Monday , 14 October 2019
Home / Indeks Berita / Terus Dilakukan, Penataan Kawasan Tambak Lorok Semarang

Terus Dilakukan, Penataan Kawasan Tambak Lorok Semarang

Kawasan Tambak Lorok Semarang

INFRASTRUKTUR – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyelesaikan Penataan Kawasan Permukiman Nelayan dan Tepi Air di 11 lokasi. Program ini bertujuan untuk mengembangkan permukiman pesisir berbasis ekonomi perikanan di berbagai lokasi di Indonesia.

Sebelas kawasan tersebut yakni Kampung Beting (Kota Pontianak), Kampung Sumber Jaya (Kota Bengkulu), Kawasan Nelayan Indah (Kota Medan), Kampung Kuin (Kota Banjarmasin), Kampung Karangsong (Kota Indramayu), Kampung Tegalsari (Kota Tegal), Kampung Tambak Lorok (Kota Semarang), Kampung Moro Demak (Kabupaten Demak), Kampung Untia (Kota Makassar), Kampung Oesapa (Kota Kupang) dan Kawasan Hamadi (Kota Jayapura).

BACA JUGA :   Kunjungan Ke Daerah, Wapres Jusuf Kalla Resmikan Lima Rusunawa di Padang

Menteri Basuki mengatakan, program pengembangan kawasan permukiman nelayan dan kampung tepi air, tidak hanya memperbaiki fisik infrastrukturnya, tapi juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup dan lingkungannya. Hal ini dimungkinkan karena perencanaan dilakukan bersama dengan Pemerintah Kota dan masyarakat. “Penataan di kampung nelayan akan dikembangkan lagi agar bisa menjadi kawasan wisata,” kata Menteri Basuki beberapa waktu lalu.

Salah satu kawasan yang ditangani adalah Kawasan Tambak Lorok, yang berada dekat kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah. Kawasan ini kerap mengalami banjir dan rob setiap tahunnya. Banjir juga disebabkan kondisi drainase yang tidak memadai. Selain masalah banjir, para nelayan yang tinggal di kawasan tersebut juga kesulitan melaut dan menambatkan perahunya karena terjadinya pendangkalan alur muara Sungai Kanal Banjir Timur Lama.

BACA JUGA :   The HUD : Kawasan Berbasis TOD Harus Bermanfaat Bagi MBR

Pembangunan berbagai infrastruktur yang dilakukan bertujuan untuk mendukung kawasan Tambak Lorok sebagai “Kampung Wisata Bahari” dengan meningkatkan kualitas kawasan yang sebelumnya kawasan kumuh, mengurangi risiko banjir dan rob di daerah tersebut dan penyediaan fasilitas bagi para nelayan.

Perbaikan yang dilakukan Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana, Ditjen Sumber Daya Air melalui Pekerjaan Pengembangan Drainase Tambak Lorok melalui kontrak tahun jamak dari tahun 2015 hingga tahun 2017 dengan anggaran dari APBN sebesar Rp 151 miliar. Pengembangan drainase akan melindungi sekitar 2.000 kepala keluarga dari risiko banjir dan rob.

Pekerjaan yang dilakukan diantaranya berupa penggalian alur sungai sepanjang 800 meter, pemasangan pelindung tebing sungai dengan spun pile sepanjang 1,5 Km dan pembuatan dinding penahan rob (parapet) sepanjang 1,5 Km dan pembuatan dock perahu nelayan.

BACA JUGA :   Pemerintah Minta Pemda Dorong Perumahan Berbasis Komunitas Di Daerah

Selain pengembangan drainase, dilakukan Pekerjaan Pengembangan Kawasan Pemukiman Nelayan Tambak Lorok oleh Ditjen Cipta Karya. Pekerjaan dilakukan sejak tahun 2017 dan ditargetkan rampung pada tahun 2019 dengan anggaran sebesar Rp 37,6 miliar dengan progres telah mencapai 85 persen.

Pekerjaan yang dilakukan berupa peningkatan jalan, ruang terbuka publik, gerbang kawasan dan street furniture. Selain itu juga dibangun jalur hijau sempadan sungai. Untuk mendukung ekonomi masyarakat sekitar, Kementerian PUPR juga membangun Pasar Tambak Lorok.

Check Also

OYO Dekos

Bidik Pasar Indekos, Oyo Hotel Targetkan 10.000 Kamar Tahun Ini

PERHOTELAN – Pasar kost-an di Indonesia terus bergeliat. Di Asia, pemanfaatan co-living space atau indekos …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 164

Klik Disini
close-link