Sunday , 24 February 2019
Breaking News
Home / Indeks Berita / Teknologi Konstruksi Bahan Bangunan Dalam Pengembangan TOD

Teknologi Konstruksi Bahan Bangunan Dalam Pengembangan TOD

Teknik, Teknologi Konstruksi dan Inovasi Bahan Bangunan Dalam Pengembangan TOD

Progres salah satu proyek hunian TOD

BERITA PROPERTI — Proses perencanaan, rekayasa dan teknologi konstruksi adalah salah satu pendukung keberhasilan dalam pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD). Guna mendukung pembangunan konstruksi (Infrastruktur dan bangunan gedung) di kawasan TOD yang dibangun secara cepat dan massal/masif, maka harus dipersiapkan sistem arsitektur/rancang bangun dan teknologi konstruksi serta inovasi bahan bangunan, agar bisa dihasilkan bangunan yang berkualitas tinggi, efisien dan efektif. Hal itu dilakukan baik dalam masa konstruksi maupun masapemanfaatan layanan bangunan, serta handal terhadap kemungkinan bencana.

“Dari sisi teknologi, sejauh ini komponen teknologi yang available untuk mendukung bangunan TOD di Indonesia umumnya berbasis beton pracetak dan prategang. Hal itu karena teknologi yang dikembangkan sudah mempertahankan aspek kebencanaan dan sustainability sehingga diperoleh biaya yang efisien selama masa layan bangunan (Life Cycle Cost) ,” terang Dr. Hari Nugraha Nurdjaman, dalam paparannya pada kegiatan diskusi serial TOD yang diselenggarakan The HUD Institute, di Jakarta, (13/2). Industri pracetak dan prategang menurut Ketua Umum Ikatan Ahli Pracetak dan Prategang Indonesia (IAPPI), siap mendukung pengembangan TOD di Indonesia. Teknologi ini banyak dikembangkan dan dipakai pada program percepatan pembangunan infrastruktur dalam kurun waktu 4 tahun belakangan.

BACA JUGA :   Tower Bellerosa Serpong Garden Mulai Dipasarkan

Pada proyek skala besar, umumnya teknologi pendukung didevelop dari mulai fasa awal proyek agar dapat diset sesuai kebutuhan spesifik dan rantai pasoknya terjamin. Karena itu ia meminta agar proyek-proyek spesifik segera ditentukan lokasi dan jadwalnya agar dapat mempropose teknologi yang cocok dan penyiapan fasilitas produksi, peralatan, dan sumber daya manusia.

I Wayan Sengara, Ahli Rekayasa keGempaan Indonesia dari Institut Teknologi Bandung (ITB), pada kesempatan yang sama mengingatkan pentingnya Aplikasi Hasil Riset dan Inovasi Disain dan Konstruksi dalam pengembangan TOD. “Mengingat kawasan DKI Jakarta dan sekitarnnya berpotensi terkena gempa dan collateral hazardnya dan berpotensi terjadi kerusakan dan kegagalan bangunan/infrastruktur jika Pengurangan Risiko Bencana (PRB) tidak dilakukan secara berkelanjutan. Menurunkan kerentanan bangunan/infrastuktur adalah menjadi tugas Pemerintah dan Masyarakat Profesi untuk PRB gempa. PRB gempa ini hendaknya juga menjadi prioritas dalam APBN Indonesia,” harapnya. Tantangan dan tuntutan untuk mewujudkan kualitas bangunan /infrastruktur yang optimum dalam aspek keselamatan (safety) dan penghematan biaya (cost effectiveness) dalam konstruksi merupakan dua aspek yang selalu perlu diperjuangkan.  “PRB perlu ditingkatkan dan diprioritaskan dalam aspek: riset dan pengembangan, pendidikan dan pelatihan, penguatan kapasitas institusional, hukum, standar nasional, dan aturan-aturan bidangbidang terkait,” pungkasnya.

BACA JUGA :   Sertifikasi Broker Properti untuk Lindungi Profesi

Zulfi Syarif Koto, Ketua Umum The HUD Institute berharap pemangku kepentingan dalam pengembangan TOD bisa mengidentifikasi Sistem teknik (arsitektur/ rancang bangun), teknologi dan komponen/bahan bangunan strategis agar terwujud pembangunan kawasan tod yang efisien, layak teknis dan berkelanjutan. “Diskusi ini mengusulkan beberapa arah kebijakan. Diantaranya; pendayagunaan teknologi rancang bangun, Kebijakan penerapan teknologi dan metoda serta rekayasa konstruksi dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi dalam pembangunan kawasan TOD. Serta strategi peningkatan kapasitas industri konstruksi nasional dan industri bahan bangunan dalam merespon permintaan pembangunan kawasan TOD di masa mendatang,” pungkasnya.

Pembicara lain yang tampil pada kesempatan itu diantaranya: Dr. Syarif Burhanuddin, (Dirjen Bina Konstruksi – Kemen PUPR), Dr. Khalawi Abdul Hamid (Dirjen Penyediaan Perumahan– Kemen PUPR), Prof. Suhono Harso Supangkat (Guru Besar Informatika STEI ITB/ Komisaris PT. KAI), Ir. Deded Permadi Sjamsudin, M.Eng.Sc Kapus Jalan dan Jembatan, Balitbang – Kemen PUPR), Prof. Arief Sabaruddin, CES (Kapus Litbang Perkim, Balitbang – Kemen PUPR), Dr. Ir. Fadrinsyah Anwar, MBA (Kapus Litbang Perhubungan Darat dan Perkeretaapian, Balitbang – Kemenhub) dan Yan Sibarang Tandiele (Kapus Strandarisasi Industri, Balitbang -Kemen Perindusterian).

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*