Thursday , 15 November 2018
Breaking News
Home / Breaking News / Untuk WNA, Pemerintah Mesti Belajar Ke Johor Bahru

Untuk WNA, Pemerintah Mesti Belajar Ke Johor Bahru

Rusmin Lawin (paling kanan) saat kunjungan ke Johor Bahru

Rusmin Lawin (paling kanan) saat kunjungan ke Johor Bahru

BERITA PROPERTI-Perkembangan kota Johor Bahru, Malaysia semakin pesat, pasca ditetapkannya kawasan Iskandar menjadi lokasi bisnis baru. Arus modal investasi (capital flow) yang masuk ke kawasan Iskandar, membuat pertumbuhan Johor Bahru semakin meninggalkan Kota Batam di Indonesia, yang jaraknya hanya 2 jam perjalanan melalui kapal ferry.

“Para investor dari berbagai negara di dunia banyak yang tertarik menanamkan investasi di Johor Bahru, karena harganya relatif lebih murah jika dibandingkan dengan properti di Singapura. Sementara jarak antara 3 kawasan ini, Batam, Johor Bahru dan Singapura sangat berdekatan. Namun, Johor Bahru memberikan daya tarik yang kuat,” jelas Wakil Sekjen DPP REI Bidang Hubungan Luar Negeri Rusmin Lawin, di Johor, Minggu (17/4).

Pemerintah Malaysia, sambung Rusmin, sangat mendukung orang asing untuk membeli properti di negara tersebut dengan berbagai kemudahan. Orang asing bisa mendapatkan hak kepemilikan properti hingga 99 tahun dan bisa diperpanjang. Apalagi, Malaysia sudah menjadi salah satu negara pilihan untuk menyekolahkan anak maupun keperluan berobat.

“Kota Batam memiliki potensi yang sama dengan Johor Bahru. Namun, masih adanya dualisme kebijakan antara Pemerintah Kota Batam dan BP Batam, kerap terjadi gesekan dan kurang menguntungkan bagi Kota Batam itu sendiri. Selain itu, pemerintah Indonesia masih belum memberikan kemudahan bagi orang asing untuk memiliki properti di Indonesia,” ujar Rusmin.

Kunjungan ke Johor Bahru tersebut, merupakan ajang studi banding bagi developer di Indonesia guna menggali wawasan dalam pengembangan kawasan menjadi lebih bernilai dan memiliki daya tarik. Lawatan yang merupakan salah satu rangkaian acara HUT REI ke 44 di Batam itu, diharapkan dapat menyuarakan keinginan pengembang akan kemudahan orang asing memiliki properti di Indonesia, khususnya pulau Batam yang digadang-gadangkan mengikuti kota tetangganya Singapura.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*