Sunday , 18 November 2018
Breaking News
Home / Breaking News / Tiap Tahun, Harga Properti Di Cikarang Naik 25%

Tiap Tahun, Harga Properti Di Cikarang Naik 25%

Exit Tol ke kawasan Cikarang

BERITA PROPERTI – Pengembangan properti secara besar-besaran oleh sejumlah pengembang di kawasan Cikarang, Jawa Barat akhir-akhir ini, spontan membuat kawasan di belahan timur Jakarta itu semakin populer. Cikarang yang semula hanya dikenal sebagai kawasan industri, perlahan bertransformasi menjadi kawasan lengkap dengan hadirnya properti residensial dan fasilitas untuk menunjang gaya hidup.

Disamping pengembangan properti yang begitu aktif, hal lain yang membuat Cikarang menjadi pilihan saat ini kareana minimnya ketersediaan tanah serta membludaknya peminat properti di Jakarta. Hal ini membuat banyak pencari properti kini mulai melirik mencari properti di pinggiran Jakarta, seperti kawasan Cikarang.

Tercatat pengembang besar seperti Jababeka dan Lippo Grup yang saat ini tengah mengembangkan properti dengan skala besar. Pembangunan infrastruktur yang gencar dilakukan oleh pemenerintah saat ini, juga ikut mendongkrak nilai dan pamor Cikarang. Jaraknya yang cukup jauh dari kota Jakarta, perlahan akan disiasati dengan sarana transportasi dan jalan tol yang terus diperlebar.

“Karena tumbuhnya daya beli properti di Cikarang, makanya tak heran kenaikan harga properti di sana setiap tahunnya tumbuh sekitar 25% angka ini pun diperkirakan akan terus naik seiring dengan masifnya pembangunan infrastriuktur di sana,” ujar Managing Director Lamudi Indonesia, Mart Polman dalam keterangan resmi.

Menurutnya, kawasan Cikarang nantinya akan menjadi hunian favorit bagi ekpatriat. Pasalnya di sana berdiri ribuan perusahaan nasional maupun internasional yang memperkerjakan ribuan karyawan baik lokal ataupun karyawan asing. “Para ekspatriat di sana, tentunya tidak ingin mencari rumah di wilayah Jakarta, mereka ingin mecari rumah yang dekat dengan kantor mereka,” ujar Mart.

Saat ini, imbuh Mart, diperkirakan ada sekitar 21 ribu orang pekerja asing yang membutuhkan tempat hunian, wisata dan lifestyle. Sebelumnya, sebagian besar dari ekspatriat tersebut tinggal di rumah tapak yang tidak sesuai dengan standar, dan ketika ada penawaran apartemen yang sesuai dengan yang diinginkan mereka langsung memborongnya.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*