Friday , 16 November 2018
Breaking News
Home / Properti / Apartemen & Perhotelan / Terjual 30%, Superblok JKT Living Star Mulai Dibangun

Terjual 30%, Superblok JKT Living Star Mulai Dibangun

Chief Executive Officer PT Sindeli Propertindo Abadi, Wu Wei (Tengah) didampingi Chief Operating Officer PT Sindeli Propertindo Abadi, Xia Jia Ping (Kedua Kanan) dan Chief Finance Officer PT Sindeli Propertindo Abadi, Liu Jin Long (Kedua Kiri) secara simbolis melakukan prosesi groundbreaking proyek JKT Living Star.

BERITA PROPERTI – Pasokan apartemen di koridor Pasar Rebo dan jalan raya Bogor, Jakarta Timur segera akan bertambah dalam waktu dekat, usai PT Sindeli Propertindo Abadi memulai pembangunan JKT Living Star di kawasan tersebut. Prosesi groundbreaking dilakukan pada Jumat, (16/3) lalu di lokasi proyek, Jalan Raya Lapangan Tembak No 10, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Usai pelaksanaan groundbreaki ng, CEO PT Sindeli Propertindo Abadi, Wu Wei  mengatakan, seremonia groundbreaking ini merupakan wujud komitmen dan tanggung jawab PT Sindeli Propertindo Abadi untuk segera membangun JKT Living Star dan ini merupakan prosesi groundbreaking pertama yang dilakukan pengembang properti di kawasan Pasar Rebo.

”Sebagai pengembang, kami totalitas dalam memenuhi janji dan komitmen kepada konsumen. Bentuk tanggung jawab tersebut salah satunya dengan segera memulai pembangunan dengan ditandai prosesi groundbreaking proyek JKT Living Star pada hari ini. Kami optimis bisa menyelesaikan proses pembangunan tepat pada waktunya,” ujar Wu Wei.

Dikatakan Wu Wei, JKT Living Star dikembangkan di lokasi yang sangat strategis di bagian selatan Jakarta Timur dan dikelilingi oleh empat ruas jalan utama, yaitu Tol Lingkar Luar (JORR), Tol Cijago, Tol Jagorawi, dan Jalan Raya Bogor. Pasar Rebo merupakan bagian dari wilayah DKI Jakarta yang berbatasan langsung dengan Depok, Bogor, dan Bekasi.

”Yang paling utama, infrastruktur dan jaringan transportasi di daerah ini sudah lengkap, sehingga sangat memudahkan aktivitas sehari-hari para penghuni nantinya. Dengan kata lain, JKT Living Star berlokasi di zona emas Pasar Rebo dan dikelilingi jaringan transportasi yang lengkap, sehingga semua aktivitas kehidupan urban tersedia dalam radius kurang dari 30 menit,” jelas Wu Wei.

JKT Living Star dapat diakses melalui Tol Lingkar Luar (JORR), Tol Cijago dan Jl. Lapangan Tembak. Selain itu dapat juga diakses melalui Tol Jagorawi, Jl. Raya Bogor dan Jl. Raya Depok.  Bagi pengguna moda transportasi KRL, JKT Living Star dapat menggunakan stasiun terdekat yaitu Stasiun Lenteng Agung, bagi pengguna LRT, dapat menggunakan stasiun Kampung Rambutan/Ciracas.

Sedangkan, untuk pengguna transportasi umum, dapat mengakses melalui Terminal bus antarkota Kampung Rambutan, halte akhir MRT Jakarta. Kepada penghuninya, JKT Living Star juga akan menyediakan layanan shuttle bus untuk memudahkan mobilitas penghuni menuju berbagai lokasi di sekitar kawasan JKT Living Star.

Proyek JKT Living Star dikembangkan di atas total lahan seluas 4,8 hektar, proyek dengan total investasi sebesar US$ 150 juta tersebut nantinya akan terdiri dari 6 tower apartemen setinggi 28 lantai yang merangkum 3,648 unit apartemen, distrik komersial, lengkap dengan berbagai fasilitas pendukung lainnya. Masing-masing tower menawarkan 3 tipe kamar, mulai dari studio, 2 Bed Room A dan 2 Bed Room B. Sementara harga yang ditawarkan berkisar mulai dari Rp260 juta.

Wu Wei mengaku, saat diperkenalkan pada awal tahun 2017 lalu lebih dari 30% dari total unit telah terjual, sementara dalam kondisi aktual, lebih dari 90% dari total unit yang ada di Tower A telah terjual. Proses pembangunan rencananya akan berlangsung selama 2 tahun, dan sesuai waktu yang ditargetkan, serahterima unit akan mulai dilakukan secara bertahap pada 2020 mendatang.

“Proyek apartemen yang menyasar generasi milenial dan masyarakat kelas menengah ini mengusung konsep Green Environment yang mengedepankan keharmonisan antara manusia dan alam. Kami alokasikan lahan sebesar 65% untuk kawasan hijau atau seluas 3,5 ha, 5 taman besar serta 1 taman riverfront yang membuat penghuni merasakan tinggal dengan suasana yang dikelilingi taman,” ujar Direktur PT Sindeli Propertindo Abadi, Huang De Xin.

Nantinya, sambung Huang De Xin, semua fasilitas kehidupan urban dipadukan secara organik dengan 4 Zona di sekitar kawasan hunian, yaitu Art Commercial Pedestrian Street, Living Space, Eco-Park, dan Breathing Apartment. Keempat zona ini nantinya menghadirkan hunian ramah lingkungan, pusat perbelanjaan modern, pusat kuliner, hiburan, rekreasi, olahraga, seni budaya, sosialisasi, bisnis, pendidikan, dan lain-lain.

PT Sindeli Propertindo Abadi akan membangun fasilitas taman kanak – kanak seluas 2000 m2, 2 Atrium bermain skala medium serta 2 taman bermain anak. Selain itu ada Family BBQ, paviliun membaca, paviliun yoga dan ruang ibadah seluas 800 m2 yang disiapkan bagi penghuni serta tamu yang datang untuk merasakan hiburan dan kenyamanan.

Sementara, untuk fasilitas lainnya, akan dibangun klinik seluas 500 m2 untuk memastikan jaminan kesehatan setiap penghuni, tiga kolam renang orang dewasa dan tiga kolam renang anak – anak, Jalur jogging sepanjang 666 meter, ruang Fitness Indoor, lapangan olahraga multi fungsi Outdoor, serta taman bermain dengan ukuran lebih dari 15.000 m2.

Tak hanya itu, untuk mengimplementasikan fasilitas bisnis, JKT Living Star akan mengembangkan Starlight Street, yaitu area komersial baru dalam berbisnis seluas 5000 m2. Dengan konsep “Rubuk” Pertama di Jakarta, JKT Liiving Star akan membuat inovasi terhadap ruang yang fleksibel yang dipadu dengan retail, perbankan, restoran, cafe, bar, KTV, Salon, Spa, Ruang bisnis dan lain lain, yang membentuk pusat hiburan makanan dan rekreasi yang berbeda dibanding mall lainnya. Tak ketinggalan, sebuah supermarket dengan luas 3000 m2, yang akan beroperasi selama 24 jam untuk memfasilitasi para penghuni JKT Living Star.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*