Thursday , 24 October 2019
Home / Nasional / Ekonomi / Tawaran Hunian Bebas Banjir di Bogor

Tawaran Hunian Bebas Banjir di Bogor

Banjir menjadi momok yang menghantui bagi warga Jakarta dan sekitarnya saat ini. Bencana yang sebelumnya melanda dengan siklus lima tahunan ini, sudah makin parah dan kini terjadi hampir setiap tahun. Bogor yang berada di ketinggian, menjadi pilihan hunian yang aman dari banjir.
Industri perumahan di Bogor dalam beberapa tahun ini mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Sebagai salah satu kota satelit dan kota penyangga Jakarta, Bogor menjadi salah satu pilihan tempat tinggal mereka yang beraktifitas di Jakarta. Selain ditunjang oleh transportasi umum seperti Commuter Line dan bus yang tergolong lancar, akses tol Jagorawi juga sangat mendukung mobilitas penduduknya. Bogor juga dikenal dengan iklimnya yang masih asri dan udara yang segar karena dekat dengan pegunungan.
Kota Bogor memang sangat identik dengan nuansa pegunungannya. Hampir 80 % alasan konsumen membeli rumah di Bogor adalah agar dapat lebih jelas melihat Gunung yang cantik antara lain yang paling terkenal adalah Gunung Salak dan Gunung Gede- Pangrango.
Sejumlah kawasan hunian di wilayah Bogor juga telah menerapkan pengembangan yang selaras dengan lingkungan.  Para pengembang beranggapan untuk pengembangan properti di kawasan Bogor masih memberikan keuntungan yang besar. Tak heran jika banyak pengembang baik besar maupun kecil yang melirik Bogor untuk membangun properti.
Pembangunan jalan Tol Bogor Outer Ring Road dan jalan kembar terusan Sholeh Iskandar menjadikan kawasan sekitarnya menjadi sentra bisnis baru di Bogor. Bahkan kini jalan Sholeh Iskandar mulai dipadati dengan proyek apartemen. Tercatat sudah ada dua apartemen yang dibangun di jalan yang akan dilalui tol tersebut. Belum lagi pembangunan Lotte Mart di simpangan Yasmin, makin menampakan wajah kawasan ini sebagai kawasan bisnis baru setelah jalan Raya Pajajaran Bogor.
Tanpa bermaksud mengambil keuntungan dari bencana banjir yang melanda Jakarta dan sekitarnya, perumahan di Bogor umumnya memang bebas dari ancaman banjir. Hal ini karena lokasi wilayahnya yang memang lebih tinggi. Sesuai hukum alam, air yang berada di ketinggian akan mengalir ke daerah yang lebih rendah.
Direktur PT Mitramandala Semestapusaka, pengembang Pakuan Regency, Achmad Rieza Maulana mengakui, konsumen mereka yang datang ke proyek tidak lain karena merasa perlu melakukan relokasi ke hunian yang aman dari banjir. Ia mengklaim Pakuan Regency terbukti bebas dari banjir.
Apalagi, Pakuan Regency sangat memperhatikan sistem drainase untuk mengantisipasi tingginya debit air baik dari hujan maupun sungai yang berada di sekitar kawasan. Dalam membangun kawasan perumahan, sudah dilakukan survey analisis dampak lingkungan (AMDAL) mengenai tata ruang lingkungan disekitar kawasan.
Sementara itu, sejumlah pengembang lain juga berlomba menawarkan produk propertinya dengan keunggulan kawasan yang bebas banjir dan didukung sistem drainase yang baik. Salah satunya PT. Rivela Internasional dengan menghadirkan kawasan perumahan exclusive Rivela Park yang berada di daerah Cipaku Kertamaja, Bogor Selatan. Dibangun diatas lahan seluas 3 hektar, Rivela Park  mengusung konsep Resort Bercluster.
Perumahan ini lokasinya berada di dataran tinggi sekitar 400 meter diatas permukaan laut. Tidak saja memiliki iklim yang sejuk, namun juga bebas banjir. Zulkarnaen Effendi, Sales Coordinator Rivela Park Bogor mengatakan, Rivela Park mengusung konsep hunian resort, dengan lahan yang mengikuti kontur tanah yang berbukit, hunian ini dijamin bebas banjir.
Pengembang lain yang turut meramaikan pasar properti dengan keunggulan bebas banjir di kawasan Bogor yakni The Indra Prasta Residence Jambu Dua Bogor. Terdiri dari 20 unit rumah dengan Sistem Keamanan 24 Jam One Gate System, Gerbang Otomatis dilengkapi Access Card serta diliputi oleh 2 Camera CCTV.  
The Indra Prasta Residence Jambu Dua Bogor memiliki lokasi yang sangat strategis dan tidak jauh dari pusat Kota Bogor, dekat dengan lokasi pariwisata Istana presiden dan Kebun Raya Bogor serta diapit oleh beberapa perumahan yang sudah hidup.  Lokasi perumahan ini diklaim bebas banjir. Namun pengembang tetap melakukan antisipasi dengan membuat biopori yang berfungsi sebagai penampung  dan resapan air.

Check Also

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono

Sah, Anggaran PUPR Di 2020 Sebesar Rp 120,21 T, Khusus Perumahan Rp 8,48 T

EKONOMI – Alokasi anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam RAPBN TA 2020 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 165

Klik Disini
Cover Majalah Property&Bank edisi 165
close-link