Sunday , 21 October 2018
Breaking News
Home / Indeks Berita / Untuk Bedah Rumah Di Nganjuk, Pemerintah Alokasikan Rp 5,5 M

Untuk Bedah Rumah Di Nganjuk, Pemerintah Alokasikan Rp 5,5 M

Dirjen Penyediaan Perumahan PUPR Khalawi Abdul Hamid (dua dari kiriI

BERITA PROPERTI – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan, Kementerian PUPR mengalokasikan dana sebesar Rp 5,5 Milyar untuk melakukan bedah rumah sebanyak 371 unit rumah di Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur.

“Pemerintah berupaya memberikan bantuan di bidang perumahan secara merata di seluruh Indonesia. Termasuk di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur ini. 371 unit rumah tahun ini kami bedah dengan dana APBN,” ujar Khalawi dalam keterangan tertulis.

Menurut Khalawi, pemerintah tetap fokus untuk memberikan bantuan stimulan di bidang perumahan seperti BSPS. Meskipun tidak jadi rumah yang “mewah”, tapi setidaknya rumah masyarakat yang sebelumnya tidak layak ke depan bisa berubah dan memiliki lantai yang baik minimal di semen, dinding dari bata dan atap tidak bocor lagi jika musim hujan tiba. Selain itu sanitasi seperti kamar mandi juga layak,” katanya.

“Melalui BSPS ini kami juga ingin kembali mendorong semangat gotong royong antar warga. Jadi warga yang mampu bisa membantu warga yang kurang mampu agar rumahnya lebih layak huni serta mendorong keswadayaan masyarakat untuk membangun rumahnya,” jelas Khalawi.

Baca Juga : Percepat Program Sejuta Rumah, PUPR Tawarkan RISHA Ke Pengembang

Tampak hadir pula dalam kegiatan tersebut perwakilan Komisi V DPR RI Drs. Henky Kurniadi, Sekda Kabupaten Ngajuk Agoes Subagijo, serta para Direktur di lingkungan Ditjen Penyediaan Perumahan serta Kepala SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Jawa Timur Ridwan Dibya Sudharta.

Pada tahun 2018, nilai bantuan program BSPS yang disalurkan kepada masyarakat untuk membedah rumahnya sebesar Rp15 juta untuk peningkatan kualitas dan Rp 30 juta untuk pembangunan rumah baru. Meskipun demikian, besaran bantuan tersebut hanyalah stimulan dan masyarakat juga bisa memiliki keswadayaan sendiri.

Khalawi menambahkan, Kementerian PUPR akan melakukan monitoring dan evaluasi di lapangan agar penyaluran BSPS tidak salah sasaran.

Khalawi juga meminta kepada Pemkab Nganjuk untuk mendorong keterlibatan komunitas masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam pengentasan rumah tidak layak huni di daerah masing-masing.

“Keikutsertaan komunitas dalam pembangunan rumah juga sangat penting. Mereka bisa melakukan pengumpulan iuran bagi para anggotanya dan dari hasil iuran tersebut bisa dimanfaatkan untuk pembangunan rumah bagi anggotanya,” katanya.

Baca Juga : Sejuta Kendala Masih Menghantui Program Sejuta Rumah

Sebagai informasi, Kementerian PUPR selain memberikan BSPS, juga membangun rumah susun dan rumah khusus di Kabupaten Nganjuk.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Nganjuk Agoes Subagijo mewakili Bupati Nganjuk mengucapkan terimakasih atas bantuan perumahan bagi masyarakat kurang mampu dari Kementerian PUPR dan DPR RI. Wilayah Nganjuk yang berbukit-bukit dan tanah warga yang berkapur membuat warga sulit untuk memperoleh air bersih dan memiliki rumah yang layak huni.

“Kami berharap tahun depan lebih banyak lagi program perumahan dari Kementerian PUPR bisa disalurkan ke Kabupaten Nganjuk,” harapnya.

Salah seorang penerima BSPS dari Desa Gampeng Dukuhan Putuk Wetan Nganjuk, Panito (50) menyatakan sangat terbantu dengan adanya BSPS ini. Rumahnya yang berukuran 5×10 meter kini lebih layak. Dirinya yang tinggal bersama isteri dan tiga orang anaknya kini bisa tinggal dengan nyaman.

“Dulu rumah saya ya seadanya. Bangunannya saya bongkar karena dapat dana BSPS dari pemerintah Rp 15 juta. Saya juga jual dua ekor sapi untuk menambah biaya pembangunan rumah. Alhamdulillah sekarang rumahnya sudah jadi,” katanya.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*