Monday , 16 September 2019
Home / Indeks Berita / Tol Cisumdawu Seksi 1 dan 2 Ditargetkan Rampung September 2019

Tol Cisumdawu Seksi 1 dan 2 Ditargetkan Rampung September 2019

Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu)

INFRASTRUKTUR – Pembangunan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) sepanjang 60,47 Km khususnya Seksi 1 dan 2 sepanjang 27,62 Km yang ditargetkan rampung September 2019 terus dikebut pengerjaannya.

Beroperasinya Tol Cisumdawu sangat diharapkan akan memperlancar konektivitas antara Jawa Barat bagian Selatan menuju Utara karena menghubungkan dua Tol yang telah beroperasi yakni Tol Purbaleunyi dengan jalan Tol Cikopo – Palimanan (Cipali). Tol Cisumdawu juga menjadi akses alternatif menuju Bandara internasional Kertajati di Majalengka.

Jalan Tol Cisumdawu terbagi enam seksi. Seksi 1 dan 2 mulai dari Cileunyi hingga Sumedang dikerjakan oleh Kementerian PUPR sebagai bagian dari viability gap fund (VGF) guna menaikkan kelayakan investasi tol tersebut. Sementara Seksi 3 hingga Seksi 6 sepanjang 33,22 Km dikerjakan oleh badan usaha jalan tol (BUJT) yakni PT Citra Karya Jabar Tol dengan nilai investasi Rp 8,41 Triliun.

BACA JUGA :   Industri Perbankan dan Tantangan Era Disrupsi Digital

Progres pembangunan Seksi I Cileunyi-Rancakalong sepanjang 10,57 Km hingga awal Maret 2019, progres pembebasan lahan mencapai 65,86% dan progres konstruksi 14,26%. Seksi 2 sepanjang 17,05 Km yang dibagi menjadi dua fase yakni Fase I dari Ranca Kalong-Ciherang dengan panjang 6,35 km sudah selesai tahun 2017. Sementara fase II Ciherang-Sumedang dengan panjang 10,7 km saat ini progresnya sudah 63,42%.

Sementara empat seksi lainnya yang dikerjakan BUJT, progresnya konstruksi sudah dilakukan pada seksi 3 dengan progres 59,09%, sementara seksi lainnya dalam tahap pembebasan lahan.

BACA JUGA :   Tiga Investor Siap Danai MRT Jakarta Koridor Timur-Barat Fase 1

Sementara itu, pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera pada ruas Tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131 Km akan dilengkapi dengan 5 terowongan yang khusus diperuntukan bagi perlintasan gajah di kawasan tersebut. Hal ini bertujuan untuk konservasi habitat gajah.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan trase Jalan Tol Pekanbaru-Dumai pada Seksi IV dan V melewati kawasan habitat gajah Balai Raja di Kecamatan Pinggir, Kabupaten Siak yang diperkirakan terdapat kurang lebih 25 ekor gajah.

“Untuk mendukung kelestarian keanekaragaman hayati Sumatera, akan dibangun lima terowongan sebagai perlintasan gajah sehingga keberadaan jalan tol seminim mungkin tidak mengganggu habitat gajah,” ujar Danang.

BACA JUGA :   Kementerian PUPR Siap Melaksanakan 5 Visi Presiden Terpilih 2020-2024

Manfaat keberadaan Jalan Tol Pekanbaru-Dumai diharapkan dapat meningkatkan akses antara Kota Pekanbaru sebagai Ibukota Provinsi Riau dan Dumai sebagai kota pelabuhan untuk distribusi industri perminyakan dan agribisnis. Selain itu, jalan tol ini juga akan mengintegrasikan konektivitas antar daerah dan memperlancar arus distribusi barang dari pusat industri ke berbagai wilayah di Sumatera. “Adanya tol ini akan memangkas waktu tempuh dari 5 jam menjadi kurang lebih 2 jam,” tutur Danang.

Jalan Tol Pekanbaru-Dumai terbagi menjadi enam seksi dengan nilai investasi sebesar Rp 16,2 triliun. Progresnya secara keseluruhan saat ini sudah mencapai 37% dengan target 33 Km akan ramoung pada akhir tahun 2019 dan 98 Km tahun 2020.

Check Also

Alokasikan Rp 21,8 M, SNVT Penyediaan Perumahan Bedah Rumah Di Jatim

RUMAH RAKYAT – Satuan Kerja Non Vertikal tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Jawa Timur mengalokasikan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit Edisi Terbaru

Majalah Property&Bank
Edisi. 163

Pesan Sekarang!
close-link