Thursday , 29 June 2017
Home » Indeks Berita » SPS Group Tawarkan Grandvista Cikarang

SPS Group Tawarkan Grandvista Cikarang

Managing Director PT Sri Pertiwi Sejati (SPS Group) Asmat Amin (kanan) dan Marketing Manager Tuti Mugiastuti menjelaskan rencana pengembangan pada jumpa pers

Managing Director PT Sri Pertiwi Sejati (SPS Group) Asmat Amin (kanan) dan Marketing Manager Tuti Mugiastuti menjelaskan rencana pengembangan pada jumpa pers

BERITA PROPERTI – Menempati salah satu stand di Indonesia Property Expo 2016 yang resmi dibuka kemarin, Sabtu (13/8) di Jakarta Convention Center (JCC), perusahaan pengembang yang fokus membangun rumah sederhana, PT Sri Pertiwi Sejati (SPS) Group menawarkan Grandvista Cikarang.

Dikembangkan diatas lahan seluas 75 ha dikawasan yang mudah dijangkau, 20 menit melalui tol exit di Cikarang, Grandvista Cikarang merupakan hunian terjangkau dengan fasilitas yang lengkap. Perumahan ini diluncurkan menyusul sukses proyek sebelumnya, Grand Cikarang City dan Villa Kencana Cikarang.

Marketing Manager SPS Group Tuti Mugiastuti menjelaskan, dengan hanya membayar uang muka sebesar Rp 3 juta, konsumen sudah bisa memiliki hunian di kawasan yang sangat strategis dengan akses jalan tol. Di sekitar perumahan ini sudah ada pusat belanja, rumah sakit dan sarana pendidikan.

“Hanya di Grandvista Cikarang bisa memiliki rumah dengan sangat mudah. Bukan hanya rumah, tapi beragam fasilitas bisa dinikmati seperti sport center, taman bermain dan juga sarana ibadah. Kami juga akan membuat pintu gerbang yang mewah untuk memberikan nilai lebih kepada konsumen,” ujar Tuti pada media di arena IPEX 2016, Sabtu (13/8).

Grandvista Cikarang, lanjut Tuti, mendapat sambutan yang luar biasa sejak diluncurkan beberapa waktu lalu. Dalam dua minggu saja, sebanyak 800 unit sudah terjual dari total rencana 4000 unit pada tahap pertama. Ia menargetkan sebanyak 2000 unit akan dilakukan akad kredit dengan bank pemberi KPR hingga akhir tahun 2016.

Sementara itu, Managing Direktur SPS Group Asmat Amin meminta, agar pemerintah menghapuskan segala bentuk aturan yang mempersulit berjalannya program pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Ia mengharapkan regulasi yang ada lebih dipermudah dan pemerintah lebih fokus terhadap perumahan rakyat.

“Kebutuhan hunian bagi MBR terus bertambah tiap tahun. Oleh karena itu, pemerintah harus lebih mendorong program pembangunan sejuta rumah dengan memberikan kemudahan regulasi. Di samping memudahkan pengembang, juga memberi keleluasaan kepada konsumen  karena tidak dibebani banyak aturan,” jelas Asmat sembari menambahkan, untuk perumahan rakyat harus ditangani oleh kementerian sendiri, bukan digabung seperti saat ini.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*