Sunday , 8 December 2019
Home / Indeks Berita / Tekan Risiko Gagal Bayar, UangTeman Ikat BPJS Ketenagakerjaan

Tekan Risiko Gagal Bayar, UangTeman Ikat BPJS Ketenagakerjaan

Uang Teman_BPJS
Guna memperkuat manajemen risiko pinjaman, pelaku peer to peer lending PT Digital Alpha Indonesia (UangTeman) menjalin kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan.

FINTECH – PT Digital Alpha Indonesia (UangTeman) perusahaan financial technology (fintech) peer-to-peer (P2P) lending menggandeng BPJS Ketenagakerjaan guna memperkuat manajemen risiko perusahaan. Selain itu, program ini meningkatkan kemampuan machine learning UangTeman dalam memberikan penilaian kredit (credit scoring).

“Melalui kerja sama ini, kami meningkatkan kemampuan analisis Credit Machine UangTeman, sehingga penilaian kelayakan kredit yang dilakukan lebih akurat, tepat sasaran, dan semakin meminimalkan resiko bisnis UangTeman,” ujar CEO dan Co-Founder UangTeman, Aidil Zulkifli di Jakarta, Selasa (8/10).

BACA JUGA :   Dukung Konsep TOD, Gedung Baru Stasiun Cisauk Resmi Beroperasi

Dengan peningkatan kemampuan analisis kredit ini, Aidil menargetkan penyaluran pinjaman yang dilakukan oleh UangTeman bisa mengurangi risiko kegagalan bayar pinjaman dari nasabah. Hal itu juga sejalan dengan komitmen UangTeman untuk menyalurkan pinjaman dengan cara yang bertanggung jawab secara sosial (responsible lending).

“Ini juga bagian dari wujud nyata dukungan kami kepada pemerintah, dalam rangka menciptakan ekosistem bisnis di sektor financial technology (Fintech) yang lebih sehat dan tepat guna bagi masyarakat,” ujar Aidil. Ia menjelaskan, kerja sama antara UangTeman dengan BPJS Ketenagakerjaan mengunakan skema data mirroring.

Data calon nasabah yang akan mengajukan pinjaman ke UangTeman siap diverifikasi oleh data BPJS Ketenagakerjaan terkait sejumlah aspek. Yakni Nomor Induk Kependudukan, alamat KTP, dan lainnya. Kecocokan data tersebut nantinya akan ikut memengaruhi penilaian kelayakan kredit calon nasabah.

BACA JUGA :   Solusi Alternatif Belanja Online

Terutama mengoperasikan platform sistem elektronik secara transparan dan berhati-hati. Termasuk peningkatan kualitas manajemen risiko secara berkelanjutan dalam rangka perlindungan konsumen. UangTeman sudah menerima tanda daftar dari regulator lewat Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEP-50/D.05/2019.

“Dengan data mirroring ini, UangTeman yakin dapat memberikan penilaian kelayakan kredit yang lebih cepat dan akurat sehingga kualitas pinjaman yang kami salurkan bisa lebih baik. Hal ini sesuai prinsip UangTeman untuk menjadi platform pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi yang bertanggung jawab sosial,” ungkapnya.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Ceger, Dani Santoso menyambut baik kerja sama dengan UangTeman ini. Menurut dia, industri fintech yang kini sedang tumbuh pesat harus didukung secara optimal dan jadi peluang untuk BPJS Ketenagakerjaan memperluas kepesertaan.

BACA JUGA :   Segera Hadir Tower Sapphire Di Sentra Timur

Menurut dia, literasi dan inklusi keuangan adalah salah satu program kerja utama pemerintah dan OJK. Sementara, Jaminan Sosial Ketenagakerjaan adalah amanah UU dan juga program kerja pemerintah. Dani juga memastikan kerja sama ini akan selalu mengutamakan aspek kerahasiaan dan keamanan data sesuai regulasi pemerintah.

“UangTeman memiliki target pasar bagi masyarakat menengah ke bawah yang selama ini belum menikmati layanan keuangan dari perbankan dan belum semuanya terlindungi oleh Program BPJS Ketenagakerjaan. Kerja sama ini bisa meningkatkan kualitas penyaluran kredit dan meningkatkan perluasan perlindungan kepada pekerja,” ujar Dani.

Penandatanganan kerja sama dilakukan bersama Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Ceger, Dani Santoso. Acara seremoni penandatanganan juga disaksikan langsung oleh Deputi Direktur Pengaturan Penelitian dan Pengembangan Fintech Otoritas Jasa Keuangan, Munawar Kasan.

BACA JUGA :   MSI Luncurkan Notebook Gaming Terbaru

Sebagai catatain, UangTeman menjadi satu dari tujuh P2P Lending yang mendapatkan izin dari OJK. UangTeman bersama 113 pemberi pinjaman online yang diatur saat ini, berstatus terdaftar untuk sementara selama dua tahun terakhir berdasarkan POJK 77 tahun 2016. (Artha Tidar)

Check Also

bedah rumah

4.411 unit RTLH di Banten, Direnovasi Melalui Program Bedah Rumah

RUMAH RAKYAT – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menuntaskan program bedah rumah untuk 4.411 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 166

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
Cover Property&Bank edisi 166
close-link
INFO LEBIH LANJUT KLIK DISINI!
close-link