Wednesday , 21 November 2018
Breaking News
Home / Properti / Apartemen & Perhotelan / Target Sold Out Dalam 3 Tahun, JP Apartment Gandeng PROJEK

Target Sold Out Dalam 3 Tahun, JP Apartment Gandeng PROJEK

Andy K Natanael, Founder PROJEK dan PROVIZ (Kempat Kiri), Okie Imanto, Chief Executive Officer (CEO) Greenwoods Group (Kelima Kiri) dan Arief Soemarko, Direktur JP Apartment (Keenam Kiri) saat penandatanganan kerjasama.

BERITA PROPERTI – Setelah dilakukan ground breaking pada 9 Mei 2018 lalu, proyek hunian vertikal JP Apartment yang dikembangkan oleh Greenwoods Group langsung tancap gas untuk menggenjot penjualan. Menggandeng konsultan pemasaran PROJEK dan PROVIS, apartemen ini akan dipasarkan oleh 6 Master Franchise agen properti yang ada di Indonesia.

Penandatanganan kerjasama pemasaran antara Greenwoods Group dan ke enam Master Franchise tersebut dilakukan di Kantor Pemasaran JP Apartment yang terletak di lokasi proyek, Jl. Ibrahim Adjie (Sindang Barang) No.8, Dramaga – Bogor (samping perumahan IPB II), Rabu (25/7). Master Franchise yang terlibat dalam kerjasama ini adalah CENTURY 21, ERA, HARCOURTS, LJ HOOKER, PROMEX, dan REMAX.

Founder PROJEK dan PROVIZ, Andy K Natanael menjelaskan, dengan dijalinnya kerjasama tersebut, dirinya menargetkan penjualan JP Apartment tower I hingga akhir tahun ini bisa mencapai 90% dan

keseluruhan unit JP Apartment bisa habis terjual (sold out) sebelum tahun 2021. Hingga saat ini penjualan JP Apartment Tower Green yang merupakan tower I telah mencapai 40%.

“Konsep dan lokasi JP Apartment yang dekat dengan kampus Institut Pertanian Bogor (IPB), merupakan keunggulan yang tidak dimiliki oleh apartemen lain disekitarnya. Bukan hanya sekedar apartemen untuk mahasiswa, tapi benar-benar sesuai dengan kebutuhan mahasiswa, baik dari sisi keamanan maupun kenyamanan serta fasilitas yang dimiliki,” ujar Andy.

Chief Executive Officer (CEO) Greenwoods Group Okie Imanto mengaku optimis prospek penjualan properti di paruh kedua tahun 2018 akan semakin membaik. Hal ini lah yang mendorong pihaknya menggandeng PROJEK dan 6 Master Franchise agen properti untuk mempercepat penjualan JP Apartment karena mereka memiliki jaringan pemasaran yang sangat luas dan telah sukses memasarkan banyak proyek properti.

“Sebagai pelaku usaha, khsusunya industri properti, kami sangat mengapresiasi Bank Indonesia (BI) yang memiliki perhatian dalam mendorong pulihnya bisnis properti lewat pelonggaran aturan loan to value (LTV). Dengan adanya kebijakan tersebut, diharapkan dapat lebih mendorong daya beli masyarakat serta pertumbuhan bisnis properti,” jelas Okie.

Lebih lanjut dikatakan Okie Imanto, yang mendorong Greenwoods untuk mengembangkan JP Apartment adalah karena melihat kekosongan produk untuk segmen mahasiwa yang benar-benar untuk mahasiswa, termasuk fasilitas yang disediakan. Goalnya adalah menciptakan habitus modern dan positif yang bebas narkoba dan nyaman untuk research & study.

JP Apartment dikembangkan di atas lahan seluas 1,1 hektar dan terdiri dari 3 tower yang merangkum apartemen sebanyak 1.500 unit. Greenwoods Group menyiapkan investasi sebesar Rp350 miliar untuk membangun apartemen dengan harga terjangkau ini. Harga yang ditawarkan saat ini adalah mulai dari Rp 230 juta tipe Studio, hingga Rp 430 juta tipe 2 bedroom.

Saat ini pengembang memberikan cara pembayaran yang ringan, yakni Cash Keras untuk mendapatkan harga termurah, Cash Bertahap 12X dan 24X, atau cukup bayar DP 1% yang bisa dicicil Rp2,5 juta per bulan selama 12X lalu sisanya bisa dibayar dengan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA). Promo terbaru yang ditawarkan ke konsumen adalah, bebas uang kos sampai serah terima unit.

JP Apartment dibangun oleh APG, kontraktor BUMN yang management-nya dipimpin oleh kaum muda yang sangat forward thinking, selalu mencari solusi yang efektif untuk memaksimalkan fungsi dan estetika bangunan. Bukan hanya kualitas akhir bangunan yang dijaga tapi juga kualitas proses dan lingkungan pembangunannya.

Ditambahkan Okie Imanto, dengan sejumlah keunggulan yang dimiliki, dirinya optimis proyek ini akan disambut baik masyarakat, disampinng karena harga hunian landed house di Kota Bogor perlahan sudah mulai merangkak naik. Kedepan sudah dipastikan apartemen menjadi alternatif pilihan hunian, terlebih jika letak apartemen tersebut sangat strategis dan memiliki banyak akses untuk dijangkau.

“Faktor lainya adalah perkembangan Infrastruktur yang signifikan yaitu pembangunan Light Rapid Transit (LRT) menuju Kota Bogor yang saat ini sudah mencapai kawasan Cibubur, pemekaran wilayah Kota Bogor yang kedepannya nanti akan dibagi menjadi beberapa wilayah seperti Bogor Barat dan Bogor Timur, dan pembangunan jalan tol Bogor Outer Ring Road (BORR) yang saat ini sudah mencapai Section II, serta perencanaan pembangunan bandara komersial Atang Sanjaya Bogo,” ujar Okie.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*