Friday , 20 September 2019
Home / Daerah / Tingkatkan Konektivitas Di Aceh, Sejumlah Jembatan Gantung Dibangun 

Tingkatkan Konektivitas Di Aceh, Sejumlah Jembatan Gantung Dibangun 

Jembatan gantung yang dibangun di Aceh

INFRASTRUKTUR – Pembangunan jembatan gantung sebagai salah satu infrastruktur kerakyatan akan memperlancar mobilitas dan memangkas waktu tempuh antar desa yang sebelumnya harus memutar jauh akibat dipisahkan oleh kondisi geografis Indonesia, seperti lereng, bukit, jurang, ataupun sungai.

“Hadirnya jembatan ini akan mempermudah dan memperpendek akses warga masyarakat perdesaan menuju sekolah, pasar, tempat kerja, mengurus administrasi ke kantor kelurahan atau kecamatan dan akses silaturahmi antar warga,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis.

Di Aceh, pada tahun 2018, Pemerintah membangun 4 Jembatan Gantung yang terdiri dari 3 unit menggunakan dana APBN maupun Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA).

BACA JUGA :   Infrastruktur Persampahan Dukung Gerakan Indonesia Bersih

Tiga jembatan gantung yang dibangun dengan dana APBN adalah Jembatan Gantung Pante Kala (60 meter) di Kabupaten Aceh Barat Daya dengan anggaran Rp 4,3 miliar, Tanjong Dalam (72 meter) di Kabupaten Aceh Utara dengan anggaran Rp 5,14 miliar dan Gunung Setan  (72 meter) di Kabupaten Aceh Utara dengan anggaran Rp 6,16 miliar.

Sementara itu, Jembatan Gantung Sikundo (90 meter) yang berada di Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat yang menghubungkan Desa Sikundo dengan Desa Jambak. Pembangunan jembatan ini dilaksanakan dalam periode 2016-2018 dengan biaya Rp 3,74 miliar.

BACA JUGA :   Gunas Land Luncurkan Klaster Botanica

Progres pembangunan Jembatan Gantung Sikundo saat ini telah fungsional hingga kendaraan roda-2 (rencana roda-4). Dengan selesainya jembatan ini, maka warga kedua desa tidak lagi melintasi sungai memakai titian kabel yang sudah digunakan warga sejak tahun 1979. Masyarakat terutama para pelajar tidak lagi berangkat ke sekolah melewati titian kabel diatas Sungai Sikundo untuk belajar di Desa Jambak.

Di media sosial sempat viral Photo warga Desa Sikundo yang menyeberangi sungai menggunakan jembatan kabel ala Indiana Jones. Photo tersebut merupakan Photo yang diambil tahun 2016. Sejak tahun 2016, sudah mulai dibangun secara bergotong-royong dengan anggaran Pemerintah Kabupaten Aceh barat dan dilanjutkan dengan anggaran Pemerintah Aceh.

Pada tahun 2019, pembangunan jembatan gantung di Aceh akan dilanjutkan sebanyak 9 unit yang terbagi 6 unit didanai oleh APBN dan 3 unit didanai dari APBA.

BACA JUGA :   Jembatan Gantung Dibangun, Desa Terpencil di Cianjur Segera Terhubung

“Enam jembatan gantung yang didanai APBN yakni Jembatian Gantung Geunie (42 meter) di Kabupaten Pidie Jaya, Alur Ngang (60 meter) di Kabupaten Gayo Lues, Blang Panu (120 meter), Keude Trumon (90 meter) di Kabupaten Aceh Selatan serta diusulkan Blang Brandeuh (90 meter) di Kabupaten Nagan Raya dan Siron (120 meter) di Kabupaten Aceh Besar,” kata Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional I Banda Aceh Achmad Subki.

Tiga jembatan gantung yang akan dibangun dengan dana Otsus Aceh yakni Seurendek-Tanoh Mirah (150 meter) di Kabupaten Aceh Barat, Baro-Sipot (150 meter) dan Pulo Teungoh-Dusun Sengkadeh (30 meter). Ketiganya berada di Kabupaten Aceh Barat.

Dalam empat tahun (2015-2018), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah membangun sebanyak 164 jembatan gantung dengan total panjang 39.798 meter. Pada tahun 2019, jembatan gantung baru yang akan dibangun sebanyak sebanyak 166 unit yang tersebar di seluruh pelosok di tanah air.

Check Also

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono

Sah, Anggaran PUPR Di 2020 Sebesar Rp 120,21 T, Khusus Perumahan Rp 8,48 T

EKONOMI – Alokasi anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam RAPBN TA 2020 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit Edisi Terbaru

Majalah Property&Bank
Edisi. 163

Pesan Sekarang!
close-link