Thursday , 15 November 2018
Breaking News
Home / Breaking News / Tiga Usulan REI Untuk Program Sejuta Rumah

Tiga Usulan REI Untuk Program Sejuta Rumah

(ki-ka) Preadi Ekarto, Waketum DPP REI, Eddy Hussy, Ketum DPP REI dan Hari Raharta, Sekjen DPP REI saat jumpa pers, 18/1/2016.

(ki-ka) Preadi Ekarto, Waketum DPP REI, Eddy Hussy, Ketum DPP REI dan Hari Raharta, Sekjen DPP REI saat jumpa pers, 18/1/2016.

BERITA PROPERTI-Ketua Umum DPP REI Eddy Hussy mengatakan, ada beberapa hal yang masih menjadi hambatan dan permasalahan dalam menjalankan program sejuta unit rumah hingga saat ini. Selain masalah pembiayaan yang menjadi hambatan paling utama, koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat serta lembaga terkait juga belum terselesaikan.

Berikut usulan dari REI yang disampaikan oleh Eddy Hussy dalam acara jumpa media di kawasan Sudirman, Jakarta beberapa waktu lalu.

Pembiayaan kepada konsumen

Pemerintah memberikan kelonggaran agar konsumen bisa mendapatkan KPR inden dengan syarat sebagai rumah pertama sehingga konsumen tidak perlu menunggu rumah selesai baru bisa KPR.

Banyak konsumen yang ditolak oleh bank karena tidak memenuhi syarat. Perlu ada evaluasi metode penyeleksian konsumen khusus untuk program Sejuta Rumah sehingga tidak disamakan dengan persyaratan KPR komersial.

Perlu ada terobosan pembiayaan bagi pekerja-pekerja informal yang secara kemampuan keuangan layak namun secara persyaratan administratif tidak memenuhi.

Perlu adanya penyempurnaan fasilitas bantuan subsidi FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembangunan Perumahan) agar juga mencakup masyarakat berpenghasilan Rp 3 juta – 7 juta/bulan walaupun dengan suku bunga kredit yang lebih tinggi. Bantuan ini terutama untuk masyarakat perkotaan. Ini akan memperluas daya serap pasar mengingat bahwa harga produksi rumah di perkotaan sudah tidak mungkin terjangkau oleh masyarakat yang berpenghasilan di bawah Rp 3 juta/bulan

Pemerintah daerah dan instansi terkait

Perlu ada pemahaman yang sama mengenai konsep dan prioritas program Sejuta Rumah. Dengan pemahaman dan prioritas yang sama, Pemda akan bisa memberikan insentif dalam kemudahan proses dan biaya perijinan.

Perlu dilakukan zonasi khusus untuk program Sejuta Rumah yaitu wilayah-wilayah yang dikhususkan untuk rumah murah bersubsidi terencana secara keseluruhan. Dengan zonasi ini, maka NJOP akan terjaga dan rumah MBR akan tetap terjangkau dan tidak semakin jauh dari pusat perkotaan.

Perlu dilakukan pembangunan infrastruktur terpadu untuk wilayah program Sejuta Rumah.

Perlu dilakukan terobosan untuk penyediaan sarana dan utilitas terpadu dengan instansi terkait, salah satunya yang terpenting adalah terjaminnya penyediaan listrik.

Pembiayaan kepada pengembang selaku penyuplai Sejuta Rumah

Perlu adanya terobosan dari perbankan untuk dapat memberikan bantuan kredit dengan bunga khusus kepada pengembang Sejuta Rumah yang sudah teruji prestasinya dalam menangani program rumah bersubsidi melalui mekanisme rekomendasi dari REI. Dengan bantuan kredit ini maka ketersediaan Sejuta Rumah dapat terjamin.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*