Thursday , 22 November 2018
Breaking News
Home / Properti / Tiga Faktor Terlaksananya Sejuta Rumah 2016

Tiga Faktor Terlaksananya Sejuta Rumah 2016

Prosesi Peresmian Program Satu Juta Rumah oleh Presiden Joko Widodo.

Prosesi Peresmian Program Satu Juta Rumah oleh Presiden Joko Widodo.

BERITA PROPERTI– Kementerian PUPR akan menyelesaikan beberapa persoalan terkait masalah regulasi, pertanahan serta mendorong peran pemerintah daerah agar bisa memberikan kontribusi secara aktif dalam pelaksanaan program perumahan di daerahnya masing-masing.

Hal tersebut dilakukan guna mendorong percepatan program pembangunan  sejuta unit rumah pada tahun 2016. Kementerian PUPR tetap optimistis program tersebut dapat berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Bahkan, diharapkan pencapaian pada tahun ini akan lebih baik dibanding tahun 2015 lalu.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Syarif Burhanuddin, program sejuta rumah merupakan wujud nyata perhatian pemerintah dalam penyediaan rumah bagi masyarakat Indonesia. Untuk itu, katanya, pihaknya optimis pelaksanaan Program Sejuta Rumah tahun 2016 ini akan lebih baik daripada tahun 2015 lalu.

“Tentunya perlu didukung dengan berbagai penyelesaian masalah regulasi, pertanahan dan dukungan dari pemerintah daerah. Dukungan dari Kementerian ATR/ BPN serta Kementerian Dalam Negeri dalam masalah regulasi terkait program perumahan juga harus dioptimalkan,” jelas Syarif Burhanuddin saat Tasyakuran The HUD Institut di Jakarta, Kamis (14/1).

Dijelaskan Syarif, setidaknya ada tiga hal yang menjadi fokus Kementerian PUPR dalam mendorong terlaksananya Program Sejuta Rumah di tahun ini. Pertama adalah soal regulasi dimana hal ini melibatkan instansi dan kementerian/ lembaga lain. Kedua adalah masalah pertanahan atau bank tanah (land banking). Dan ketiga adalah mengenai dukungan Pemda dalam Program Sejuta Rumah ini. 

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*