Sunday , 17 November 2019
Home / Properti / Apartemen & Perhotelan / Tingkatkan Nilai Investasi Aeropolis, Intiland Sudah Gandeng Empat Operator

Tingkatkan Nilai Investasi Aeropolis, Intiland Sudah Gandeng Empat Operator

Aeropolis
Pimpinan Proyek Aeropolis Totonafo Lase berbincang-bincang bersama Chief Executive Officer PT Mediapura Digital Nusantara Leo Ferdinand Rahadian, Head of Business Development Travelio Felicia Gautama, dan Business Development Manager Red Doorz Fiqi Putri.

INVESTASI PROPERTI – PT Intiland Development Tbk (Intiland; DILD) terus berupaya meningkatkan nilai investasi proyek kawasan terpadu Aeropolis bagi konsumen yang sudah memiliki unit-unit, maupun yang akan membeli. Caranya, dengan menjalin kerjasama dengan sejumlah perusahaan hospitality management yang akan membantu para pemilik unit untuk mengelola dan menyewakan unit-unit apartemennya, sebagaimana telah dilakukan perseroan beberapa waktu lalu.

Pimpinan Proyek Aeropolis, Totonafo Lase menjelaskan, Aeropolis berkembang pesat menjadi kawasan yang bukan hanya nyaman sebagai tempat tinggal, tetapi juga memenuhi beragam kebutuhan lain untuk bisnis. Selain menyediakan ribuan unit apartemen, Aeropolis juga menyediakan beragam fasilitas bisnis seperti perkantoran, komersial, pergudangan, dan pusat gaya hidup modern.

BACA JUGA :   Mulai 30 Mei, Arus Mudik Merak-Bakauheni Berlaku Sistem Genap-Ganjil

“Pesatnya perkembangan ini menjadikan Aeropolis sebagai investasi properti terbaik bagi konsumen dan investor  di kawasan dekat bandara Soetta. Kami mencoba untuk terus menerus meningkatkan kualitas produk dan layanan, termasuk berusaha memenuhi beragam kebutuhan masyarakat yang terus berkembang,” kata Totonafo Lase.

Saat ini terdapat sedikitnya empat perusahaan hospitality manajemen yang telah beroperasi di kawasan Aeropolis yakni Travelio, Aparian Mediapura, Oyo Rooms, dan Red Doorz. Keempat perusahaan tersebut masing-masing menawarkan dan memiliki skema pengelolaan dan penyewaan unit apartemen yang berbeda-beda.

Selain hospitality management, Aeropolis juga menjadi salah satu pengembangan kawasan dekat bandara yang diminati para operator hotel. Tercatat terdapat empat hotel yang telah beroperasi di kawasan ini yaitu Nunia Inn, Swift Inn, De Green Inn, dan Smart Home Inn yang menyediakan total sebanyak 345 kamar.

BACA JUGA :   Untuk Pembangunan Rumah MBR RTRW Harus Jelas

Totonafo Lase mengakui bahwa banyaknya hotel dan perusahaan hospitality management di Aeropolis tidak lepas dari pesatnya perkembangan yang terjadi kawasan ini. Untuk memenuhi kebutuhan fasilitas hunian, saat ini terdapat sebanyak 4.500 unit apartemen di Aeropolis.

“Ada sekitar 3.600 unit apartemen yang sudah serah terima dan sisanya masih tahap pembangunan dan penyelesaian akhir. Bertambahnya jumlah unit ini semoga bisa memenuhi kebutuhan sewa unit apartemen yang terus meningkat,” ungkap Totonafo Lase, usai kegiatan media update di kawasan Aeropolis, Tangerang hari ini. Kamis (7/11).

Maraknya pertumbuhan hotel dan perusahaan hospitality management dipercaya akan memberikan nilai tambah bagi Aeropolis sebagai sebuah pengembangan kawasan terpadu di dekat bandara Soetta. Sejak diluncurkan tahun 2012, Aeropolis berkembang pesat dan ramai, serta menjadi kawasan yang Vibrant, Liveable, dan Viable.

BACA JUGA :   Kinerja BTN Tahun 2015 Sangat Memuaskan
Hunian vertikal Aeropolis yang dikembangkan Intiland

Perkembangan tersebut salah satunya bisa dilihat dari jumlah warga yang tinggal dan beraktifitas di kawasan Aeropolis yang mencapai sekitar 3.000 orang. Perkembangan lainya bisa dilihat dari tingkat okupansi hotel-hotel di kawasan ini yang rata-rata mencapai 70 persen.

“Kebutuhan sewa hotel dan apartemen di Aeropolis cukup tinggi dan cenderung terus meningkat. Pada periode tertentu, misalnya saat musim haji atau umroh biasanya hotel-hotel akan penuh dan tidak mampu menampung kebutuhan. Ini karena lokasi kita sangat dekat bandara dan fasilitas yang tersedia cukup lengkap,” ungkapnya lebih lanjut.

Peningkatan kebutuhan terhadap fasilitas penginapan ini menawarkan potensi yang sangat baik kepada para pemilik unit apartemen. Kondisi ini juga menyebabkan tarif sewa apartemen dan hotel di Aeropolis terus meningkat.

BACA JUGA :   Lebih Aman Investasi Apartemen Ready Stock

Tarif  sewa unit apartemen tipe studio di Aeropolis rata-rata mencapai Rp2,2 juta per bulan atau berkisar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per harinya. Sementara tarif menginap untuk hotel rata-rata beskisar Rp300 ribu per hari dan Rp9,5 juta untuk satu bulan.

Totonafo Lase optimistik kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas sewa apartemen Aeropolis berkembang pesat dan akan terus meningkat. Tingkat kebutuhan sewa apartemen juga semakin beragam, bukan hanya harian, namun juga sewa untuk mingguan dan bulanan.

Kerjasama dengan perusahaan hospitality management merupakan upaya dan strategi perseroan untuk memberikan layanan terbaik kapada masyarakat maupun para pemilik unit apartement di Aeropolis. Langkah ini memberikan alternatif pilihan terbaik kepada para investor dan pemilik apartemen.

BACA JUGA :   Saatnya Bidik Properti Berpotensi Di Bekasi

“Masing-masing punya keunggulan dan nilai tambah, termasuk potensi pasar sewanya. Jadi ini dapat memberikan manfaat maksimal dan otomatif membuat nilai investasi apartemen meningkat,” kata Totonafo Lase. Aeropolis menempati area pengembangan seluas 105 hektar, dirancang sebagai kota bandara, sebuah kawasan terpadu yang mendukung perkembangan bandara internasional Soekarno Hatta (Soetta).

Check Also

Bank DKI Annual Report

Sukses Jalankan Keterbukaan Informasi, Bank DKI Raih Annual Report Awards

KINERJA BANK – Bank DKI berhasil meraih tempat kedua dalam Annual Report Award 2018 pada …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 165

Klik Disini
Cover Majalah Property&Bank edisi 165
close-link
INFO LEBIH LANJUT KLIK DISINI!
close-link