) bersepakat untuk melakukan kerjasama strategis.

Penandatanganan kerjasama antara Dirut Perum Jamkrindo Randi Anto dan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan  REI Soelaeman Soemawinata ini, dilakukan di Hotel Veranda, Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat, (6/4) lalu. Selain itu juga didampingi Direktur Bisnis Penjaminan Perum Jamkrindo Amin Mas’udi, Direktur MSDM, Umum dan Kepatuhan Sulis Usdoko dan Sekretaris Jenderal DPP REI Paulus Totok Lusida.

Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata menjelaskan, kerjasama ini menjadi solusi atas permasalahan yang sering timbul dalam pembiayaan pembangunan perumahan bagi para pengembang REI yang berskala Usaha Kecil Menengah dan Mikro serta Koperasi (UMKM-K) di seluruh Indonesia.

Dikatakan Eman, sapaan akrabnya, nantinya seluruh anggota REI dapat mengakses sumber pembiayaan kepada Lembaga Keuangan Bank maupun Non Bank untuk  proyek-proyek yang akan dan/atau sedang dikerjakan melalui fasilitas penjaminan yang dimiliki oleh Perum Jamkrindo baik penjaminan Cash Loan maupun Non Cash Loan.

“Kami menyambut positif  kerjasama ini dan dapat membantu pengembang yang berskala UMKM untuk mendapatkan akses pembiayaan dan juga memberikan keyakinan bagi pengembang untuk memberikan kredit karena adanya jaminan dari Perum Jamkrindo. Kami terus memikirkan terobosan-terobosan lain dalam mendukung pembiayaan modal kerja demi kemajuan usaha seluruh anggota REI,” ujar Eman.

Ditambahkan Eman, upaya menyiapkan akses-akses pembiayaan kepada Anggota REI khususnya UMKM yang membangun rumah bersubsidi di daerah-daerah merupakan salah satu program strategis kepengurusan REI saat ini. “Dengan anggota sebanyak 4.500 perusahaan yang tersebar di seluruh Indonesia, dan 3.500 perusahaan diantaranya merupakan pengembang rumah menengah bawah diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas penjaminan Perum Jamkrindo sehingga akses pembiayaan tidak lagi menjadi masalah dan  target pembangunan rumah bisa tercapai,” katanya.

Sementara itu, Dirut Perum Jamkrindo Randi Anto mengatakan kerjasama ini merupakan salah satu solusi kongkrit membangun sinergi BUMN dengan swasta dalam mendukung program nasional sejuta rumah. Saat ini, masih terdapat kendala dari para pengembang dalam mengakses sumber pembiayaan.

“Kesepahaman ini merupakan bentuk sinergi dalam mendukung para pelaku UMKM-K yang Feasible But Not Yet Bankable untuk mengembangkan usahanya. Produk Penjaminan Perum Jamkrindo dapat memenuhi semua kebutuhan penjaminan dalam mengembangkan sektor properti bersubsidi maupun non subsidi,” tutur Randi Anto.

Melalui kerjasama ini, kata Randi Anto, Perum Jamkrindo dapat menjadi solusi bagi anggota REI yang berskala UMKMK untuk memiliki akses pembiayaan kepada perbankan untuk memperoleh pembiayaan dalam rangka pembangunan  perumahan khususnya program perumahan bagi masyarakat diseluruh wilayah Indonesia.

Para pengembang anggota REI bisa memanfaatkan beragamnya produk penjaminan yang ditawarkan Perum Jamkrindo diantaranya yakni Penjaminan Kredit Modal Kerja Konstruksi, Penjaminan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Penjaminan SCF (Supply Chain Financing), Penjaminan/Kontra Bank Garansi (BG) dan Surety Bond. Melalui kerjasama ini Perum Jamkrindo melakukan proses penjaminan sesuai dengan ketentuan penjaminan yang berlaku terhadap pengajuan kredit oleh Anggota REI atas rekomendasi dan seleksi yang telah dilakukan REI.

Tahun 2017 lalu, Perum Jamkrindo berhasil mencatatkan laba sebesar Rp 1,02 triliun meningkat dari tahun sebelumnya Rp 941,4 miliar. Demikian juga aset perusahaan tumbuh dari Rp 13,4  triliun pada 2016 menjadi Rp 14,6 triliun pada 2017.

Untuk tahun 2018, Perum Jamkrindo terus berbenah dengan mengedepankan efisiensi dan efektifitas dalam menghadapi tantangan bisnis yang makin besar dan menuntut kesiapan dari semua unsur di dalam perusahaan untuk lebih baik dalam melaksanakan bisnis, tanpa meninggalkan core competency di sektor UMKMK.

Beberapa produk penjaminan kredit Perum Jamkrindo antara lain Penjaminan Kredit Usaha Rakyat, Penjaminan Kredit Mikro, Penjaminan Kredit Umum, Penjaminan Kredit Multiguna, Penjaminan Kredit Distribusi Barang, Penjaminan KPR (FLPP),  Penjaminan Kredit kendaraan Bermotor, Penjaminan Surety Bond, Penjaminan  Custom Bond, Penjaminan Bank Garansi/Kontra Garansi, Penjaminan  Supply Chain Financing dan Penjaminan Fintech Lending. Perum Jamkrindo menjadi satu-satunya Perusahaan Penjaminan pertama dan terbesar. Disamping itu Perum Jamkrindo mendapat amanat oleh pemerintah  melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor I  tahun 2016 sebagai Lembaga Pelaksana Penjaminan Sistem Resi Gudang.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*