Monday , 19 August 2019
Home / Breaking News / Sosialisasi Tak Maksimal, Properti dan Pembiayaan Untuk Milenial Tak Dikenal

Sosialisasi Tak Maksimal, Properti dan Pembiayaan Untuk Milenial Tak Dikenal

Country GM Rumah123 Maria Manik

BERITA PROPERTI – Kalangan milenial yang diprediksi menjadi pembeli properti terbesar saat ini, ternyata belum menjadi kenyataan. Selain kebiasaan dan tren kehidupan yang mereka jalankan sedikit berbeda, karena lebih mengutamakan hal lain dibanding membeli properti, masih kurangnya inovasi pengembang atau perbankan dalam memasarkan proyek dan produk juga menjadi salah satu faktor.

Country GM Rumah123 Maria Manik menjelaskan, informasi mengenai properti yang disampaikan kepada kalangan milenial ataupun metode-metode pembiayaan khusus kalangan milenial belum tersosialisasi dengan baik. Sehingga, masih banyak kalangan milenial yang tidak mengenal produk-produk properti maupun perbankan khusus kalangan milenial.

BACA JUGA :   Salurkan Qurban ke 100 Masjid di Jakarta, Bank DKI Juga Punya Tabungan Qurban

Dikatakan Maria, masih banyak informasi yang belum didapat oleh para pelaku pasar properti ini. Sebagai contoh, masih banyak orang yang belum mengetahui program KPR milenial, program yang khusus dirancang untuk memenuhi kebutuhan hunian bagi generasi milenial. Setidaknya ada 70.54% tidak tahu mengenai program tersebut.

“Pengembang dan perbankan harus lebih inovatif dalam menyampaikan informasi kepada kalangan milenial. Pasalnya, kalangan milenial ini adalah mereka yang sangat paham teknologi, sehingga semua informasi yang didapatkan juga harus melalui perangkat yang modern. Kalangan milenial punya kebiasaan yang simpel, termasuk dalam menyerap informasi,” ujar Maria Paparan Hasil Sentiment Survey yang dilakukan oleh Rumah123.com, Kamis (16/5).

BACA JUGA :   22 Ribu Rumah Di Bali Tidak Layak Huni

Maria mengakui,  dari 3.007 total responden untuk survey yang dilakukan selama periode 1 – 15 April 2019 ini, kalangan milenial lebih mendominasi.  Mereka memiliki rentang usia 22–28 tahun, dengan rentang gaji 5 ¬– 10 juta, dengan 26.29% responden berstatus sudah menikah. Sisanya, mereka yang baru mencari tahu seputar pasar properti baik untuk dibeli maupun investasi.

Lebih lanjut dijelaskan Maria, dari survey tersebut dapat diketahui bahwa persentase pencari informasi seputar properti meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Hal ini menandakan semakin banyak orang yang memiliki aspirasi terhadap properti, mengalahkan dominasi persentase first time home buyers dalam dua tahun terakhir.

BACA JUGA :   Penjualan Menurun, Holcim Jalankan Inovasi

Menurut hasil survey kepada responden yang berasal dari Jabodetabek dan beberapa kota besar lainnya di Pulau Jawa itu, ada banyak hal yang menjadi pertimbangan masyarakat dalam membeli properti, seperti lokasi sebagai prioritas pertama dengan presentase 20.68%, diikuti harga (20.50%), fasilitas (20.03%), promo khusus (19.52%), dan desain (19.28%).

“Menariknya, seperti yang tercatat di situs Rumah123.com permintaan properti 2019 tetap meningkat jika dibanding 2018, baik dari sisi penjualan atau sewa. Khusus untuk sewa, pertumbuhannya bahkan dua kali lipat dari persentase penjualan. Adapun berdasarkan tipenya, apartemen mengalami peningkatan permintaan yang tinggi dibanding rumah, yang meningkat hingga 42.85% dari tahun sebelumnya,” ungkap Maria.

Check Also

Terjual 250 Unit, Brewin Mesa Terapkan Teknologi Inovatif Tuntaskan The Lana

APARTEMEN – Dengan total bujet senilai Rp1,3 triliun, PT Brewin Mesa Sutera (Brewin Mesa) menunjuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit Edisi Terbaru

Majalah Property&Bank
Edisi. 162

Pesan Sekarang!
close-link