Sunday , 17 November 2019
Home / Gaya Hidup / Tangsel Darurat Sampah, Kemal Pasya : Perlu Penanganan Serius

Tangsel Darurat Sampah, Kemal Pasya : Perlu Penanganan Serius

Ir. H. Kemal Pasya
Ir. H. Kemal Pasya,Pendiri ABU & Co, Kemal, perusahaan pengelola sampah yang berdomisili di BSD

INSPIRASI – Persoalan sampah, bukan hanya jadi persoalan kota-kota besar di Indonesia. Tapi juga kota menengah sedang seperti Kota Tangerang Selatan. Data tahun 2018 lalu, dalam satu hari, kota ini memproduksi sampah sekitar 250-300 ton per hari.

Seluruh sampah yang berasal dari Tangerang Selatan segera dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel) yang memiliki luas sekitar 5 hektar. Dipastikan karena terus menampung ratusan ton sampah per hari, TPA Cipeucang akan sulit terus menerima sampah. Belum lagi waktu buka TPA hanya dibatasi sampai pukul 17.00 WIB. Tidak heran banyak titik penumpukan sampah yang sulit diangkut. Jika kondisi ini terus berlarut, di Kota Tangsel bakal terjadi tumpukan sampah.

BACA JUGA :   JGC Wakili Indonesia Di Ajang Tingkat Asia

Adalah Ir. H. Kemal Pasya,  salah seorang Bakal Calon Walikota Tangerang Selatan yang memiliki perhatian khusus terhadap ini. Sebab, jika tidak segera ditangani, Kota Tangsel bakal mengalami darurat sampah. Menanggulangi masalah persampahan di Tangerang Selatan yang sudah darurat, menjadi misi strategis prioritas Kemal jika terpilih menjadi Walikota Tangsel selain menangani beberapa titik banjir yang sudah menahun serta mencegah dan mengurangi kekerasan serta tawuran pelajar yang kerap terjadi.

Melalui ABU & Co, Kemal mendirikan perusahaan pengelola sampah yang berdomisili di BSD. Mesin pemusnah sampah ini secara efektif minim polusi yakni Musayama dengan teknologi waste pyrolisys cycle combustion. Satu unit pemusnah sampah Musayama bisa menampung kapasitas 20 ton yang nyaris bebas bau.

BACA JUGA :   Tol Krian – Legundi – Bunder – Manyar Ditargetkan Beroperasi Akhir 2019

Meski baru setahun terakhir ini menguji coba sistem baru yang sangat efisien, jebolan arsitektur ITB ini mengatakan, dirinya telah melakoni pekerjaan pengolahan sampah di Kota Tangsel selama lebih dari 25 tahun.

“Saat ini sekitar 10.000 rumah telah dilayani dengan kapasitas sampah mencapai 30 ton sampah per hari. Semua sampah dapat diolah seluruhnya dalam waktu 1 hari. Tidak ada lagi sisa sampah dari pelanggan yang menumpuk dan tidak tercium bau yang menyengat. Ini fungsi alat yang kami miliki, yang berteknologi Musayama,” ujar Dewan Penasehat Granat (Gerakan Anti Narkotika 2019-2024) ini.

BACA JUGA :   PSU, Agar Rumah Bersubsidi Lebih Nyaman 

Wakil Ketua REI (Real Estate Indonesia) Provinsi Banten Periode 2013-2017 ini menjelaskan, Musayama adalah singkatan “Musnah Sampah Kaya Manfaat”. Hasil pemusnahan sampah nantinya akan menghasilkan bahan bakar cair dan juga gas. “Bekerja selama 24 jam,  mesin pengolahan sampah kami tanpa menggunakan bahan bakar dan mampu memusnahkan hingga 20 ton sampah per hari. Bonusnya dapat menghasilkan banyak produk seperti bahan bakar cair, bahan bakar gas, asap cair dan arang,” paparnya.

Pria kelahiran Jakarta, 19 April 1961 ini  berharap, sistem pengelola sampah yang diciptakannya bukan hanya digunakan di Tangsel saja, tapi juga dapat berkembang dan menjadi solusi bagi permasalahan sampah di Indonesia.

Check Also

Bank DKI Annual Report

Sukses Jalankan Keterbukaan Informasi, Bank DKI Raih Annual Report Awards

KINERJA BANK – Bank DKI berhasil meraih tempat kedua dalam Annual Report Award 2018 pada …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 165

Klik Disini
Cover Majalah Property&Bank edisi 165
close-link
INFO LEBIH LANJUT KLIK DISINI!
close-link