Sunday , 22 September 2019
Home / Properti / Apartemen & Perhotelan / Terjual 250 Unit, Brewin Mesa Terapkan Teknologi Inovatif Tuntaskan The Lana

Terjual 250 Unit, Brewin Mesa Terapkan Teknologi Inovatif Tuntaskan The Lana

The Lana, yang dikembangkan oleh Brewin Mesa, ditargetkan serah terima di akhir 2020.

APARTEMEN – Dengan total bujet senilai Rp1,3 triliun, PT Brewin Mesa Sutera (Brewin Mesa) menunjuk PT China State Construction Overseas Development Shanghai, anak perusahaan dari China State Construction Engineering Corp Ltd (CSCEC), menjadi kontraktor utama pembangunan proyek apartemen perdana mereka, The Lana.

The Lana adalah proyek apartemen mewah di kawasan bergengsi Alam Sutera, Serpong, yang dikembangkan PT Brewin Mesa Sutera, perusahaan patungan asal Singapura, Brewin Mesa Pte Ltd (Brewin Mesa) dan Shenning Emerging Asia Real Estate Fund Pte Ltd (Shenning).

BACA JUGA :   Perluas Program, Bank DKI Kembangkan Inklusi Keuangan Di Pulau-pulau

Direktur Utama Brewin Mesa, Bill Cheng mengaku, pengalaman global CSCEC yang luas membangun proyek mewah bertingkat super tinggi akan mendukung tujuan perusahaan untuk menghadirkan pembangunan terbaik di kelasnya, dan mempertahankan visi perusahaan untuk membangun proyek apartemen paling mewah di Tangerang.

“Kami berkomitmen menghadirkan proyek apartemen yang dirancang dengan baik dan berkualitas tinggi, yang menawarkan spesifikasi dan material mewah, unit yang didesain inovatif, dan memiliki tata letak apartemen yang efisien, namun fungsional. Kami menunjuk China CSCEC sebagai kontraktor utama kami,” kata Bill pada Kamis (15/8).

Bill menambahkan, dalam pembangunan proses The Lana memakai teknologi konstruksi inovatif dan sistem quality assurance atau quality acontrol (QA/QC) untuk memastikan The Lana dibangun dengan standar dan kualitas tertinggi dan dapat diselesaikan dalam waktu cepat.

BACA JUGA :   Melantai Di Bursa Dan Siap Kembangkan Proyek Baru

The Lana, lanjutnya, mengaplikasikan ekisting aluminium atau aluminium formwork impor dan custom made, dan mempercepat pembangunan hingga 30%, jika dibandingkan bahan konvensional serta menghasilkan kualitas konstruksi yang rapi dan bersih, ramah lingkungan, dan dapat digunakan kembali untuk proyek lain.

Ia juga memproyeksikan sektor properti secara umum mulai menggeliat terlebih dengan adanya kejelasan lima tahun mendatang usai pemilu. Selain itu harga yang cenderung tak berubah dalam empat tahun terakhir sehingga menurutnya, momen yang pas bagi investor dan pembeli untuk memasuki pasar properti .

Pihaknya terus melakukan evaluasi terhadap market Indonesia yang 50% populasi-nya berusia di bawah 30 tahun. Ia menilai permintaan akan terus tumbuh dari generasi millenial yang menghendaki gaya hidup yang ‘ringan’.

BACA JUGA :   Perwiranusa Bangun Hunian Terjangkau Yang Layak Huni dan Layak Investasi

Wajar saja, dari proyek pertamanya di Indonesia yakni The Lana pihaknya menyasar millenial dengan menawarkan di kisaran harga Rp 1 miliar hingga Rp 5 miliar. Menyasar millenial juga dengan konsep dan luas yang ditawarkan yakni tipe Deluxe Studio dengan luas mulai 28m2 hingga 35m2. Kemudian Tipe 1 BR mulai dari 55m2.

Selain itu, Brewin Mesa juga menggandeng konsultan lainnya, seperti konsultan struktural Davy Sukamta & Partners, yang sarat berpengalaman mendesain bangunan dengan ciri struktural inovatif yang aman dan efisien.

Davy Sukamta, Direktur Utama Davy Sukamta & Partners, menjelaskan The Lana nantinya terdiri atas dua gedung setinggi 37 lantai, termasuk 6 lantai parkir dan 1 lantai basement. Kedua menara dirancang ramping agar setiap kamar mendapatkan jendela sehingga penghuni bisa mendapatkan cahaya alami dan seluruh unit.

BACA JUGA :   251 Unit Rumah Khusus Nelayan Dibangun Di Sulsel

“Semua elemen struktur dirancang mengikuti aturan SNI [Standar Nasional Indonesia] yang berlaku dengan memperhitungkan segi kekuatan struktur gedung, faktor gempa, bahkan pengaruh angin terhadap kenyamanan dan keamanan penghuni,” ujarnya.

Steven Lee, Direktur Utama PT China State Construction Overseas Development Shanghai (CSCODS) sebagai anak perusahaan China State Construction Engineering Corporation (CSCEC) menjelaskan CSCEC melihat potensi besar di Indonesia dan bermaksud untuk membangun bisnis jangka panjang yang berkelanjutan.

“Kami sangat selektif dalam memilih pengembang yang akan bekerja sama. Dan kami memilih The Lana sebagai proyek apartemen pertama kami karena melihat profesionalisme Brewin Mesa dan visinya untuk membangun proyek ikonik terbaik di kelasnya,” jelasnya.

BACA JUGA :   Bangun Rumah Subsidi, SPS Group Gandeng BPJS Ketenagakerjaan

Sebelumnya, CSCEC pernah membangun dua proyek di Indonesia, yaitu proyek pertama di Indonesia, One dan dua gedung kantor grade-A di Jalan Thamrin. The Lana merupakan proyek apartemen kelas atas yang pertama dari Brewin Mesa. Dengan pembangunan yang mencapai lantai kedua, Bill optimistis proyek tersebut bisa selesai pada akhir 2020.

Proyek bangunan jangkung itu juga memiliki lokasi strategis di Alam Sutera. Dengan penyelesaian jalan tol JORR 2 antara Kunciran—Bandara Soekarno Hatta dan pembangunan stasiun LRT di depan mal Alam Sutera yang berjarak sangat dekat dari The Lana, diharapkan The lana bisa menjadi bangunan berkonsep transit oriented development (TOD).

BACA JUGA :   SML Optimalkan BCA Expo Pasarkan Properti

Sekedar informasi, untuk proyek The Lana pihaknya membangun dua tower dan total akan menjual 700 unit. Hingga saat ini pihaknya mencatatkan penjualan sekitar 250 unit. Dengan adanya relaksasi yang diberikan pemerintah terkait pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) disebutnya memberi sinyal positif terhadap sektor properti.

Sayangnya, pihaknya tak menyasar pasar mewah itu. Menurutnya, margin keuntungan pasar itu besar. Namun, pasarnya sedikit sehingga pihaknya memutuskan menyasar segmen di bawah itu yang masih terlihat pergerakannya. Saat ini, pihaknya juga masih fokus pada pembangunan The Lana dan belum ada proyek baru yang akan digarapnya. (Artha Tidar)

Check Also

Hapus Pengurusan IMB Yang Rumit, Dorong Saham Properti Makin Menarik

EKONOMI – Harga saham properti mulai bergeliat pada perdagangan pada Rabu (18/9) pagi. Sejumlah regulasi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit Edisi Terbaru

Majalah Property&Bank
Edisi. 163

Pesan Sekarang!
close-link