Sunday , 18 November 2018
Breaking News
Home / Indeks Berita / Transfer Point LRT Ada Di Podomoro Golf View

Transfer Point LRT Ada Di Podomoro Golf View

BERITA PROPERTI – Fasilitas Kawasan superblok Podomoro golf view, semakin lengkap dengan diresmikannya transfer point LRT. Peresmian Transfer Point LRT Gunung Putri di kawasan Podomoro Golf View, Cimanggis  yang dilakukan pada sabtu 21 April 2018 lalu dihadiri  Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land Tbk, Cosmas Batubara, Wakil Presiden Direktur, Indra Widjaja Antono,  Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihartono, Direktur Utama PPD, Bpk. Pande Putu Yasa, Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha Damri, Bpk Tatan Rustandi.

Cosmas Batubara mengaku bangga ditunjuk pemerintah menjadi operator transfer point TOD Gunung Putri. “Kami tentu bangga ditunjuk menjadi operator transfer point TOD Gunung Putri, yang memberikan banyak manfaat kepada masyarakat luas,” katanya.

Menurut Cosmas Batubara, penyediaan TOD Gunung Putri di kawasan Podomoro Golf View merupakan upaya mendukung kebijakan pemerintah dalam menekan kemacetan lalu lintas yang berdampak sangat luas.

Masyarakat yang akan terlayani dengan keberadaan transfer point ini tidak hanya mereka yang tinggal di Gunung Putri, melainkan juga warga Cimanggis, Depok, Cinere dan sekitarnya.

Berbagai kelebihan transfer point Gunung Putri antara berada di kawasan Superblok Podomoro Golf View yang memiliki area parkir luas, disediakan shuttle bus, terminal dan ruang tunggu yang nyaman, hingga terkoneksi dengan fasilitas kawasan.

Transfer Point TOD Gunung Putri mengintegrasikan jalur LRT dari arah Bogor ke Cawang (dan sebaliknya), jalur bus baik PPD, Damri, maupun Transjakarta.

Podomoro Golf View (PGV) merupakan kawasan hunian yang dikembangkan PT Agung Podomoro Land Tbk setelah melalui proses riset yang panjang dan matang.

Sementara itu, Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengemukakan, “BPTJ terus mendorong pihak swasta untuk ikut mendukung realisasi TOD di lingkungan Jabodetabek. Ini karena pemerintah memiliki keterbatasan, terutama dalam hal pendanaan untuk merealisasikan program TOD di Jabodetabek, untuk itu peran swasta menjadi sangat penting,” ujarnya

Menurut Bambang, kawasan hunian yang dibangun para pengembang selama ini banyak yang tidak didukung oleh sistem jaringan transportasi publik, sehingga menimbulkan kesemrawutan lalu-lintas, dan sudah tidak masanya lagi pengembangan kawasan hunian mengandalkan angkutan pribadi bagi mobilitas para penghuninya, sebaliknya, sudah harusnya semua pengembangan kawasan berbasis TOD.

Selain rencana membangun kawasan TOD, lanjut Bambang, langkah-langkah BPTJ dalam mewujudkan TOD di lingkungan Jabodetabek adalah memberikan rekomendasi teknis kepada para pengembang yang sedang membangun di kawasan Jabodetabek agar menerapkan prinsip TOD.

Hunian seluas sekitar 60 hektare ini berjarak sekitar 19 kilometer dari Cawang, dan berada tepat di depan exit tol Cimanggis-Cikeas Tol Jagorawi.

Dengan ditunjuknya PGV sebagai Transfer Point kawasan TOD ini otomatis selain menambah kemudahaan dan fasilitas bagi penghuninya, juga meningkatkan nilai investasi dari properti di dalamnya.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*